Kekayaan Kuliner Sumenep yang Menjadi Identitas Budaya dan Peluang Ekonomi
Sumenep, sebuah kabupaten di Pulau Madura, dikenal tidak hanya sebagai pusat wisata alam dan budaya, tetapi juga sebagai gudangnya berbagai kuliner khas yang memiliki cita rasa unik dan nilai tradisi tinggi. Beragam makanan tradisional dengan rasa khas pesisir hingga jajanan legendaris masih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.
Berikut adalah beberapa kuliner khas Sumenep yang patut untuk dicoba:
Pentol Ikan Kuah Pindang
Salah satu kuliner khas yang banyak diburu pecinta makanan tradisional adalah pentol ikan kuah pindang. Berada di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, kawasan pesisir ini dikenal memiliki sajian pentol ikan kuah pindang dengan rasa gurih khas laut.
Pentol ikan tersebut dibuat menggunakan ikan laut segar, khususnya ikan cakalan hasil tangkapan nelayan setempat. Kesegaran bahan baku menjadi faktor utama untuk menghasilkan tekstur pentol yang kenyal dan cita rasa yang lebih gurih. Berbeda dengan pentol pada umumnya yang berbahan dasar daging sapi atau ayam, pentol khas Legung Timur justru mengandalkan ikan laut sebagai bahan utama.
Sajian ini tersedia dalam dua jenis, yakni pentol kukus dan pentol goreng. Namun, yang paling diminati masyarakat adalah pentol ikan dengan kuah pindang. Kuah tersebut diracik menggunakan berbagai rempah seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, dan bumbu khas pesisir lainnya sehingga menghasilkan rasa gurih sekaligus segar.
Keberadaan warung-warung pentol ikan di sekitar Pelabuhan Legung juga menjadi magnet wisata kuliner, terutama saat Bulan Ramadan. Kawasan tersebut ramai dipadati warga yang ngabuburit sambil mencari menu berbuka puasa. Suasana pesisir dengan embusan angin laut dan aroma kuah pindang yang menggoda membuat pengalaman menikmati kuliner ini terasa semakin istimewa.
Sangkok Jadi Produk Unggulan
Selain kuliner pesisir, Kecamatan Sapeken, Sumenep, memiliki makanan khas bernama sangkok yang mulai dipersiapkan sebagai produk unggulan daerah. Makanan sangkok diketahui telah dipasarkan hingga luar daerah Sumenep dan pernah menorehkan prestasi pada ajang Lomba Adi Karya Pangan Nusantara tahun 2011.
Produk tersebut bahkan masuk tiga besar tingkat nasional dalam kategori pengembangan produk lokal. Tak hanya sangkok, pemerintah kecamatan juga berencana mengembangkan produk lokal lainnya seperti abon cumi-cumi dan kerajinan santeki sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif masyarakat.
Jubada Jajanan Legendaris
Kuliner khas lainnya yang masih eksis hingga sekarang adalah jubada. Jajanan tradisional ini dikenal sebagai dodol kering berbentuk gulungan kecil yang diikat menggunakan tali dari daun siwalan. Jubada banyak diproduksi masyarakat Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan. Salah satu kelompok pengrajin yang cukup dikenal adalah kelompok Manyang Sari.
Jubada dibuat dari campuran tepung, gula merah, dan air nira siwalan yang dimasak hingga mengental menyerupai dodol. Setelah dingin, adonan dibentuk menjadi gulungan-gulungan kecil, kemudian diikat dan dijemur di bawah sinar matahari. Jajanan ini sudah diwariskan secara turun-temurun selama beberapa generasi dan hingga kini tetap menjadi oleh-oleh favorit khas Madura, khususnya Sumenep.
Pentol Tahu Dhulit dengan Sambal Petis Khas Madura
Kuliner khas Sumenep lainnya yang tak kalah populer adalah pentol tahu dhulit di Kecamatan Bluto. Sajian ini sekilas terlihat seperti pentol tahu pada umumnya, tetapi memiliki ciri khas pada sambalnya yang menggunakan petis khas Madura. Warung pentol tahu dhulit milik warga setempat menjadi salah satu tujuan kuliner masyarakat dari berbagai daerah, termasuk dari wilayah kepulauan Sumenep dan Kabupaten Pamekasan.
Keunikan sambal petis dengan cita rasa gurih dan sedikit manis menjadi pembeda utama dibandingkan pentol tahu lainnya. Meski demikian, warung tersebut juga menyediakan sambal tomat bagi pelanggan yang tidak menyukai petis. Usaha kuliner tersebut diketahui mampu menghabiskan belasan wadah tahu setiap hari dan buka mulai pagi hingga malam hari.
Potensi Kuliner Sumenep untuk Mendukung Ekonomi Kreatif
Beragam kuliner khas tersebut menunjukkan bahwa Sumenep memiliki kekayaan gastronomi yang tidak hanya lezat, tetapi juga sarat nilai budaya dan tradisi masyarakat lokal. Keberadaan makanan tradisional yang terus dipertahankan hingga kini menjadi bukti bahwa kuliner dapat menjadi identitas daerah sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat.
Dengan cita rasa autentik dan bahan baku lokal yang melimpah, kuliner khas Sumenep dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai daya tarik wisata di Madura.







