Persebaya Surabaya berhasil menutup musim Super League 2025/2026 dengan kemenangan telak 5-0 atas Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (23/5/2026) malam. Hasil ini memastikan Green Force finis di empat besar klasemen akhir dengan koleksi 58 poin sekaligus mencatat enam pertandingan beruntun tanpa kebobolan.
Kemenangan besar tersebut terasa spesial karena Persebaya Surabaya tidak hanya produktif di lini depan, tetapi juga tampil sangat solid di sektor pertahanan. Bek asing Risto Mitrevski mengungkap rahasia di balik konsistensi Green Force menjaga gawang tetap steril pada penghujung musim.
Bagaimana Persebaya Surabaya Menutup Musim dengan Baik?
Persebaya Surabaya tampil dominan saat menghadapi Persik Kediri meski sempat mengalami tekanan pada awal pertandingan. Green Force akhirnya mampu menemukan ritme permainan hingga menguasai jalannya laga dan mencetak lima gol tanpa balas.
Bek Persebaya Surabaya Risto Mitrevski mengakui pertandingan terakhir musim ini tidak berjalan mudah sejak menit awal. Namun, dia menilai mentalitas tim menjadi faktor penting hingga Green Force bisa bangkit dan mengontrol permainan.
“Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Kami tidak memulai dengan cara terbaik, tetapi tim ini bisa langsung menemukan ritme permainan,” kata Risto.
Kemenangan atas Persik Kediri menjadi penutup ideal bagi Persebaya Surabaya setelah melalui musim panjang penuh tekanan. Selain memastikan posisi empat besar, Green Force juga mengakhiri kompetisi dengan catatan pertahanan terbaik dalam enam laga terakhir.
Dalam enam pertandingan tersebut, Persebaya Surabaya mencetak 22 gol dan sama sekali tidak kebobolan. Catatan itu menjadi sinyal kuat jika keseimbangan permainan Green Force mulai terbentuk pada akhir musim Super League 2025/2026.
Apa Rahasia Persebaya Surabaya Bisa Nirbobol Enam Laga?
Risto Mitrevski menegaskan keberhasilan menjaga cleansheet bukan hanya hasil kerja lini belakang semata. Menurutnya, seluruh pemain memiliki kontribusi besar, mulai dari penyerang hingga pemain cadangan yang masuk membantu menjaga intensitas permainan.
“Itu kerja seluruh tim, mulai dari penyerang sampai pemain yang masuk dari bangku cadangan,” ucapnya.
Persebaya Surabaya memang menunjukkan perubahan signifikan dalam organisasi permainan selama enam pekan terakhir. Tim asuhan Bernardo Tavares lebih disiplin menjaga jarak antarlini dan tampil agresif saat kehilangan bola.
Data pertandingan menunjukkan Green Force memakai formasi 4-3-3 Defending dalam lima pertandingan beruntun sebelum akhirnya tampil lebih menyerang melawan Persik Kediri. Pendekatan itu membuat Persebaya Surabaya lebih stabil saat menghadapi tekanan lawan, terutama dalam laga tandang.
Persebaya Surabaya memulai tren nirbobol saat menang 2-0 atas Malut United pada pekan ke-29. Setelah itu, Green Force menghajar Arema FC 4-0, menang 4-0 atas PSBS Biak, bermain imbang 0-0 kontra Persis Solo, membantai Semen Padang 7-0, lalu menutup musim dengan kemenangan 5-0 atas Persik Kediri.
Dari enam laga tersebut, Persebaya Surabaya mencatat lima kemenangan dan satu hasil imbang. Mereka juga hanya memberi sedikit ruang bagi lawan untuk menciptakan peluang berbahaya di area kotak penalti.
Seberapa Penting Peran Bernardo Tavares di Balik Kebangkitan Green Force?
Perubahan pendekatan taktikal Bernardo Tavares menjadi salah satu faktor penting di balik peningkatan performa Green Force. Pelatih asal Portugal itu membuat Persebaya Surabaya bermain lebih pragmatis saat tandang dan lebih efektif ketika mendapatkan peluang.
Dalam lima pertandingan awal tren nirbobol, Persebaya Surabaya konsisten memakai pendekatan 4-3-3 Defending. Strategi itu terbukti efektif untuk menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan, terutama ketika menghadapi lawan yang bermain agresif.
Ketika menghadapi Persik Kediri pada pekan terakhir, Green Force mulai berani tampil lebih ofensif dengan skema 4-3-3 Attacking. Hasilnya langsung terlihat karena Persebaya Surabaya mampu mencetak lima gol sekaligus tetap menjaga gawang tidak kebobolan.
Perubahan performa itu juga tidak lepas dari meningkatnya kepercayaan diri para pemain. Setelah sempat tampil inkonsisten pada pertengahan musim, Green Force berhasil menemukan momentum penting menjelang kompetisi berakhir.
Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo juga menjadi energi tambahan bagi skuad Persebaya Surabaya. Saat menghadapi Persik Kediri, pertandingan disaksikan 26.870 penonton yang terus memberikan dukungan sepanjang laga berlangsung.
Apakah Catatan Nirbobol Ini Jadi Modal Musim Depan?
Catatan enam laga tanpa kebobolan menjadi modal penting bagi Persebaya Surabaya untuk menyambut musim depan. Konsistensi lini belakang menunjukkan Green Force memiliki fondasi kuat untuk bersaing di papan atas Super League.
Risto Mitrevski menilai pencapaian tersebut harus menjadi motivasi agar Persebaya Surabaya tampil lebih baik lagi musim depan. Apalagi, Green Force berhasil menutup kompetisi dengan performa yang jauh lebih stabil dibanding beberapa bulan sebelumnya.
Selain produktif mencetak gol, Persebaya Surabaya juga mulai menemukan komposisi ideal di sektor pertahanan. Kombinasi organisasi permainan, disiplin taktikal, dan kerja sama seluruh pemain menjadi kekuatan utama Green Force pada akhir musim ini.
Jika tren positif tersebut bisa dipertahankan, Persebaya Surabaya berpeluang menjadi salah satu kandidat kuat perebut gelar musim depan. Apalagi, Green Force sudah menunjukkan mentalitas kompetitif saat menghadapi tekanan di fase akhir kompetisi.






