Masa Kejuaraan Denice Zamboanga Berakhir
Denice “The Menace” Zamboanga, petarung Filipina yang sebelumnya menjadi Juara Dunia ONE Women’s Atomweight MMA, telah resmi melepaskan sabuk juara dunianya. Keputusan ini diambil setelah ia menyambut kelahiran anak pertamanya bersama suaminya, Fritz “Kid Tornado” Biagtan. Dalam sebuah unggahan emosional di media sosial, Zamboanga mengungkapkan bahwa ia akan sementara menepi dari kompetisi untuk fokus pada perannya sebagai ibu.
Ia menulis:
“Tuhan selalu memiliki rencana yang indah dalam hidup saya, dan saya percaya pada waktu-Nya dalam segala hal. Setelah banyak berdoa dan merenung, saya mengambil keputusan yang sulit untuk melepaskan gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight saya.”
Keputusan ini bukanlah akhir, melainkan jeda sementara. Zamboanga tetap berkomitmen untuk kembali bertanding di MMA di masa depan. Namun, saat ini, ia memilih untuk memberikan seluruh perhatiannya kepada sang buah hati.
Ia menambahkan:
“Walaupun saya melepaskan gelar, saya tidak meninggalkan olahraga yang saya cintai. Dunia tarung telah membentuk diri saya, dan jiwa petarung dalam diri saya akan selalu ada. Saat ini, hati dan fokus saya tertuju pada anugerah terbesar yang Tuhan percayakan kepada saya.”
Sejarah Baru Bagi Petarung Filipina
Zamboanga menciptakan sejarah sebagai petarung wanita pertama dari Filipina yang berhasil meraih gelar juara dunia MMA. Ia bergabung dengan ONE Championship pada 2019 dan langsung mencuri perhatian dengan kemenangan-kemenangan spektakuler. Dalam debutnya, ia mengalahkan Jihin “Shadow Cat” Radzuan, lalu menundukkan Mei “V.V” Yamaguchi lewat keputusan juri, dan menghentikan Watsapinya “Dream Girl” Kaewkhong hanya dalam 88 detik.
Tiga kemenangan beruntun tersebut membuatnya menjadi salah satu kekuatan utama di divisi atomweight wanita. Meskipun mengalami dua kekalahan beruntun dari Ham Seo Hee, Zamboanga tidak menyerah. Ia melakukan evaluasi, meningkatkan kemampuan striking dan grappling-nya, lalu kembali sebagai petarung yang lebih lengkap.
Hasilnya sangat jelas. Zamboanga mencatat tiga kemenangan beruntun atas Lin Heqin, Julie Mezabarba, dan Noelle “Lil’ Monkey” Grandjean. Penampilan demi penampilan membuatnya semakin matang dan akhirnya memperoleh kesempatan memperebutkan sabuk Juara Dunia ONE Women’s Atomweight MMA.
Kemenangan yang Mengubah Sejarah
Pada Januari 2025, Zamboanga memperebutkan sabuk Juara Dunia ONE Interim Women’s Atomweight MMA melawan Alyona Rassohyna di ONE Fight Night 27. Setelah ronde pertama yang ketat, ia tampil dominan pada ronde kedua. Rentetan elbow dan hammerfist yang tak henti-hentinya memaksa wasit menghentikan laga.
Kemenangan ini memberinya sabuk interim, bonus penampilan senilai US$50.000, dan tempat dalam buku sejarah sebagai petarung wanita Filipina pertama yang meraih gelar juara dunia MMA. Empat bulan kemudian, Stamp Fairtex, juara saat itu, mengalami kemunduran dalam proses pemulihannya dan melepaskan gelar tersebut, sehingga Zamboanga resmi naik menjadi Juara Dunia ONE Women’s Atomweight MMA.
Petarung Filipina ini awalnya dijadwalkan menjalani pertahanan gelar pertamanya melawan Ayaka “Zombie” Miura di ONE 173 di Tokyo pada November lalu. Namun, ia terpaksa mundur dari laga tersebut karena alasan medis. Keputusan untuk melepaskan gelar kini menjelaskan alasan di balik absennya tersebut.
Masa Depan yang Masih Menantikan
Untuk saat ini, Zamboanga meninggalkan takhta atomweight demi menjalani peran yang lebih besar sebagai seorang ibu. Ketika waktunya tiba, kejayaan di dunia bela diri akan tetap menantinya. Yang tidak akan berubah adalah sejarah yang telah ia torehkan bagi Filipina, dibangun melalui rekor profesional 12-2 dan tujuh kemenangan di organisasi seni bela diri terbesar di dunia.






