Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Live Streaming Persekat vs Persiba Balikpapan di Playoff Degradasi dengan Live Score

    11 Mei 2026

    Bahaya Seblak untuk Perempuan, Benarkah Picu Kista?

    11 Mei 2026

    4 Fakta Penangkapan Ashari, Kiai Cabul Asal Pati di Wonogiri: Suara Tembakan Saat Penangkapan Pagi

    11 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 12 Mei 2026
    Trending
    • Live Streaming Persekat vs Persiba Balikpapan di Playoff Degradasi dengan Live Score
    • Bahaya Seblak untuk Perempuan, Benarkah Picu Kista?
    • 4 Fakta Penangkapan Ashari, Kiai Cabul Asal Pati di Wonogiri: Suara Tembakan Saat Penangkapan Pagi
    • Kampung Jepang Surabaya, Dari Sampah Jadi Wisata Viral
    • Angkringan Plataran Senopati Yogyakarta, Kumpulan Kuliner dari Jukir yang Kehilangan Lahan
    • Habiburokhman: Rekomendasi Reformasi Polri Terkandung dalam KUHAP
    • Tujuh Pantai Indah Jember, Surga Wisata Bahari Pesisir Selatan Jawa Timur
    • 5 Fakta Persahabatan Jennie BLACKPINK dan WOODZ, Teman Sekolah yang Tak Terlupakan
    • Siapa Berhak Mendapat Daging Kurban? Ini Penjelasan Ulama
    • Tradisi Suro di Makam Ki Ageng Gribig, Ritual Sakral Tahun Baru Islam
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Angkringan Plataran Senopati Yogyakarta, Kumpulan Kuliner dari Jukir yang Kehilangan Lahan

    Angkringan Plataran Senopati Yogyakarta, Kumpulan Kuliner dari Jukir yang Kehilangan Lahan

    adm_imradm_imr11 Mei 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Angkringan Plataran Senopati, Destinasi Kuliner Baru di Yogyakarta

    Yogyakarta kini memiliki destinasi kuliner baru yang menarik untuk dikunjungi, yaitu Angkringan Plataran Senopati. Tempat ini menjadi solusi bagi para pelaku usaha yang terdampak akibat kebijakan pembatasan bus pariwisata di kawasan inti Sumbu Filosofi sejak awal 2026. Dengan konsep angkringan modern, Plataran Senopati menawarkan pengalaman makan malam yang unik dan ramah lingkungan.

    Latar Belakang Pembukaan Angkringan Plataran Senopati

    Pembukaan Angkringan Plataran Senopati tidak hanya bertujuan untuk menarik pengunjung, tetapi juga sebagai upaya para juru parkir (jukir) yang kehilangan lahan penghasilan mereka. Sebelumnya, para jukir mengandalkan pendapatan dari kendaraan besar seperti bus pariwisata. Namun, setelah kebijakan pembatasan tersebut diterapkan, lahan parkir mereka menjadi kosong dan tidak lagi digunakan.

    Para jukir memutuskan untuk membentuk koperasi dan mengumpulkan modal bersama. Modal awal sebesar Rp 102 juta berasal dari iuran 68 anggota yang masing-masing menyetor Rp 1,5 juta. Uang tersebut digunakan untuk membangun gerobak, instalasi lampu, hingga perkakas dapur. Kini, tempat ini menjadi pusat kuliner yang lebih tertata dan ramah lingkungan.

    Konsep Angkringan Modern

    Plataran Senopati mengusung konsep angkringan modern dengan suasana yang nyaman dan bersih. Ketua Koperasi Senopati, Harjito, menjelaskan bahwa penutupan akses bus pariwisata memberikan dampak besar bagi komunitas. Ia menyebut bahwa ketergantungan pada kendaraan kecil atau mobil pribadi tidak cukup untuk menopang pendapatan anggota yang jumlahnya ratusan orang.

    “Selama ini kalau kita dikatakan mati, ya mati betul, karena sudah tidak bisa apa-apa (sejak bus dilarang). Padahal komunitas di sini kalau dihitung dengan keluarga dan anak-anaknya bisa sampai 1.500 jiwa. Mereka sulit untuk makan,” ujarnya.

    Kini, area parkir yang sebelumnya sepi berubah menjadi kawasan kuliner dengan konsep dapur bersih yang lebih tertata. Angkringan Plataran Senopati menjadi ruang usaha bagi puluhan UMKM dengan sajian khas seperti nasi kucing, sate usus, dan wedang ronde. Seluruh makanan yang dijual merupakan titipan para pedagang yang tengah berupaya bangkit kembali.

