Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Rifaldy Fajar, Peneliti Muda yang Viral karena Dugaan Penelitian Palsu, Beri Klarifikasi

    31 Mei 2026

    IIMS Surabaya 2026: Danamon dan Adira Tawarkan Bunga 1,7 Persen, Cek Promo!

    31 Mei 2026

    Dewi Perssik Kembali Kuliah, Pilih Psikologi Jadi Ibu Lebih Baik

    31 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 1 Juni 2026
    Trending
    • Rifaldy Fajar, Peneliti Muda yang Viral karena Dugaan Penelitian Palsu, Beri Klarifikasi
    • IIMS Surabaya 2026: Danamon dan Adira Tawarkan Bunga 1,7 Persen, Cek Promo!
    • Dewi Perssik Kembali Kuliah, Pilih Psikologi Jadi Ibu Lebih Baik
    • KPK usut suami dan 2 anak Bupati Fadia terkait dana korupsi miliaran rupiah
    • 5 Restoran Thailand di Malang 2026 dengan Rasa Autentik dan Nuansa Modern
    • Doa Berkurban Sesuai Sunnah Nabi, Dibaca Saat Penyembelihan Hewan
    • Nasib Bayi Santriwati di Pekalongan, Ibu Akui Hamil Tanpa Hubungan
    • Cara Masak Daging Kurban Empuk dalam 17 Menit, Tanpa Presto, Pakai Jeruk dan Garam
    • 10 Beasiswa 2026 yang Masih Dibuka Akhir Mei untuk Siswa dan Mahasiswa, Warga Kaltim Bisa Daftar
    • Gunakan APBN, Prabowo Kurban 1.098 Sapi, Tips Simpan Daging di Kulkas
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hukum»4 Fakta Penangkapan Ashari, Kiai Cabul Asal Pati di Wonogiri: Suara Tembakan Saat Penangkapan Pagi

    4 Fakta Penangkapan Ashari, Kiai Cabul Asal Pati di Wonogiri: Suara Tembakan Saat Penangkapan Pagi

    adm_imradm_imr11 Mei 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penangkapan Kiai Cabul di Wonogiri

    Pada hari Kamis (7/5/2026) pagi, seorang kiai cabul yang berasal dari pondok pesantren di Kecamatan Tlogowungu, Pati, akhirnya berhasil ditangkap saat melarikan diri ke Wonogiri. Penangkapan terjadi di Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, dan berlangsung sekitar pukul 04.30 WIB atau sesaat setelah waktu subuh.

    Warga mengaku sempat mendengar satu kali suara tembakan saat penangkapan berlangsung. Meskipun tidak semua warga mengetahui secara langsung kejadian tersebut, beberapa orang yang dekat dengan lokasi menyebutkan bahwa suara tembakan itu mungkin hanya sebagai peringatan.

    Fakta-Fakta Terkait Penangkapan

    1. Penangkapan Usai Subuh
      Seorang sumber yang ditemui TribunSolo.com membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia menyebut Ashari diamankan sekitar pukul 04.30 WIB atau sesaat setelah waktu subuh. Penangkapan berlangsung relatif senyap sehingga sebagian besar warga tidak mengetahui kejadian tersebut secara langsung.

    2. Pelaku Tiba Sehari Sebelumnya
      Berdasarkan keterangan warga, Ashari diketahui sudah berada di Desa Bakalan sejak Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Ia datang menggunakan ojek dari wilayah Kecamatan Purwantoro. Sesampainya di desa, Ashari kembali berganti ojek untuk menuju sebuah kompleks makam yang berada di puncak bukit, lokasi yang cukup jauh dari permukiman warga.

    3. Menginap di Rumah Warga
      Setibanya di lokasi, Ashari sempat menginap di salah satu rumah warga. Rumah tersebut memang kerap digunakan para peziarah untuk beristirahat, sehingga pemilik rumah tidak menaruh curiga. “Dia menginap di salah satu rumah warga. Tidak kenal, cuma numpang menginap karena lokasinya dekat dengan makam itu,” papar sumber tersebut.

    4. Ditangkap Saat Keluar Rumah
      Pada Kamis pagi, sebelum ditangkap, Ashari sempat meminjam sepeda motor milik warga dengan alasan hendak menemui temannya. Namun, saat berada di perjalanan, aparat langsung melakukan penangkapan. “Ditangkapnya sudah bukan di rumah warga, pagi itu pinjam sepeda motor, ngakunya untuk bertemu temannya. Lha pas keluar dan di jalan itu ditangkapnya,” jelas sumber tersebut.

