Perubahan Hubungan Rusia dan Amerika Serikat di Tengah Momentum Hari Kemenangan
Hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) menunjukkan adanya perubahan yang signifikan, meskipun ketegangan geopolitik masih terus berlangsung. Duta Besar Rusia untuk AS, Alexander Darchiev, menyebutkan bahwa sikap pemerintahan Amerika terhadap peringatan Hari Kemenangan kini berubah secara drastis dibanding beberapa tahun terakhir.
“Sikap pemerintah terhadap hari libur itu telah berubah, berubah secara radikal. Saya telah memperhatikan hal ini,” kata Darchiev kepada kantor berita Rusia RIA Novosti pada Kamis (7/5/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam resepsi peringatan Hari Kemenangan di Kedutaan Besar Rusia di Washington. Menurut Darchiev, perubahan atmosfer tersebut terlihat dari meningkatnya keterlibatan publik dan kehadiran unsur pemerintahan AS dalam kegiatan peringatan yang digelar oleh pihak Rusia.
Ia menjelaskan, selama dua tahun terakhir, pawai “Resimen Abadi” kembali digelar di pusat ibu kota Amerika dan area Kedutaan Besar Rusia. Tradisi tersebut dikenal sebagai agenda tahunan untuk mengenang korban dan veteran Soviet dalam World War II.
Darchiev menilai momentum Hari Kemenangan dapat membantu memulihkan normalitas hubungan Moskow dan Washington yang dalam beberapa tahun terakhir berada dalam titik terendah akibat konflik geopolitik dan perang di Ukraina.
Dalam resepsi tahun ini, perwakilan dari Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS dilaporkan turut menghadiri acara di Kedutaan Besar Rusia. Sementara itu, pawai “Resimen Abadi” yang berlangsung di Washington DC pada Sabtu lalu juga diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas warga Rusia maupun warga Amerika.
Sejarah dan Makna Hari Kemenangan
“Resimen Abadi” atau Immortal Regiment adalah gerakan peringatan publik yang berasal dari Rusia, di mana masyarakat berjalan dalam pawai sambil membawa foto anggota keluarga, kerabat, atau veteran yang ikut bertempur dan gugur dalam World War II, khususnya di Front Timur melawan Nazi Jerman.
Tradisi ini mulai populer di Rusia pada awal 2010-an dan kemudian menyebar ke berbagai negara sebagai simbol penghormatan terhadap pengorbanan generasi perang Soviet. Dalam pawai tersebut, peserta biasanya membawa potret leluhur mereka sambil berjalan bersama pada peringatan Hari Kemenangan setiap 9 Mei, sehingga “Resimen Abadi” dipandang sebagai simbol memori kolektif, patriotisme, dan penghormatan lintas generasi terhadap korban perang.
Peringatan Hari Kemenangan sendiri memiliki makna simbolis yang sangat besar bagi Rusia karena menandai kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman pada 1945. Di tengah hubungan Rusia-Barat yang masih penuh ketegangan, munculnya kembali aktivitas publik bersama dalam peringatan tersebut dipandang sebagai sinyal diplomatik yang menarik perhatian.
Arti Hari Kemenangan dalam Perspektif Nasional
Hari Kemenangan Rusia atau Victory Day diperingati setiap 9 Mei untuk mengenang kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam World War II. Tanggal tersebut merujuk pada penandatanganan final penyerahan tanpa syarat Jerman Nazi kepada Sekutu pada 1945, yang di wilayah Moskow sudah memasuki 9 Mei karena perbedaan zona waktu.
Bagi Rusia dan banyak negara bekas Uni Soviet, hari itu bukan sekadar peringatan sejarah militer, melainkan simbol pengorbanan nasional yang sangat mendalam. Uni Soviet mengalami kerugian manusia yang luar biasa besar dalam perang tersebut. Diperkirakan lebih dari 20 juta warga Soviet tewas, baik tentara maupun sipil. Karena itu, Hari Kemenangan memiliki dimensi emosional yang sangat kuat di Rusia.
