Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini: Kabut Merata, Suhu Turun ke 15 °C

    20 Mei 2026

    Jabatan Mentereng Ayah Ocha Peserta Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI

    20 Mei 2026

    Tujuh Gol Persebaya Surabaya Bawa Tim ke Peringkat 4

    20 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 20 Mei 2026
    Trending
    • Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini: Kabut Merata, Suhu Turun ke 15 °C
    • Jabatan Mentereng Ayah Ocha Peserta Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI
    • Tujuh Gol Persebaya Surabaya Bawa Tim ke Peringkat 4
    • Apa Itu Petty Cash? Fungsi dan Cara Kerjanya dalam Bisnis
    • Persib Kecam Perilaku Oknum Bobotoh, Denda Rp3,5 Miliar dan Laga Tanpa Penonton oleh AFC
    • Kapan 1 Dzulhijjah 2026? Jadwal Lengkap Puasa Tarwiyah, Arafah, dan Idul Adha
    • Ramalan Zodiak Pisces 16 Mei 2026: Rezeki Naik, Disiplin Dibutuhkan
    • Bija Coffee: Menawarkan Kopi Indonesia di Negeri Teh Inggris
    • Pemkot Makassar Evaluasi Sistem SPMB Selama Simulasi
    • Jadwal Kapal Pelni Tanjung Priok-Batam Mei 2026: Tiket Mulai Rp417.000, KM Kelud
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Bija Coffee: Menawarkan Kopi Indonesia di Negeri Teh Inggris

    Bija Coffee: Menawarkan Kopi Indonesia di Negeri Teh Inggris

    adm_imradm_imr20 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kehadiran Bija Coffee di London: Membawa Kopi Indonesia ke Pasar Global

    Di tengah keramaian St James’s Market yang terletak tidak jauh dari Piccadilly Circus, kota London, aroma kopi menyebar dari sebuah kedai kecil bernama Bija Coffee. Di tengah kota yang selama berabad-abad dikenal sebagai pusat budaya teh, kini kopi telah menjadi bagian dari ritme harian masyarakat. Dengan hadirnya deretan coffee shop global, kopi Indonesia mulai mencari tempatnya di pasar yang sangat kompetitif.

    Namun, kehadiran brand seperti Bija memunculkan pertanyaan yang lebih luas: apakah ini tanda daya saing nyata kopi Indonesia di pasar global, atau masih bertumpu pada narasi asal-usul dan kedekatan budaya?

    Bagi banyak bisnis diaspora, pasar awal biasanya terbatas pada komunitas sendiri. Namun Bija mencoba keluar dari pola itu. “Saat ini, lebih dari 80% pelanggan Bija adalah warga lokal London. Pada hari kerja, mayoritas merupakan pekerja kantor dari area St James’s Market, Piccadilly Circus, hingga Trafalgar Square. Banyak dari mereka adalah pelanggan tetap yang datang hampir setiap hari, bahkan beberapa mengonsumsi kopi hingga dua atau tiga kali sehari. Relasi ini berkembang menjadi cukup personal; barista kami mengenal preferensi minuman mereka tanpa perlu banyak penjelasan,” ungkap Devi Trianna, pendiri Bija Coffee.

    Di akhir pekan, komposisi pelanggan berubah, dengan kehadiran turis internasional dan diaspora Indonesia. “Namun, sejak awal kami tidak membangun bisnis ini hanya untuk diaspora Indonesia. Tujuan kami adalah menjangkau pasar lokal dan menjadi bagian dari kebiasaan konsumsi kopi warga London.”

    Data ini menunjukkan indikasi awal penetrasi pasar. Tetapi di kota seperti London, dengan budaya kopi yang sangat kompetitif, penetrasi bukan berarti dominasi.

    Strategi Diferensiasi di Pasar yang Matang

    Masuk ke pasar kopi London berarti berhadapan dengan standar yang sudah mapan, baik dari sisi origin maupun ekspektasi konsumen. “Masuk ke pasar utama London berarti berhadapan langsung dengan ekosistem kopi yang sangat matang dan kompetitif. Origin seperti Brasil, Kolombia, dan Ethiopia sudah lama menjadi standar di banyak coffee shop artisan atau specialty dan di chain coffee shop sekelas Costa, Nero, dan lainnya. Dalam konteks ini, membawa kopi Indonesia bukan hanya soal produk, tetapi soal membangun persepsi.”

    Strategi Bija bertumpu pada kombinasi adaptasi dan identitas. “Strategi kami berangkat dari dua hal: relevansi dan diferensiasi. Di awal, kami sengaja menggunakan origin Indonesia yang sudah dikenal di Eropa, seperti Sumatra Mandailing, Sumatra Lintong, dan Old Brown Java, sebagai ‘entry point’. Namun, kami menghadirkannya dalam kualitas grade 1 dengan pendekatan roasting yang berbeda disesuaikan dengan cita rasa kopi yang biasa dikonsumsi warga London.”

