Inovasi Seleksi Perangkat Desa di Ngerong, Pasuruan
Pada Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, proses seleksi perangkat desa mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya adalah DPRD Kabupaten Pasuruan yang mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan dalam menjalankan proses seleksi. Proses ini dinilai mampu menciptakan keterbukaan dan transparansi kepada masyarakat.
Live Streaming sebagai Bentuk Transparansi
Salah satu inovasi yang dilakukan oleh panitia seleksi adalah penyelenggaraan ujian secara live streaming. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk dapat menyaksikan langsung seluruh tahapan ujian yang dilakukan. Dengan demikian, masyarakat bisa melihat bahwa proses seleksi berjalan objektif, jujur, dan akuntabel.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menilai bahwa langkah ini sangat penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap proses seleksi aparatur pemerintahan desa. Ia menekankan bahwa transparansi dalam proses seleksi menjadi bagian penting untuk memastikan peserta yang lolos benar-benar memiliki kemampuan dan kompetensi yang baik.
Apresiasi Terhadap Panitia Seleksi
Samsul juga mengapresiasi panitia seleksi serta seluruh pihak yang terlibat karena telah menjaga integritas pelaksanaan ujian perangkat desa. Menurutnya, transparansi seperti ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem seleksi yang dilakukan.
Ia berharap pola seleksi terbuka seperti yang diterapkan Desa Ngerong dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Pasuruan. “Ke depan kami berharap pola seleksi yang terbuka dan profesional seperti ini bisa menjadi role model bagi desa lain agar melahirkan perangkat desa yang berkualitas, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Inovasi dan Pengawasan yang Ketat
Kepala Desa Ngerong, Jemik Sadiman, menjelaskan bahwa live streaming menjadi salah satu terobosan panitia untuk menjaga transparansi dan meminimalisir potensi intervensi selama proses seleksi berlangsung. “Ini salah satu inovasi dari panitia. Kami ingin masyarakat bisa ikut mengawasi jalannya ujian secara langsung sehingga prosesnya benar-benar terbuka,” katanya.
Selain disiarkan secara langsung, pelaksanaan ujian juga menggandeng tim penguji dari Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan guna memastikan proses penilaian berjalan objektif dan profesional.
Jemik menambahkan, sejak awal pembentukan panitia dirinya telah mengingatkan agar seluruh tahapan seleksi dilaksanakan sesuai regulasi dan ketentuan yang berlaku. “Dari awal saya sudah berpesan agar panitia berhati-hati dan tidak menabrak aturan. Alhamdulillah seluruh tahapan berjalan baik,” jelasnya.
Hasil Seleksi yang Menggembirakan
Dari hasil seleksi tersebut, peserta atas nama Moh Arief Indra Utama berhasil meraih nilai tertinggi dengan skor 79. Posisi berikutnya ditempati Fajrul Falah dengan nilai 77, Helmi Nopriyadi 71, Rofiatul Akdaniah 69, dan Hanim Suwesti 67.





