Keterangan Foto : Dyah Arum Sari bersama Irjen. Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum di Mabes Polri
Kota Malang– Wakil Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Dyah Arum Sari, S.H., S.S., M.Pd., C.ST MI memberikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang dinilai semakin bersih, transparan, dan terukur.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada Rabu, 1 Juli 2026. Dyah menegaskan bahwa reformasi internal yang konsisten dijalankan oleh Polri menjadi pondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Menurutnya, kepolisian saat ini jauh lebih responsif dan objektif, terutama dalam menangani berbagai penegakan hukum di masyarakat.
Secara khusus, Dyah menyoroti komitmen nyata Polri dalam memberikan perlindungan terhadap kaum rentan, terutama dalam penuntasan kasus kekerasan terhadap perempuan yang bermotif eksploitasi relasi kuasa. Isu kekerasan berbasis gender saat ini masih menjadi perhatian serius, di mana berdasarkan Catatan Tahunan Komnas Perempuan, angka kekerasan seksual di Indonesia mendominasi laporan dengan persentase mencapai 37,51%.
Fenomena penyalahgunaan wewenang atasan atau figur otoritas yang berujung pada tindakan pencabulan menjadi potret nyata ketimpangan kuasa yang harus diberantas tanpa pandang bulu.
”Saat ini kami tengah berkoordinasi dengan Polri dan Komnas Perempuan mendalami sebuah kasus dugaan perselingkuhan atas dasar paksaan atau coerced infidelity yang dilakukan oleh pengusaha bakery terhadap karyawannya di Malang”, tegasnya.
Dyah menyatakan apresiasinya kepada Polri yang sangat responsif dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan yang kini dilakukan secara cepat, bersih, dan terukur.
”Polri mampu menunjukkan empati tinggi sekaligus profesionalisme dalam menindak tegas para pelaku yang memanipulasi posisi atau jabatan mereka demi melakukan pencabulan maupun pemaksaan hubungan. Ini bukti nyata Polri hadir memberikan ruang aman bagi perempuan, ini patut diapresiasi”, ujar Dyah.
Lebih lanjut, Dyah yang juga dikenal sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Pascasarjana se Indonesia (HMPI) Bidang Perempuan dan Anak, berharap Polri terus mempertahankan tren positif ini melalui penguatan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) serta implementasi Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) secara progresif. Kolaborasi bersama elemen pemuda dinilai menjadi kunci utama untuk mewujudkan Indonesia yang aman, damai, dan berkeadilan.
”Apresiasi tertinggi untuk seluruh personel Bhayangkara yang mengabdi tanpa lelah di pelosok negeri demi menjaga kondusifitas bangsa dan melindungi hak-hak korban dari segala bentuk penindasan,” pungkas Dyah.
Penulis : Rudi Harianto







