Perayaan Idul Adha 2026 dan Jadwal Puasa Tarwiyah serta Arafah
Masuknya bulan Zulhijah menjadi tanda dimulainya beberapa perayaan besar dalam Islam, salah satunya adalah Hari Raya Idul Adha. Idul Adha 2026 menjadi salah satu hari raya yang selalu dinantikan oleh umat Muslim setiap tahunnya.
Penetapan tanggal Idul Adha dilakukan melalui sidang isbat yang diadakan oleh Kementerian Agama, menggunakan metode hisab dan rukyat. Tanggal perayaan Idul Adha biasanya jatuh pada tanggal 10 Zulhijah. Meskipun hasil sidang isbat masih menunggu kepastian, jadwal libur nasional telah ditetapkan lebih awal.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, Rabu, 27 Mei 2026 ditetapkan sebagai libur nasional untuk Idul Adha 1447 Hijriah, sedangkan Kamis, 28 Mei 2026 menjadi cuti bersamanya.
Kalender Hijriah menjadi panduan bagi umat Islam dalam menjalani ibadah wajib dan sunnah. Beberapa hari besar seperti Idul Adha juga mengacu pada sistem penanggalan qamariyah ini. Salah satu ibadah sunnah yang dilakukan sebelum Idul Adha adalah puasa Tarwiyah dan Arafah.
Puasa Tarwiyah dan Arafah dilaksanakan pada tanggal 8 dan 9 Zulhijah. Bulan Zulhijah merupakan bulan ke-12 dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan haram, yaitu bulan yang dilarang melakukan segala bentuk kezaliman. Selain itu, bulan ini juga istimewa karena menjadi bulan yang sering dikunjungi oleh Rasulullah SAW untuk beribadah umrah.
Bulan Zulhijah juga menjadi penutup kalender Hijriah setelah Zulkaidah. Dalam bulan ini terdapat hari-hari besar, termasuk Idul Adha. Idul Adha dikenal sebagai Lebaran Haji atau Idul Qurban, karena pada hari tersebut sebagian umat Islam melaksanakan ibadah haji dan memperingati hari raya dengan penyembelihan hewan kurban.
Selain puasa Ramadan, sepuluh hari pertama bulan Zulhijah juga memiliki puasa sunnah, yaitu puasa Tarwiyah dan Arafah. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan kedua puasa tersebut karena keutamaannya yang besar.
Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah mengenai kapan awal bulan Zulhijah 1447 H akan dimulai. Ketetapan tersebut akan diambil berdasarkan hasil sidang isbat di akhir bulan Zulkaidah. Namun, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama (Kemenag) RI, Idul Adha 1447 H diprediksi jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Berdasarkan prediksi tersebut, puasa Arafah akan dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026, sedangkan puasa Tarwiyah akan dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026.
Tata Cara dan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah
Tata cara pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah sama dengan puasa sunnah lainnya. Perbedaan utamanya hanya terletak pada niat. Berikut tata cara lengkapnya:
- Membaca niat
- Makan sahur
- Menjaga perilaku dan perkataan serta segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa
- Berbuka puasa secara sunnah, yaitu dengan kurma dan air putih
- Memperbanyak doa dan zikir
Niat puasa Tarwiyah:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan Lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya berniat puasa Tarwiyah sunnah karena Allah.”
Niat puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan Lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya berniat puasa Arafah sunnah karena Allah.”
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah antara lain:
- Lebih Disukai oleh Allah SWT
Puasa pada tanggal 8 dan 9 Zulhijah termasuk amalan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah yang memiliki keistimewaan. Hal ini disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits:
“Tidak ada perbuatan yang lebih disukai Allah SWT daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Para sahabat ada yang bertanya, ‘Walaupun jihad di jalan Allah, ya Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Iya benar. Kecuali orang-orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian yang mati selama-lamanya (menjadi syahid).'”
- Menghapus Dosa Setahun Lalu dan Setahun yang Akan Datang
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa puasa di hari Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
“Puasa di hari Arafah menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
“Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.”






