Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Pers sebagai Pilar Keempat Demokrasi, Nurcholis Basyari Tekankan Peran Kontrol Sosial

    25 Juni 2026

    Operasi Patuh Semeru 2026: 9 Pelanggaran yang Diburu Polrestabes Surabaya

    25 Juni 2026

    6 shio beruntung ini bisa dapatkan kekayaan mendadak di tahun kuda api 2026, apa saja?

    25 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 25 Juni 2026
    Trending
    • Pers sebagai Pilar Keempat Demokrasi, Nurcholis Basyari Tekankan Peran Kontrol Sosial
    • Operasi Patuh Semeru 2026: 9 Pelanggaran yang Diburu Polrestabes Surabaya
    • 6 shio beruntung ini bisa dapatkan kekayaan mendadak di tahun kuda api 2026, apa saja?
    • Ibu 2 anak tewas setelah digigit kucing liar saat mencuci baju, luka kecil jadi maut
    • Transmisi Ajaran Imam Lapeo di Tengah Keragaman Sosio-Religius
    • 7 Penyebab Gangguan Kandung Kemih pada Kehamilan Akhir
    • Akhir Pekan di Serang? Cari Oleh-Oleh Khas Banten di 5 Tempat Terdekat Jalan Tol
    • Ratusan Motor Listrik di Gudang BGN Jadi Tanda Korupsi Dadan Hindayana Cs
    • Baru Tiba di Stasiun Tugu? Ini Jalan ke Taman Pintar Yogyakarta
    • Terjemahan Lirik Lagu “Rumour Has It” Adele: Semoga Tuhan Melindungi Mu
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Daerah»Kampung Jepang Surabaya, Dari Sampah Jadi Wisata Viral

    Kampung Jepang Surabaya, Dari Sampah Jadi Wisata Viral

    adm_imradm_imr11 Mei 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kampung Jepang di Surabaya: Dari Sampah ke Wisata Tematik yang Menarik

    Kampung Jepang di Manukan, Surabaya, adalah sebuah kisah sukses dari perubahan besar-besaran. Dahulu, kawasan ini merupakan lahan pembuangan sampah yang penuh dengan limbah dan barang bekas. Kini, tempat tersebut telah berubah menjadi destinasi wisata tematik yang menarik perhatian banyak pengunjung.

    Seluruh ornamen seperti lampion hingga dekorasi sakura dibuat dari barang bekas hasil kreativitas warga setempat. Hal ini membuat kampung tersebut tidak hanya indah, tetapi juga ramah lingkungan. Pengunjung dapat menikmati suasana khas Jepang sambil melihat bagaimana masyarakat lokal mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai.

    Kampung wisata ini kini ramai dikunjungi untuk foto, sewa kimono, hingga kegiatan komunitas dan event budaya. Lokasinya terletak di Jalan Manukan Lor RT 5 RW 1, Banjar Sugihan, Kecamatan Tandes, Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

    Perubahan yang Dimulai dari Gotong Royong

    Di balik perubahan itu ada sosok I Komang Sujana, bersama warga setempat yang sejak 2019 mulai menyulap lahan kumuh menjadi destinasi wisata kreatif bernuansa negeri Sakura. Ia mengatakan bahwa tujuan awalnya adalah mengubah kampung ini menjadi kampung yang menghasilkan dan menarik masyarakat.

    “Saya ingin mengubah kampung ini jadi kampung yang menghasilkan dan menarik masyarakat. Dulu gundukan sampah, kasur, gragal, kayu, jaman dulu. Sekarang sudah bisa dinikmati,” kata Ketua Tim Kreatif Kampung Jepang, I Komang Sujana.

    Lampion dari Paralon Bekas

    Komang menceritakan, awal mula pembangunan Kampung Jepang dimulai dari gerakan membersihkan lingkungan sekitar. Barang-barang bekas yang sebelumnya dianggap sampah, kemudian dimanfaatkan menjadi dekorasi dan spot foto. Salah satunya adalah lampion yang dibuat dari paralon bekas. Pipa tersebut dipotong sepanjang sekitar 50 sentimeter lalu dipoles menjadi hiasan lampion di pintu masuk kampung.

