Kecemasan atas Aksi Penjambretan terhadap WNA di Jakarta
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Kevin Wu, menyampaikan kekhawatirannya terhadap aksi penjambretan yang menimpa warga negara asing (WNA) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Peristiwa ini viral di media sosial pada Rabu (14/5/2026), dan menurut Kevin, menjadi tamparan bagi citra Jakarta yang sedang berupaya menjadi kota global.
“Saya sangat prihatin dan mengecam keras aksi penjambretan terhadap WNA di kawasan Bundaran HI. Ini bukan sekadar kasus kriminal jalanan biasa, karena lokasinya adalah salah satu wajah utama Jakarta,” kata Kevin dalam pernyataannya, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, Bundaran HI merupakan etalase ibu kota sekaligus simbol Jakarta modern yang kerap dikunjungi wisatawan dan masyarakat internasional. Oleh karena itu, ia menilai keamanan di ruang publik harus menjadi prioritas utama Pemprov DKI Jakarta.
“Kalau di kawasan seikonik Bundaran HI saja orang masih bisa dijambret, maka ini harus menjadi alarm serius bagi Pemprov DKI dan aparat keamanan,” ujarnya.
Kevin menegaskan bahwa konsep kota global tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, gedung pencakar langit, maupun event internasional semata. Menurutnya, rasa aman bagi warga maupun wisatawan asing justru menjadi indikator utama sebuah kota global.
“Jakarta ingin menjadi kota global, tapi kota global tidak boleh hanya bicara gedung tinggi, event internasional, dan slogan saja. Yang paling dasar adalah rasa aman di ruang publik,” tuturnya.
Ia meminta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, lebih serius menjaga keamanan Jakarta, baik bagi warga lokal maupun wisatawan asing. Ia mengingatkan bahwa kasus kriminal yang viral dapat merusak citra Jakarta di mata internasional.
“Kejadian seperti ini kalau dibiarkan berulang akan merusak image Jakarta di mata publik, wisatawan, investor, dan komunitas internasional. Satu video viral tentang turis dijambret bisa menghapus banyak narasi promosi kota yang dibangun dengan biaya besar,” kata Kevin Wu.
Ia juga mengingatkan agar Jakarta tidak dikenal dunia karena tingginya kriminalitas di ruang publik.
“Jangan sampai Jakarta dikenal dan menjadi global bukan karena kemajuannya, tapi karena orang merasa tidak aman saat berjalan di ruang publik,” ucapnya.
Kevin mendorong peningkatan pengamanan di kawasan strategis melalui patroli terpadu bersama aparat kepolisian, koordinasi lintas dinas, hingga penambahan kamera pengawas atau CCTV. Menurut dia, langkah pencegahan harus diperkuat dan tidak hanya bergerak setelah kasus viral di media sosial.
“Keamanan warga dan wisatawan harus menjadi prioritas. Jangan tunggu viral dulu baru bergerak,” ujarnya.
Ia menambahkan, menjaga keamanan ruang publik sama artinya dengan menjaga wajah dan martabat Jakarta sebagai ibu kota yang tengah menuju kota global.
“Pemerintah daerah harus punya sistem pencegahan, bukan hanya reaksi setelah kejadian tersebar di media sosial. Karena menjaga keamanan ruang publik sama artinya dengan menjaga wajah dan martabat Jakarta,” pungkasnya.
Tiga Korban dalam Sebulan
Aksi kriminalitas di Jakarta mulai menyasar warga negara asing atau WNA. Dalam sebulan terakhir, tiga WNA dari negara berbeda menjadi korban jambret di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Dari ketiga korban, yang menjadi sasaran adalah ponsel mereka.
Dua di antaranya berhasil terekam kamera dashboard mobil pengendara yang kebetulan melintas saat kejadian.
WN Jerman
Seorang WN Jerman dijambret saat hendak menyeberang jalan di dekat Posbloc, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Minggu (19/4/2026). Aksi penjambretan itu terjadi sekira pukul 16.00 WIB, dan terekam oleh kamera dashboard mobil yang melintas, lalu diunggah ke media sosial.
Dari video tersebut terlihat pelaku jambret adalah dua orang yang naik sepeda motor. Mereka melintas di Jalan Lapangan Banteng Utara, kemudian naik ke trotoar di depan Sekolah Santa Ursula. Kedua pelaku terlihat mendekati seorang pria yang membawa tas ransel besar dan berdiri di dekat pelican crossing. Pelaku yang dibonceng lantas merampas ponsel pria yang belakangan diketahui merupakan WN Jerman itu, dan langsung kabur melaju kencang.
Si WNA sempat mengejar pelaku jambret itu, namun tak berhasil. Tiga hari berselang, polisi berhasil menangkap dua pelaku penjambretan WN Jerman itu. Dua pemuda itu berinisial Y dan F, ditangkap di wilayah Rawa Badak, Jakarta Utara, pada Rabu (22/4/2026).
WN Italia
Terkini, seorang WN Italia berinisial CL menjadi korban jambret saat sedang memesan transportasi online di kawasan Bundaran HI, Menteng Jakarta Pusat, Kamis (14/5/2026), sekitar pukul 16.10 WIB. Aksi nekat pelaku ini terekam oleh kamera dashcam salah satu kendaraan yang melintas di lokasi, dan videonya viral di media sosial.
Dalam rekaman video yang beredar, korban awalnya terlihat sedang berdiri di pinggir jalan sembari memainkan telepon genggamnya. Tak berselang lama, muncul seorang pelaku yang mengendarai sepeda motor berwarna merah. Pelaku langsung memepet posisi korban dan dengan cepat merampas ponsel dari genggaman WNA tersebut.
Sadar menjadi korban kejahatan, WNA asal Italia itu sempat berusaha melakukan perlawanan dengan mengejar pelaku. Namun nahas, korban justru terjatuh hingga tersungkur di atas aspal jalanan dekat Bundaran HI. Sementara itu, pelaku yang sudah mendapatkan barang jarahannya langsung memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi dan berhasil melarikan diri.

WN Polandia
Sebelumnya, pihak kepolisian juga sempat menangani kasus penjambretan serupa yang menyasar WNA asal Polandia bernama Andrezej Skorski di lokasi yang berbeda, tepatnya di kawasan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat. Di mana dalam video yang diunggah di akun Instagram @polsekmetromenteng, pada Jumat (15/5/2026), WN Polandia itu berterimakasih karena ponselnya yang dicuri telah ditemukan.
“Halo, nama saya Andrezej Skorski, saya warga Polandia. HP saya dicuri dan saya menghubungi Polsek Metro Menteng Dan setelah 24 jam, saya mendapat informasi dari pihak kepolisian bahwa ponsel saya telah ditemukan. Saya mengapresiasi dan sangat berterima kasih kepada aparat Polsek Metro Menteng, karena mereka sangat profesional,” kata Andrezec pada video yang diunggah @polsekmetromenteng.






