Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Ayu Ting Ting Kocak Rekam Wartawan Saat Idul Adha: “Gua Rekam Ah, Biar Masuk Info Depok”

    31 Mei 2026

    Keluhan Tukang Tahu Banyuwangi: Harga Kedelai Naik Akibat Rupiah Melemah

    31 Mei 2026

    Insentif EV Ditunda, Industri Otomotif Khawatir Konsumen Tunda Beli

    31 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 31 Mei 2026
    Trending
    • Ayu Ting Ting Kocak Rekam Wartawan Saat Idul Adha: “Gua Rekam Ah, Biar Masuk Info Depok”
    • Keluhan Tukang Tahu Banyuwangi: Harga Kedelai Naik Akibat Rupiah Melemah
    • Insentif EV Ditunda, Industri Otomotif Khawatir Konsumen Tunda Beli
    • Tragis, Pria di Lombok Barat Tewas Dihakimi Massa Usai Diduga Mencuri, Video Penganiayaan Viral
    • 8 Aturan Pembagian Daging Kurban yang Benar Sesuai Syariat Islam
    • Misteri Perut Besar Santriwati Pekalongan Saat Magrib
    • Berapa Berat Daging yang Boleh Dikonsumsi? Jangan Salah Catat!
    • Jadi tersangka tabrak siswa SD, kepala DPMPTSP Pandeglang justru dilantik sebagai staf ahli bupati
    • Lima Wilayah Kaltim Masih Gunakan Listrik Non-PLN Terbanyak
    • AS Kembali Serang Iran, Targetkan Pusat Peluncuran Rudal, Bagaimana Nasib Gencatan Senjata?
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Daerah»Keluhan Tukang Tahu Banyuwangi: Harga Kedelai Naik Akibat Rupiah Melemah

    Keluhan Tukang Tahu Banyuwangi: Harga Kedelai Naik Akibat Rupiah Melemah

    adm_imradm_imr31 Mei 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perajin Tahu di Banyuwangi Mengeluhkan Kenaikan Harga Kedelai Impor

    Perajin tahu di Banyuwangi, Jawa Timur, menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga kedelai impor yang terus meningkat. Hal ini memengaruhi keuntungan usaha mereka, sehingga membuat mereka khawatir akan kesulitan menjaga kelangsungan bisnis.

    Dampak Kenaikan Harga Kedelai

    Harga kedelai dalam lima bulan terakhir telah naik sebesar Rp2 ribu per kg. Pada Desember 2025, harga kedelai mencapai Rp8.500 per kg, namun saat ini sudah mencapai Rp10.500 per kg. Kenaikan ini berdampak signifikan pada biaya produksi, terutama bagi para perajin tahu yang menggunakan bahan baku impor.

    Nurul Hakim, salah satu perajin tahu di Kelurahan Penantigan, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, menyampaikan bahwa kenaikan harga kedelai sangat mengganggu usahanya. Ia menjelaskan bahwa selama beberapa tahun terakhir, ia dan para perajin lainnya terus berjuang untuk tetap bertahan di tengah tekanan harga bahan baku yang meningkat.

    Proses Produksi Tahu

    Hakim menjalankan usaha tahu sejak tahun 2005, yang awalnya dimulai oleh orang tuanya sejak tahun 1979. Di dapur samping rumahnya yang diberi nama House of Tofu, ia melakukan seluruh proses pembuatan tahu, mulai dari penggilingan kedelai hingga pemotongan tahu.

    Di dapur tersebut, terdapat berbagai alat modern yang digunakan dalam proses produksi. Namun, suasana di dalamnya tidak terlihat rapi seperti dapur-dapur biasa. Setiap hari, kecuali Jumat dan Minggu, aktivitas pembuatan tahu dilakukan setiap pagi.

