Konflik Keluarga Ratu Sofya dan Orang Tuanya
Ratu Sofya, seorang aktris muda yang sedang menghadapi konflik keluarga dengan orang tuanya, telah mengirimkan somasi terkait pembagian honor dari film terbarunya. Langkah hukum ini memicu reaksi emosional dari sang ibu, Intan Masthura, yang menangis saat mengingat kembali perjuangan keluarganya dalam mendukung karier Ratu.
Peran Orang Tua dalam Karier Ratu Sofya
Intan Masthura mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun, keluarganya telah berjuang keras untuk mendukung impian Ratu Sofya. Mereka bahkan rela pindah dari Aceh ke Jakarta agar Ratu bisa memiliki akses lebih luas di dunia hiburan. Dalam wawancara, Intan menyampaikan rasa haru dan kepedulian terhadap putrinya, meskipun mereka kini terpisah jarak dan terlibat dalam konflik keuangan.
“Pintu rumah selalu terbuka 24 jam buat Ratu. Mau Ratu jadi bangkai pun, tinggal tulang belulang, Ratu tetap anak mama,” ujarnya dengan penuh perasaan.
Selain itu, Intan juga menitipkan pesan penting agar Ratu tidak pernah melupakan kewajiban ibadahnya. Ia mengaku selalu menyelipkan nama Ratu dalam doa-doa yang ia panjatkan setiap hari.
Pengakuan Ratu Sofya tentang Beban Mental
Sebelum sang ibu menyampaikan curahan hatinya, Ratu Sofya telah lebih dulu meluapkan beban mentalnya melalui media sosial pada Januari 2026. Ia mengaku merasa sangat lelah karena harus menjadi tulang punggung keluarga sejak usia muda. Ratu menjelaskan bahwa ia harus mengambil tawaran peran yang tidak sesuai dengan keinginannya demi memenuhi kebutuhan keluarga.
“Gue ngebiayain emak gue, bokap gue sakit. Itu hasil gue kerja dari kecil. Untuk memenuhi kebutuhan rumah juga,” katanya.
Beban ekonomi yang tinggi memaksa Ratu untuk mengesampingkan rasa tidak nyaman demi mendapatkan bayaran besar. Ia mengaku harus memainkan film dengan adegan yang tidak pantas demi keluarga.
Keputusan Keluar dari Rumah
Ratu Sofya mengungkapkan bahwa ia akhirnya memilih keluar dari rumah dan berhenti mengirimkan uang karena merasa hubungan dengan keluarganya sudah tidak sehat. Ia merasa interaksi di dalam keluarga selalu berputar pada masalah materi.
Keputusan tersebut sempat membuatnya menerima banyak komentar negatif di media sosial. “Keluarga gue ini nggak sehat. Di media sosial yang dibahas juga harta, duit, harta, duit, materi terus. Gue setop kirim uang ke nyokap gue karena gue merasa dimanfaatin, terus gue dikata-katain di sosial media,” ujarnya.
Kondisi Keuangan yang Tidak Seimbang
Selama tinggal bersama orang tuanya, Ratu mengklaim bahwa seluruh biaya hidup keluarga ditanggung oleh dirinya. Mulai dari biaya sekolah adik-adiknya, kuliah sepupunya, hingga biaya pengobatan rutin untuk ayah, ibu, dan pamannya. Namun, ia mengaku jarang bisa menikmati hasil kerja kerasnya karena sistem manajemen keuangan yang sepenuhnya diatur oleh orang tua.
“Selama ini gue syuting, duit nggak ada di gue. Yang tanda tangan kontrak orang tua gue. Nggak ada tuh duit di gue, nggak ada selama ini, sebelum gue keluar dari rumah,” ungkap Ratu.
Kondisi tersebut bahkan sempat membuatnya kesulitan keuangan untuk membeli kebutuhan pribadi sehari-hari. Ratu mengaku harus mencari penghasilan tambahan secara mandiri di luar kontrak syuting utamanya.
“Gue sampai ada satu titik dulu waktu gue masih tinggal di rumah, harus bikin video affiliate tanpa dibayar sama brand supaya gue bisa dapat komisi, supaya itu untuk uang jajan gue,” tutur Ratu.
Penutup
Konflik antara Ratu Sofya dan orang tuanya memperlihatkan bagaimana tekanan finansial dan perbedaan pendapat dapat memengaruhi hubungan keluarga. Meski demikian, Intan Masthura tetap menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang kepada putrinya, sementara Ratu Sofya berusaha mencari keseimbangan antara tanggung jawab keluarga dan kehidupan pribadinya.






