Perseteruan Hukum Erin dengan Mantan Asisten Rumah Tangganya
Perseteruan hukum antara Rien Wartia Trigina, yang lebih dikenal sebagai Erin, dengan mantan asisten rumah tangganya (ART) telah menarik perhatian publik. Salah satu tokoh yang turut memberikan komentar adalah Firdaus Oiwobo. Ia tidak ragu menyebut bahwa Erin mengalami masalah kejiwaan.
Firdaus Oiwobo memberikan pandangan hukumnya terkait kasus yang sedang menimpa Erin. Pasalnya, mantan ART Erin bernama Herawati melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya. Menurut Herawati, ia dipukul menggunakan sapu lidi dan ponselnya dirusak serta ditahan oleh Erin. Sang ART bersedia berdamai jika Erin mau mengakui kesalahan dan mengembalikan barang pribadinya.
Dalam wawancara, Firdaus Oiwobo mengungkapkan bahwa Erin dinilai memiliki sifat emosional yang tidak stabil. Ia menyebut bahwa Erin bisa dibilang memperlihatkan ciri-ciri psikologis yang tidak sehat. “Kalau Erin Taulany ini kan udah terkenal banget dari dulu orangnya kan memang emosian, enggak kontrol, kayak semacam, maaf ya, patut diduga psycho kan. Marahan,” ujar Firdaus.
Ia menjelaskan bahwa sifat Erin dinilai labil dan sering berubah-ubah. “Jadi orang psycho tuh kayak habis marah tahu-tahu menyesal. Kan seperti ciri orang sakit kejiwaan. Psycho gitu loh,” tambahnya.
Firdaus juga mengenang momen masa lalu ketika dirinya melaporkan Erin. Pada tahun 2019, Erin dilaporkan karena menghina Prabowo Subianto di media sosial. “Erin kan pernah saya laporkan 2019 waktu beliau menghina Pak Prabowo dengan kalimat-kalimat yang enggak pantes. Nah, tahun 2019 Erin memaki-maki Pak Prabowo di media sosial, di akun pribadinya loh, muka dia nongol di situ dengan kalimat-kalimat yang enggak pantas,” jelasnya.
Menurut Firdaus, Erin dan Andre Taulany sempat terlibat cekcok akibat peristiwa tersebut. “Saya laporin ke Polda Metro Jaya, sampai maaf ya, dengar cerita sih dia sampai ribut sama Andre Taulany nih,” lanjutnya.
Kasus Erin pada saat itu sempat menghebohkan publik. Akibat pernyataannya, Erin dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik. Namun, saat kasusnya mencuat, Erin mengaku akun Instagramnya pernah diretas. Ia menonaktifkan kolom komentarnya saat kasusnya menjadi sorotan.
Sementara itu, proses hukum terkait perseteruan antara Erin dan mantan ART-nya, Herawati, masih berlangsung. Pada pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan, Erin menjalani proses klarifikasi yang panjang. Diberitakan sebelumnya, Erin diperiksa selama sekitar 5 jam oleh tim penyidik. Ia harus menjawab 22 pertanyaan terkait tuduhan yang dilayangkan kepadanya.
Pemeriksaan tersebut berlangsung dari pagi hingga sore hari. Erin didampingi oleh tim kuasa hukumnya untuk menjawab pertanyaan penyidik mengenai laporan dugaan kekerasan yang diadukan oleh Herawati. Usai pemeriksaan, Erin keluar dari gedung Polres Metro Jakarta Selatan sekitar pukul 19.39 WIB.
Ketika dikerumuni oleh awak media, Erin memilih untuk tidak banyak bicara dan melimpahkan penjelasan detail kepada tim hukumnya. “Langsung tanya sama lawyer saya aja ya,” kata Erin singkat sembari terus berjalan menuju kendaraannya.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai alasannya enggan memberikan pernyataan panjang lebar hari itu, ia mengaku kondisi fisiknya sudah menurun akibat kelelahan. “Udah capek, makasih ya,” tuturnya.
Meskipun harus menghadapi pemeriksaan panjang serta tuduhan serius dari mantan pekerjanya, Erin menegaskan bahwa dirinya tidak merasa cemas. Ia meyakini bahwa seluruh proses pemeriksaan telah berjalan dengan lancar. “Pokoknya semua aman, yang penting aman, langsung tanya lawyer saya aja,” tutur Erin.
Erin hingga kini diketahui masih menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap ARTnya, Herawati. Sementara itu, Firdaus Oiwobo tetap menyatakan bahwa Erin mengalami masalah kejiwaan.