    Pengelolaan Harga dan Menu

    Koordinator Plataran Senopati, Andi Irwanto, menegaskan bahwa pihak yang ikut andil dalam Plataran Senopati berkomitmen melawan praktik “ngepruk” atau memasang harga di luar batas kewajaran. Menu dan harga pun sudah tertera sehingga pengunjung bisa melihatnya langsung.

    “Sudah ada daftar harga dan menu, semua tertera. Aman, tidak ada nuthuk. Menu harian semua khas Yogya, ada ronde, jahe, sereh, dan macam-macam. Intinya kita main aman saja soal harga agar warga juga mau datang,” tegasnya.

    Jam Operasional dan Fasilitas

    Operasional Plataran Senopati dimulai dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB. Sejumlah fasilitas seperti toiler juga disediakan tepat di depan Bank Indonesia. Menurut aturan dari Wali Kota Yogyakarta, last order di Plataran Senopati adalah pukul 23.00 WIB sehingga pukul 00.00 WIB mereka sudah tutup.

    “Sementara seperti itu, arahan dari Pak Wali Kota untuk operasionalnya dari jam 16.00 sore sampai jam 24.00 malam. Jam 23.00 WIB last order. Jadi, jam 24.00 sudah clear,” paparnya.

    Di Plataran Senopati, wisatawan bisa menikmati syahdunya malam Titik Nol Kilometer tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

    Diskusi dengan Pemerintah Kota

    Dibangunnya Plataran Senopati merupakan hasil diskusi panjang dengan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Salah satu titik di sisi barat TKP Senopati kini resmi ditutup dan dialihfungsikan menjadi kawasan kuliner untuk penataan area tersebut. Sementara itu, kendaraan kecil seperti Elf dan mobil pribadi diarahkan ke sisi tengah dan timur agar alur pergerakan tetap tertib.

    “Apalagi banyak teman-teman yang kemarin sempat ambil pinjaman modal di bank sebelum tahu ada kebijakan penutupan bus ini. Jadi kita betul-betul kebingungan. Harapannya dengan ini (sentra kuliner) laku, ekonomi bisa terangkat lagi,” ungkapnya.

    Konsep Penataan Kawasan

    Koordinator Plataran Senopati, Andi Irwanto, menjelaskan konsep penataan kawasan yang tengah diterapkan. Ia menyebut bahwa konsep tersebut mengacu pada arahan Wali Kota Yogyakarta dengan model pemberdayaan seperti yang diterapkan di Alun-Alun Utara. Salah satu fokus utama adalah penerapan konsep dapur bersih serta pengelolaan UMKM yang lebih terstruktur di kawasan tersebut.

    “Dapur bersih itu otomatis kita tidak masak-memasak, cuma air saja yang dimasak. Lainnya titipan semua dari eks pedagang Senopati dan teman-teman UMKM. Saat ini ada 33 pedagang lapak, 20 pedagang asongan, dan 15 jukir yang ikut berdaya di sini,” urainya.

    Skema ini diharapkan dapat kembali menggerakkan roda ekonomi para pedagang lama maupun pelaku UMKM yang terlibat. Pada akhirnya, kawasan Senopati ditargetkan menjadi sentra kuliner yang lebih tertata, produktif, dan berdaya saing.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Tujuh Kuliner Khas Kediri yang Membuat Ketagihan, Mulai dari Tahu Takwa hingga Sate Bekicot

    By adm_imr11 Mei 20261 Views

    Lewat Freshly, Susu Segar Berkualitas dari Peternak Lokal Hadir di Hometown Artisan Dairy

    By adm_imr11 Mei 20263 Views

    Jangan Gunakan Talenan Plastik untuk Memotong 2 Bahan Ini, Ini Alasannya

    By adm_imr11 Mei 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Live Streaming Persekat vs Persiba Balikpapan di Playoff Degradasi dengan Live Score

    11 Mei 2026

    Bahaya Seblak untuk Perempuan, Benarkah Picu Kista?

    11 Mei 2026

    4 Fakta Penangkapan Ashari, Kiai Cabul Asal Pati di Wonogiri: Suara Tembakan Saat Penangkapan Pagi

    11 Mei 2026

    Kampung Jepang Surabaya, Dari Sampah Jadi Wisata Viral

    11 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?