Perayaan Idul Adha dan Hikmah Berkurban
Idul Adha 1447 H sedang berlangsung dengan penuh ketenangan. Pada hari besar umat Islam ini, seluruh umat yang mampu diwajibkan untuk melaksanakan penyembelihan hewan qurban. Menyembelih hewan kurban pada hari raya Idul Adha merupakan ibadah sunnah bagi umat Islam yang mampu. Ini dilakukan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang banyak kepada umatnya.
Salah satu hikmah dari berkurban adalah saling berbagi dan memberi kepada sesama manusia. Daging hewan kurban yang telah disembelih akan dibagikan. Dengan kurban, seorang muslim dapat mengambil pelajaran untuk membangun kesadaran tentang kepedulian terhadap sesama, terutama terhadap orang tidak mampu.
Namun, tahukah Anda bahwa yang berhak menerima daging kurban memiliki ketentuan? Oleh karena itu, penting agar pembagiannya harus tepat sasaran. Berikut adalah tiga golongan yang berhak menerima daging kurban:
Shohibul Qurban
Shohibul Qurban merupakan orang pertama yang wajib menerima hasil qurban. Shohibul Qurban sendiri adalah orang yang menginfakkan hartanya untuk Qurban pada tahun tersebut. Dalam Hadis Riwayat Ahmad, Nabi Muhammad SAW bersabda “Jika di antara kalian berqurban, maka makanlah sebagian qurbannya.” (HR Ahmad). Orang yang berkurban tidak boleh menjual kurban bagiannya, baik dalam bentuk daging, bulu, maupun kulit.Tetangga sekitar, teman, dan kerabat
Daging kurban boleh dibagikan kepada kerabat, teman, dan tetangga sekitar meski mereka berkecukupan. Besarnya daging kurban yang diberikan adalah sepertiga bagian. Hal ini berdasarkan Hadits Riwayat Ibnu Umar yang berbunyi, “Gunakanlah untuk keluargamu sepertiga daging kurban, berikanlah tetanggamu yang fakir sepertiga, shodaqohkanlah pada orang yang minta-minta sepertiga.” (HR. Ibnu Umar).Fakir miskin
Golongan yang berhak mendapatkan daging hewan kurban berikutnya adalah Fakir miskin. Sebagaimana salah satu tujuan dari berkurban adalah saling berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Fakir miskin mendapatkan jatah sepertiga, dan shohibul kurban juga dapat menambahkan jatah hewan kurban untuk fakir miskin dari bagian kurbannya. Sebagaimana firman Allah dalam Quran surah Al-Hajj ayat 28, yang artinya: “Makanlah sebagian dari daging kurban dan berikanlah kepada orang fakir.” (Q.S. Al-Hajj : 28).
Tips Menyimpan Daging Kurban Agar Awet
Menyimpan daging kurban kadang masih menjadi issue bagi berbagai kalangan yang jarang ketemu daging domba terutama potongan dari kurban pada hari raya Idul Adha. Hal ini dikarenakan kurangnya ilmu pengetahuan dasar cara mengolah dan menyimpan daging dengan benar. Berikut ini beberapa cara yang bisa diikuti agar daging kurban anda tetap segar seperti baru diberikan pasca penyembelihan:
Pastikan Tangan Bersih dan Higienis
Memastikan tangan selalu dalam keadaan bersih saat menyentuh daging kurban adalah hal penting. Pasalnya, tangan manusia bisa menyimpan banyak bakteri dan kuman yang bisa saja berpinda dari satu tempat. Usahakan untuk membersihkan tangan Anda terlebih dahulu sebelum menyentuh daging. Bisa juga dengan cara mudah menggunakan sarung tangan plastik untuk khusus makanan.Jangan Mencuci Daging yang Kotor Menggunakan Air
Kandungan dalam air dapat menghilangkan ciri khas dari daging, serta dapat menyebabkan kontaminasi silang, yaitu penyebaran kuman dan bakteri dari permukaan daging ke permukaan lain di dapur. Selain itu, mencuci daging dengan air sebelum disimpan berpotensi dapat membuat daging bau dan mengurangi level juicy-nya. Alternatif yang dapat dipakai saat mendapati daging dalam keadaan kotor, adalah menggunakan tisu, entah tisu halus maupun tisu makan. Caranya, ambil 1 lembar tisu dan lap bagian daging yang kotor dengan pelan hingga terlihat bersih atau sudah tidak ada lagi kotoran yang menempel di permukaan daging kurban.Jangan Mencampur Daging dengan Jeroan
Daging fresh atau segar tidak boleh dicampur dengan jeroan. Jeroan sendiri merupakan bagian dalam atau sistem pencernaan dari hewan qurban yang juga diperbolehkan untuk dikonsumsi. Namun jeroan juga merupakan organ yang terdapat banyak mikroba atau bakteri yang hidup semasa hewan qurban hidup. Hal ini dapat menyebabkan mikroba berpindah dari jeroan ke daging untuk mencari inang baru atau tempat hidup baru. Dikarenakan daging merupakan substrat atau subyek yang bisa dimodifikasi sebagai tempat hidup mikroba. Ketika tercampur dengan jeroan, maka daging akan mengalami pembusukan dengan cepat.Simpan daging dengan cara utuh
Jika ingin menyimpan daging dalam kulkas atau mesin pendingin lainnya terdapat beberapa cara agar daging tetap terjaga selama proses penyimpanan. Sebisa mungkin tidak menyimpan daging yang sudah berbentuk dadu/sate. Usahakan daging dalam keadaan utuh dengan tulang. Bisa juga dipotong sesuai kebutuhan, yakni tidak terlalu bubuk seperti saat akan membuat sate. Hal ini menghindari kontaminasi dengan tangan anda dan akan mempercepat pembusukan daging.Jaga suhu daging agar tidak kaget
Jika ingin menyimpan daging dalam jangka waktu yang lama, jangan bikin suhu dari daging menjadi kaget atau tiba-tiba bertemu dengan udara dingin. Hal ini dapat merusak daging saat proses penyimpanan dalam pendingin yang memiliki suhu dingin yang tinggi seperti freezer. Anda bisa meletakan daging dalam wadah yang memiliki penutup, dan masukkan ke dalam chiller atau pendingin dengan intensitas suhu dingin tidak terlalu tinggi. Selanjutnya secara bertahap beberapa menit atau jam kemudian baru daging bisa dipindahkan ke dalam pendingin dengan suhu tinggi.Kembalikan Suhu Daging ke Normal Ketika akan Diolah
Sebaliknya, jika ingin diolah, maka keluarkan daging dari freezer dan masukkan kembali ke Chiller atau pendingin dengan kualitas suhu rendah untuk membantu agar daging bisa beradaptasi dengan udara sekitar. Jangan langsung diberi air panas selayaknya olahan lain, hal ini bisa menyebabkan daging menjadi kaget. Dikarenakan perubahan suhu yang ekstrim, dapat membuat daging tidak segar lagi dan menjadi rusak. Hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapa daging olahan kamu alot atau lentur seperti karet.






