Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    5 cara memilih celana pria sesuai bentuk tubuh untuk pas ideal

    14 Mei 2026

    Klasemen Akhir Bali United vs Borneo FC, Persib Bandung Kehilangan Poin

    14 Mei 2026

    Mengapa Pertumbuhan Ekonomi 5% Terasa Sepi di Kantong Kelas Menengah?

    14 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 14 Mei 2026
    Trending
    • 5 cara memilih celana pria sesuai bentuk tubuh untuk pas ideal
    • Klasemen Akhir Bali United vs Borneo FC, Persib Bandung Kehilangan Poin
    • Mengapa Pertumbuhan Ekonomi 5% Terasa Sepi di Kantong Kelas Menengah?
    • Prasasti Kuno Ungkap Lamongan Jadi Lumbung Pangan Sejak Zaman Airlangga
    • NTB Kunci Teluk Saleh: Wisata Berkembang, Ekologi Terjaga
    • Kemenkum Siapkan Uji Kompetensi Pengatur Undang-Undang
    • Kekacauan Ruang Digital, Menaker Yassierli Dorong Sertifikasi Komunikasi
    • Pemuda Malang Tewas Lawan Pencuri dengan Senter dan Kekuatan Hati
    • Porsi besar dan harga murah, ini rekomendasi western enak di Surakarta
    • Hari Tasyrik 2026: 28–30 Mei, Ini Alasan Puasa Dilarang bagi Umat Islam
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Daerah»Prasasti Kuno Ungkap Lamongan Jadi Lumbung Pangan Sejak Zaman Airlangga

    Prasasti Kuno Ungkap Lamongan Jadi Lumbung Pangan Sejak Zaman Airlangga

    adm_imradm_imr14 Mei 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Sejarah Agraris Lamongan yang Berusia Ribu Tahun

    Lamongan, sebuah kota di Jawa Timur (Jatim), tidak hanya dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional saat ini, tetapi juga memiliki sejarah panjang sebagai wilayah agraris yang maju sejak era kerajaan kuno. Bukti-bukti sejarah menunjukkan bahwa kawasan ini telah menjadi pusat pertanian, peternakan, hingga perdagangan hasil bumi sejak ribuan tahun lalu.

    Banyak prasasti peninggalan masa Raja Airlangga hingga Majapahit yang ditemukan di wilayah Lamongan dan sekitarnya memberikan bukti nyata tentang peradaban agraris yang sudah berkembang. Prasasti-prasasti tersebut mencatat adanya aktivitas pertanian dan perdagangan pangan yang sangat aktif.

    Jejak Pertanian Sejak Era Airlangga

    Pemerhati sejarah Lamongan, Supriyo, menjelaskan bahwa hampir seluruh prasasti masa Airlangga yang ditemukan di Lamongan menyebutkan aktivitas pertanian dan perdagangan pangan. Contohnya adalah Prasasti Cane, Patakan, Baru, Selorejo, atau Bularuk, yang menyebutkan perdagangan beras dan ternak.

    Istilah “adagan bras” dalam prasasti tersebut merujuk pada perdagangan beras, yang menjadi tanda bahwa Lamongan pada masa itu sudah menjadi daerah surplus pangan. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pertanian masyarakat telah berkembang maju, termasuk pengelolaan irigasi dan struktur desa pertanian.

    Sawah dan Peternakan Jadi Penopang Ekonomi

    Tidak hanya pertanian, kehidupan masyarakat Lamongan kuno juga didukung oleh sektor peternakan. Dalam beberapa prasasti ditemukan istilah seperti kbo untuk kerbau dan wdus yang berarti kambing. Kerbau digunakan untuk membajak sawah, sedangkan sapi dan kambing menjadi bagian penting dari ekonomi rumah tangga masyarakat desa.

    Supriyo menjelaskan bahwa pertanian pada masa itu tidak berdiri sendiri. Sawah, peternakan, dan perdagangan saling terhubung, membentuk ekonomi desa yang stabil.

    Masa Majapahit dan Perdagangan Rempah

    Tradisi agraris Lamongan terus berkembang hingga masa Majapahit. Pada era ini, Lamongan mulai masuk jaringan perdagangan komoditas bernilai tinggi. Prasasti Biluluk II mencatat berbagai komoditas seperti sahang (merica), kapulaga, cabe Jawa, kemukus, hingga kapas.

    Komoditas-komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi bagian penting dari perdagangan Nusantara. Keberadaan kapas diduga menjadi tanda berkembangnya aktivitas kerajinan tekstil masyarakat desa pada era Majapahit.

    Warisan Sejarah yang Masih Hidup

    Supriyo menilai bahwa predikat Lamongan sebagai lumbung pangan nasional saat ini merupakan kelanjutan dari tradisi agraris kuno yang sudah berlangsung sejak masa kerajaan. Hamparan sawah di Lamongan bukan hanya lahan pertanian modern, tetapi juga bagian dari warisan sejarah panjang peradaban Nusantara.

    Setiap musim tanam di Lamongan dinilai bukan hanya aktivitas ekonomi masyarakat, melainkan juga pengingat bahwa tradisi pertanian di kawasan tersebut telah hidup sejak zaman Airlangga hingga Indonesia modern.

    Kesimpulan

    Dari berbagai prasasti dan catatan sejarah, dapat disimpulkan bahwa Lamongan memiliki peradaban agraris yang sangat maju sejak ribuan tahun lalu. Mulai dari perdagangan beras, peternakan, hingga perdagangan rempah-rempah, semua menunjukkan bahwa kawasan ini telah menjadi bagian penting dari jalur ekonomi Nusantara. Tradisi ini masih terus berlanjut hingga saat ini, membuktikan bahwa warisan sejarah Lamongan tidak hanya tertulis dalam prasasti, tetapi juga hidup dalam kehidupan masyarakat setempat.




    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Jadwal Siaran Langsung Super League 2025-2026 Pekan 32: Semen Padang vs Persik Kediri

    By adm_imr13 Mei 20260 Views

    Tak Ada Reuni Manis! Dejan Jadi Ancaman Berbahaya bagi Persis Solo di Laga Kemenangan Persebaya Surabaya

    By adm_imr13 Mei 20261 Views

    Kronologi Pria Mojokerto Bunuh Mertua dananiaya Istri, Panik hingga Ditolak Berhubungan Badan

    By adm_imr13 Mei 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    5 cara memilih celana pria sesuai bentuk tubuh untuk pas ideal

    14 Mei 2026

    Klasemen Akhir Bali United vs Borneo FC, Persib Bandung Kehilangan Poin

    14 Mei 2026

    Mengapa Pertumbuhan Ekonomi 5% Terasa Sepi di Kantong Kelas Menengah?

    14 Mei 2026

    Prasasti Kuno Ungkap Lamongan Jadi Lumbung Pangan Sejak Zaman Airlangga

    14 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?