Marthino Lio Menghadapi Tantangan Ekstrem dalam Film Horor “Badut Gendong”
Marthino Lio kembali memperlihatkan kemampuannya sebagai aktor ternama di dunia perfilman Indonesia. Kali ini, ia mengambil peran utama dalam film horor terbaru berjudul Badut Gendong yang diproduksi oleh Magma Entertainment. Di bawah arahan sutradara Charles Gozali, Lio memerankan karakter Darso, sosok yang penuh dengan konflik dan luka emosional.
Peran ini menuntut persiapan fisik dan mental yang ekstra. Salah satu tantangan terberat adalah adegan laga yang harus dilakoninya sambil menutup mata. Meski begitu, Lio tetap tampil maksimal dan mendapatkan apresiasi dari penonton. Berikut beberapa hal menarik tentang proses syuting film ini.
1. Kru Stunt Sering Terkena Pukulan Selama Syuting
Peran Darso membawa tantangan yang tidak biasa bagi Lio. Ia beberapa kali harus berlari sambil menggendong boneka, menari, hingga melakukan adegan berkelahi dengan mata tertutup. Tantangan itu tentu tak mudah. Beruntung, ada tim stunt dan koreografi laga yang berpengalaman selama syuting berlangsung.
“Untungnya kita dapet tim koreo dan tim stunt yang oke. Di sini kita ada Kang Cecep dan ada Bang Joe,” ucapnya selama konferensi pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).
Namun karena harus berakting tanpa melihat, banyak kru stunt yang akhirnya jadi “korban” pukulan ngawur Marthino Lio selama syuting. Untungnya, suasana di set tetap cair dan penuh tawa.
“Anak-anak stunt-nya, mereka kuat-kuat karena banyak yang jadi korban gua. Tiba-tiba ‘pak’ ketabok, ‘Eh, sorry,’ terus melek ‘pak’ ketabok lagi. ‘Maaf bang’,” ucap Lio disambut tawa awak media.
Ada pula satu adegan ekstrem ketika Darso harus berlari dengan mata tertutup sambil dikejar mobil. Saat sang MC menggoda apakah latihan ini jadi persiapannya menuju proyek Si Buta dari Gua Hantu yang juga bakal digarap Magma Entertainment, Lio langsung salah tingkah.
“Aduh, gua enggak tahu deh. Mungkin. Enggak, enggak, enggak,” jawabnya.
2. Alasan Darso Jadi Karakter Favoritnya Selama Berkarier

Aktor peraih tiga Piala Citra ini juga mengaku kalau Darso adalah karakter paling spesial yang pernah ia mainkan sepanjang kariernya. Bagi Lio, tantangan terbesar justru datang dari bagaimana membuat penonton tetap bersimpati pada karakter anti-villain.
“Kenapa ya? Karena berasa menjadi sesuatu yang di ranah abu-abu tapi harus menarik simpati orang yang nonton film. Tapi juga yang kita tampilin itu bukan sesuatu yang baik. Itu kan sulit tuh. And I don’t know, mudah-mudahan sih berhasil ya,” ujarnya.
Karakter Darso memang bukan villain hitam-putih biasa. Ada luka, kehilangan, dan rasa marah yang perlahan membentuk dirinya menjadi sosok yang emosional. Hal itulah yang membuat Lio merasa peran ini punya lapisan emosi yang berbeda dibanding karakter-karakakter terdahulu yang ia mainkan.
3. Nyaris Kehilangan Peran Darso Saat Proses Casting

Di balik kesuksesan dalam memerankan Darso, ternyata ada cerita menarik lain yang sempat bikin Lio patah hati. Meski sebelumnya sudah bermain di film produksi Magma Entertainment, Tumbal Darah (2025), ia hampir gagal mendapatkan peran ini. Charles Gozali awalnya sempat ragu memakai Lio lagi karena ingin menjaga kesegaran karakter dalam semesta Qodrat.
“Pak CG (Charles Gozali) menawarkan, ‘Gimana kalau kita bawa muter dulu nih. Gua ada satu cerita judulnya Badut Gendong.’ (Lio membalas) ‘Oh mau mau mau, ayo pak.’ Terus, ‘Yo, kita tawarin ke orang lain dulu, ya’,” kenang Lio dengan nada sedih.
Ia bahkan sempat merasa kecewa karena menganggap dirinya sudah sangat cocok dengan karakter Darso. “Sedih gitu ya, ‘Kenapa bukan gua?’.”
Lucunya, beberapa kandidat lain yang sempat dipertimbangkan justru mundur karena merasa takut dengan kompleksitas karakter tersebut. Sampai akhirnya, peran Darso kembali lagi ke tangan Lio. Memang, jodoh takkan ke mana-mana.
“Habis itu ada temen yang sempet casting buat itu juga. Terus habis itu dia nelpon, ‘Gimana nih mas, aku takut nih karena bla bla bla.’ Enggak, lu harus ambil. Lu harus ngerasain syuting bareng Magma. Enak banget, enak banget. Terus habis itu enggak jadi, jadwal bentrok. Eh, balik lagi Darso ke gua,” akunya.