    Seorang pekerja membantu Hakim dalam proses penggilingan kedelai. Sebanyak 1,25 kuintal kedelai digiling hingga halus, lalu dimasukkan ke dalam panci besar yang dipanaskan dengan tungku kayu. Sementara itu, seorang pekerja lainnya memisahkan ampas dan sari pati kedelai menggunakan kain besar. Ampas digunakan sebagai pakan ternak atau bahan tempe gembos, sedangkan sari pati dipadatkan dalam cetakan untuk dibuat menjadi tahu.

    Tahu yang sudah padat memiliki bentuk kotak besar, sekitar 60 cm x 60 cm. Hakim kemudian memotong tahu-tahu putih sesuai ukuran yang biasa ia jual. Saat ini, tahu putih dijual seharga Rp4 ribu per 10 biji, sedangkan tahu goreng dijual lebih mahal, yaitu Rp5.500 per 10 biji.

    Kesulitan dalam Menjaga Harga Jual

    Hakim mengatakan bahwa meskipun harga bahan baku naik, ia tidak bisa langsung menaikkan harga jual. “Paling bisanya mengecilkan ukuran tahu,” katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa ia pernah mengalami kenaikan harga kedelai yang drastis pada tahun 2019, ketika harga kedelai naik dua kali lipat dari Rp7 ribu per kg menjadi Rp14 ribu per kg. Saat itu, ia harus menaikkan harga jual sekitar 60 persen.

    Namun, saat ini, meskipun harga kedelai mencapai Rp10.500 per kg, keuntungan masih ada, meskipun semakin tipis. Selain itu, biaya listrik juga meningkat, yang memengaruhi pengeluaran usaha. Biaya listrik yang biasanya sebesar Rp1,2 juta per bulan kini meningkat menjadi Rp1,7 juta.

    Kedelai Lokal vs. Kedelai Impor

    Indonesia mengimpor antara 2,2 juta ton hingga 2,6 juta ton kedelai setiap tahunnya, sebagian besar berasal dari Amerika Serikat. Meskipun Indonesia juga memproduksi kedelai lokal, jumlahnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan industri.

    Hakim pernah mencoba menggunakan kedelai lokal dari Jember, Banyuwangi, dan Bali. Ia mengatakan bahwa rasanya lebih enak dan gurih, namun harga kedelai lokal juga mengikuti harga impor. Sayangnya, ukuran kedelai lokal yang kecil membuat perajin tempe lebih boros dalam penggunaannya.

    Harapan Perajin Tahu

    Hakim berharap agar harga kedelai bisa terkendali dan tidak terus meroket. Ia khawatir usahanya akan terdampak buruk jika biaya produksi melebihi pendapatan. “Apalagi sekarang listrik juga naik. Sehingga pengeluaran juga bertambah,” katanya.

    Dengan situasi ini, para perajin tahu seperti Hakim terus berusaha mencari solusi agar dapat tetap bertahan di tengah tekanan harga bahan baku yang tinggi. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan dukungan dan kebijakan yang lebih baik untuk mendukung sektor UMKM.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Kota-Kota Besar Indonesia

    By adm_imr31 Mei 20261 Views

    Ponorogo: Ratusan Guru Berjalan Kaki ke Jombang, Satu Tewas dalam Aksi Damai

    By adm_imr31 Mei 20261 Views

    Cuaca Surabaya Hari Ini: Pagi Berawan, Sore Berpotensi Hujan Petir

    By adm_imr30 Mei 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Ayu Ting Ting Kocak Rekam Wartawan Saat Idul Adha: “Gua Rekam Ah, Biar Masuk Info Depok”

    31 Mei 2026

    Keluhan Tukang Tahu Banyuwangi: Harga Kedelai Naik Akibat Rupiah Melemah

    31 Mei 2026

    Insentif EV Ditunda, Industri Otomotif Khawatir Konsumen Tunda Beli

    31 Mei 2026

    Tragis, Pria di Lombok Barat Tewas Dihakimi Massa Usai Diduga Mencuri, Video Penganiayaan Viral

    31 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?