    Tak hanya itu, kayu-kayu sisa material bangunan juga dicat ulang dan dijadikan ornamen bernuansa Jepang. Berkat gotong royong warga, lahan seluas sekitar 30 x 30 meter kini berubah menjadi kawasan wisata kecil dengan nuansa khas Jepang.

    Sewa Kimono hingga Tempat Prewedding

    Tak sekadar menawarkan spot foto, Kampung Jepang Surabaya juga menyediakan penyewaan pakaian tradisional Jepang. Pengunjung dapat menyewa yukata dan berbagai aksesoris pelengkap dengan harga mulai Rp25 ribu. Komang menyebut, tersedia sekitar 100 pasang pakaian yang bisa dipilih pengunjung untuk berfoto maupun berjalan-jalan di area kampung wisata.

    Selain itu, lokasi ini juga sering digunakan untuk berbagai kegiatan seperti prewedding, ulang tahun, arisan hingga gathering komunitas. “Kami juga pernah cooking class kerja sama dengan mahasiswa bikin mochi. Untuk paket kami juga punya souvenir pohon sakura kalau ada studi tiru,” ujarnya.

    Daya Tarik Kampung Jepang Surabaya

    • Ornamen dibuat dari barang bekas
    • Ada penyewaan yukata dan aksesoris Jepang
    • Spot foto bernuansa negeri Sakura
    • Bisa digunakan untuk prewedding dan gathering
    • Pernah menggelar cooking class membuat mochi
    • Menjadi bagian kawasan wisata Wetan Wonderland

    Berawal dari Semangat Kearifan Lokal

    Komang bersama tim kreatif dan karang taruna mengaku terus mengembangkan Kampung Jepang bukan hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga ruang edukasi lingkungan dan budaya. Usaha tersebut membuahkan hasil. Kampung Jepang berhasil menorehkan prestasi di berbagai ajang seperti Surabaya Smart City dan Kampung Surabaya Hebat.

    “Yang tidak mungkin jadi mungkin, saya ubah kampung ini dan mendapatkan prestasi. Pencapaian itu jadi senjata untuk memberikan motivasi mental kepada warga,” katanya.

    Menurut Komang, konsep utama yang dijual bukan hanya dekorasi Jepang, tetapi juga nilai kearifan lokal masyarakat kampung. “Kami memotivasi bahwa yang kami jual itu kearifan lokal. Sosial, ekonomi, budaya dan adab kampung kita,” ujarnya.

    Jadi Tempat Edukasi dan Wisata Kreatif

    Selain wisata foto, Kampung Jepang juga membuka kerja sama kegiatan edukasi seperti pelatihan tari budaya, pembuatan biopori, hingga pemanfaatan limbah plastik menjadi kerajinan. Komang berharap, kampung tersebut bisa berkembang menjadi kampung madani yang memberi manfaat ekonomi sekaligus edukasi bagi warga sekitar.

    Kampung Jepang Surabaya buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB. Kawasan ini bahkan pernah dikunjungi Konsulat Jenderal Jepang dan sejumlah tokoh dari berbagai daerah untuk berbagi konsep wisata kreatif.

    Ke depan, Komang berencana memperbarui area panggung menjadi spot podcast, dan membangun area open bar untuk tempat berkumpul warga dan karang taruna. Dari Kampung Jepang, kawasan tersebut kini berkembang dengan konsep tematik lain seperti Kampung Bali, hingga terbentuk kawasan wisata yang dikenal sebagai Wetan Wonderland.




    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Operasi Patuh Semeru 2026: 9 Pelanggaran yang Diburu Polrestabes Surabaya

    By adm_imr25 Juni 20260 Views

    Festival of Joy: Perayaan Komunitas Penggemar BMW Jawa Timur

    By adm_imr25 Juni 20261 Views

    Dua Jemaah Haji Kediri Meninggal di Tanah Suci

    By adm_imr25 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pers sebagai Pilar Keempat Demokrasi, Nurcholis Basyari Tekankan Peran Kontrol Sosial

    25 Juni 2026

    Operasi Patuh Semeru 2026: 9 Pelanggaran yang Diburu Polrestabes Surabaya

    25 Juni 2026

    6 shio beruntung ini bisa dapatkan kekayaan mendadak di tahun kuda api 2026, apa saja?

    25 Juni 2026

    Ibu 2 anak tewas setelah digigit kucing liar saat mencuci baju, luka kecil jadi maut

    25 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?