Hampir setiap keluarga memiliki leluhur yang ikut berperang, gugur, atau terdampak perang. Itulah sebabnya peringatan ini sering dipenuhi nuansa penghormatan, kesedihan, kebanggaan nasional, dan memori kolektif lintas generasi.
Tradisi dan Simbol Peringatan
Salah satu kekhasan utama Hari Kemenangan di Rusia adalah parade militer besar di Red Square yang menampilkan pasukan, kendaraan tempur, sistem rudal, hingga teknologi militer terbaru. Parade ini menjadi simbol kekuatan negara sekaligus penghormatan terhadap veteran perang.
Selain parade resmi negara, masyarakat juga menggelar berbagai tradisi publik seperti konser patriotik, peletakan bunga di makam pahlawan, dan pawai Immortal Regiment, di mana warga membawa foto anggota keluarga yang pernah bertempur dalam perang.
Kekhasan lainnya adalah kuatnya narasi “Perang Patriotik Raya”, istilah yang digunakan Rusia untuk menggambarkan perjuangan Uni Soviet melawan Nazi Jerman sejak 1941 hingga 1945. Dalam memori nasional Rusia, perang tersebut dipandang sebagai perjuangan eksistensial untuk menyelamatkan tanah air dari kehancuran total.

Pesawat militer Rusia terbang di atas Kremlin Moskwa saat latihan parade udara untuk menghormati Hari Kemenangan perang Dunia II yang ke-75 di Moskow, Rusia, Senin (4/5). Rusia menunda rencana parade militer pada tanggal 9 Mei mendatang di Lapangan Merah Akibat pandemi COVID-19. Namun menurut Presiden Rusia Vladimir Putin gelaran parade udara dan kembang api akan tetap berlangsung. – (EPA-EFE/SERGEI ILNITSKY)

Presiden Rusia Vladimir Putin, tengah, berbicara sementara Leonid Pasechnik, pemimpin Republik Rakyat Luhansk yang memproklamirkan diri, kiri, Denis Pushilin, pemimpin Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri, kedua kiri, kepala Wilayah Kherson yang ditunjuk Moskow Vladimir Saldo, kedua kanan, dan kepala wilayah Zaporizhzhia yang ditunjuk Moskow Yevgeny Balitsky, kanan, berdiri di dekatnya selama perayaan menandai penggabungan wilayah Ukraina untuk bergabung dengan Rusia di Lapangan Merah di Moskow, Rusia, Jumat, 30 September 2022. Penandatanganan perjanjian-perjanjian yang menjadikan keempat wilayah itu sebagai bagian dari Rusia mengikuti penyelesaian referendum yang diatur oleh Kremlin. – (Sergei Karpukhin, Sputnik, Kremlin Pool Photo)
Makna Hari Kemenangan dalam Konteks Global
Bagi dunia, Hari Kemenangan memiliki arti historis yang sangat besar karena menandai berakhirnya salah satu rezim paling brutal dalam sejarah modern, yaitu Nazi Jerman. Kemenangan Sekutu, termasuk kontribusi besar Uni Soviet, mengakhiri perang paling mematikan dalam sejarah manusia dan membuka jalan bagi terbentuknya tatanan dunia pasca perang, termasuk lahirnya United Nations untuk mencegah konflik global serupa terulang kembali.
Di sisi lain, Hari Kemenangan juga memiliki dimensi geopolitik modern. Dalam beberapa tahun terakhir, peringatan ini sering menjadi panggung simbolik bagi Rusia untuk menunjukkan identitas nasional, kekuatan militer, dan posisi geopolitiknya di tengah ketegangan dengan Barat. Karena itu, makna Hari Kemenangan kini tidak hanya terkait sejarah masa lalu, tetapi juga berkaitan dengan cara Rusia memandang keamanan, patriotisme, dan perannya dalam tatanan dunia saat ini.