    Namun diferensiasi tidak hanya pada biji, melainkan juga pengalaman. “Nama-nama seperti ‘kopi susu’ atau ‘kopi tubruk’ sengaja dipertahankan. Dari rasa ingin tahu, terjadi dialog. Dari dialog, muncul keberanian untuk mencoba. Dari situ terbentuk penerimaan.” Pendekatan ini menunjukkan bahwa kompetisi tidak hanya terjadi pada kualitas produk, tetapi juga pada bagaimana produk tersebut dipahami.

    Antara Keberagaman dan Tantangan Struktural

    Di tingkat kebijakan, pemerintah Indonesia menempatkan kopi sebagai bagian dari strategi ekonomi yang lebih luas. Duta Besar Indonesia di Inggris, Desra Percaya, menekankan bahwa ekspansi ini bukan sekadar simbolik. “Ekspansi kopi Indonesia ke pasar Inggris tentu saja bukan hanya semata-mata terkait nation branding dan diplomasi budaya saja, tetapi ini adalah cerminan dari kondisi pertanian yang riil.”

    Ia menambahkan, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia, dengan luas perkebunan lebih dari 1,26 juta hektar, kapasitas produksi sebesar 832.000 ton pada tahun 2025, serta 60 indikasi geografis yang terdaftar secara internasional. Nilai ekspor kopi Indonesia mencapai USD 2,51 miliar (Rp38,9 triliun) selama periode 2021–2025, dengan tren pertumbuhan sebesar 28,44%.

    Keunggulan utama Indonesia, menurut Desra, terletak pada keberagaman. “Yang membedakan Indonesia dari banyak produsen lainnya adalah kedalaman keberagaman asal-usulnya… Setiap wilayah memiliki profil rasa yang khas… Inilah yang kami sebut sebagai mosaik sensorik Indonesia.” Namun, keunggulan ini juga membawa konsekuensi di tingkat operasional. Variabilitas rasa menuntut kontrol kualitas yang ketat di tingkat hilir, sesuatu yang diakui oleh pelaku usaha.

    “Menjaga konsistensi juga menjadi tantangan tersendiri, mengingat variabilitas kopi Indonesia yang cukup tinggi. Ini menuntut kami untuk bekerja sangat dekat dengan roaster dan menjaga standar yang ketat,” ujar Devi Trianna.

    Narasi Keberlanjutan dan Realitas Pasar

    Di pasar Inggris, isu keberlanjutan menjadi faktor penting dalam keputusan konsumen. Pemerintah Indonesia melihat ini sebagai peluang. “Isu sustainability bagi kami bukan compliance exercise tetapi justru harus menjadi competitive differentiator… sekitar 70 persen petani kopi Indonesia adalah perempuan… setiap cangkir kopi Indonesia yang diminum di London adalah kontribusi langsung pada penghidupan jutaan keluarga petani kecil,” kata Desra.

    Namun di tingkat bisnis, narasi ini perlu diterjemahkan menjadi pengalaman yang dapat dipahami konsumen. Devi Trianna menjelaskan, “Edukasi kami lakukan melalui pendekatan yang sederhana namun konsisten: pengalaman langsung. Kami mengadakan coffee cupping, memberikan sampel gratis… serta menyediakan informasi flavour notes…”

    Bija juga mencoba mengaitkan produk dengan nilai keberlanjutan secara konkret. “Beberapa kopi yang kami gunakan berasal dari wilayah yang tidak hanya fokus pada kualitas, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan… termasuk kawasan yang membantu melindungi habitat hewan langka seperti kukang… serta komunitas koperasi petani kopi yang mayoritas dikelola oleh petani kopi perempuan,” ujarnya.

    Di tengah kompetisi yang padat, pendekatan ini menghasilkan pertumbuhan, meski secara organik. “…jumlah pelanggan meningkat lebih dari 70% dalam satu tahun, serta adanya pengakuan dari industri seperti penghargaan Best New Coffee Shop of the year 2025 di ajang London Coffee Festival.”

    Pada akhirnya, Bija berdiri di antara dua dunia: sebagai bisnis independen yang harus bertahan di pasar yang sangat kompetitif, sekaligus sebagai representasi dari upaya lebih besar membawa kopi Indonesia ke panggung global.

    “Bagi kami, ini bukan sekadar menjual kopi Indonesia di London. Ini tentang membangun jembatan, antara budaya, rasa, pengalaman, dan kebiasaan,” kata Devi Trianna.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    5 Resep Camilan Kekinian dari Bahan Murah

    By adm_imr20 Mei 20262 Views

    10+ Tempat Wisata Bandung yang Seru Dikunjungi Akhir Pekan Ini!

    By adm_imr19 Mei 20261 Views

    5 resep pastry renyah dan manis, ide camilan akhir pekan

    By adm_imr19 Mei 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini: Kabut Merata, Suhu Turun ke 15 °C

    20 Mei 2026

    Jabatan Mentereng Ayah Ocha Peserta Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI

    20 Mei 2026

    Tujuh Gol Persebaya Surabaya Bawa Tim ke Peringkat 4

    20 Mei 2026

    Apa Itu Petty Cash? Fungsi dan Cara Kerjanya dalam Bisnis

    20 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?