    Proses Penangkapan oleh Tim Gabungan

    Penangkapan Ashari dilakukan oleh tim gabungan dari Polda Jawa Tengah, Polresta Pati, dan Polres Wonogiri. Kapolres Wonogiri, AKBP Wahyu Sulistyo, mengatakan proses penangkapan dilakukan melalui kolaborasi lintas kepolisian untuk mempercepat pengejaran terhadap tersangka kasus kejahatan seksual tersebut. “Tertangkap di Wonogiri oleh tim gabungan. Sudah diamankan dan dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh Polresta Pati dan Polda Jawa Tengah,” jelasnya.

    Menurut Wahyu, Polres Wonogiri memiliki peran penting dalam membantu koordinasi di lapangan, termasuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman saat proses penangkapan berlangsung. “Kita perlu berkolaborasi agar masyarakat paham bahwa yang akan ditangkap pelaku kejahatan seksual,” imbuhnya.

    Modus Pencabulan dengan Dalih Ritual

    Ashari diduga mencabuli santriwati dengan dalih ritual penyembuhan, menggunakan otoritas guru untuk mendoktrin korban agar patuh. Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, membenarkan penangkapan tersebut. AS ditangkap aparat kepolisian di Petilasan Eyang Gunungsari, Kabupaten Wonogiri, pada Kamis (7/5/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Penangkapan tersebut mengakhiri pelarian tersangka lintas provinsi.

    Dewi Intan, tim pendamping korban, mengungkapkan bahwa pelaku menggunakan narasi religius untuk memengaruhi korban. “Waktu awal dia merayu mereka dengan bilang bahwa hal ini bisa melunturkan semua penyakit yang ada di dalam badan,” ujar Dewi. Menurutnya, pelaku meyakinkan korban bahwa tindakan tersebut dapat menghilangkan “penyakit hati” maupun gangguan dalam tubuh. Dengan dalih tersebut, korban diduga dimanipulasi secara psikologis untuk menuruti permintaan pelaku.

    Tindakan Lanjutan oleh Kemenag

    Setelah kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan Pondok Pesantren Ndholo Kusumo mencuat, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati mulai mengambil langkah penanganan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memulangkan seluruh santri ke orang tua masing-masing sambil menunggu proses asesmen lanjutan.

    Kepala Kantor Kemenag Pati, Ahmad Syaiku, mengatakan pihaknya telah melakukan verifikasi faktual dan evaluasi terhadap pondok pesantren tersebut sebelum akhirnya merekomendasikan pencabutan izin operasional. “Pada 4 Mei sudah dilakukan verifikasi faktual di lapangan dan evaluasi ponpes, sehingga kami memutuskan merekomendasikan ponpes untuk dicabut izinnya. Dan Alhamdulillah tanggal 5 Mei kemarin, izin operasional ponpes sudah dinyatakan dicabut,” ujar Ahmad dalam konferensi pers di Mapolresta Pati, Kamis (7/5/2026).

    Seluruh santri kini telah dipulangkan kepada keluarga masing-masing. Untuk sementara waktu, proses pembelajaran dialihkan secara daring agar pendidikan mereka tetap berjalan. “Sekarang kami pulangkan ke orang tua masing-masing dan kemudian belajarannya dilaksanakan secara daring,” katanya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    KPK usut suami dan 2 anak Bupati Fadia terkait dana korupsi miliaran rupiah

    By adm_imr31 Mei 20263 Views

    Truk Modifikasi Tertangkap Bawa Ribuan Liter Solar, 4 Pelaku Diciduk

    By adm_imr31 Mei 20263 Views

    Tragis, Pria di Lombok Barat Tewas Dihakimi Massa Usai Diduga Mencuri, Video Penganiayaan Viral

    By adm_imr31 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Rifaldy Fajar, Peneliti Muda yang Viral karena Dugaan Penelitian Palsu, Beri Klarifikasi

    31 Mei 2026

    IIMS Surabaya 2026: Danamon dan Adira Tawarkan Bunga 1,7 Persen, Cek Promo!

    31 Mei 2026

    Dewi Perssik Kembali Kuliah, Pilih Psikologi Jadi Ibu Lebih Baik

    31 Mei 2026

    KPK usut suami dan 2 anak Bupati Fadia terkait dana korupsi miliaran rupiah

    31 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?