Prakiraan Cuaca Surabaya: Berawan dengan Potensi Hujan Petir
BMKG Juanda memprakirakan bahwa Surabaya akan mengalami kondisi berawan sepanjang pagi hingga siang hari. Meski demikian, terdapat potensi hujan petir yang dapat terjadi pada pukul 01.00 WIB dan kembali muncul pada pukul 16.00 WIB. Suhu udara di Kota Pahlawan diperkirakan berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celsius. Perubahan cuaca yang cukup dinamis ini menunjukkan karakteristik masa peralihan musim yang sering kali menyebabkan cuaca berubah secara cepat.
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca tersebut, terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah. Kondisi cuaca yang panas di siang hari disertai tingkat kelembapan yang tinggi dapat memengaruhi kenyamanan beraktivitas. Selain itu, angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan sekitar 28 kilometer per jam, yang bisa memengaruhi kenyamanan masyarakat.
Prakiraan Cuaca Surabaya untuk Setiap Waktu
Cuaca Pagi Surabaya
Pada dini hari, cuaca Surabaya diprakirakan dimulai dengan hujan petir sekitar pukul 01.00 WIB. Kondisi ini berpotensi disertai kilat dan angin kencang sesaat di beberapa wilayah. Memasuki pukul 04.00 WIB, cuaca mulai membaik dengan kondisi cerah berawan. Dari pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB, langit Surabaya diprediksi didominasi oleh cuaca berawan. Situasi ini mendukung aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas pekerja dan pelajar. Namun, warga tetap diminta waspada terhadap jalan licin akibat sisa hujan dini hari.
Cuaca Siang Surabaya
Pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, cuaca Surabaya masih berawan. Meskipun tidak ada indikasi hujan, suhu udara diprediksi meningkat hingga mencapai 33 derajat Celsius. Kondisi panas dan gerah diperkirakan terasa cukup dominan, terutama di kawasan padat perkotaan. Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menjaga asupan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi.
Cuaca Malam Surabaya
Menjelang sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, hujan petir kembali diprediksi terjadi di Surabaya. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas perjalanan pulang kerja dan mobilitas masyarakat pada jam sibuk. Pengendara diimbau meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang dapat menurun saat hujan deras terjadi. Selain itu, genangan air juga berpotensi muncul di sejumlah titik rawan. Memasuki malam hari pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB, cuaca diprakirakan kembali cerah berawan, membuat aktivitas malam masyarakat diperkirakan lebih nyaman dibanding sore hari.
Tips Menghadapi Cuaca Surabaya Hari Ini
- Siapkan payung atau jas hujan sebelum bepergian.
- Hindari berteduh di bawah pohon saat terjadi hujan petir.
- Perbanyak konsumsi air putih karena suhu siang cukup panas.
- Periksa informasi cuaca terbaru dari BMKG sebelum beraktivitas.
Cuaca Surabaya yang didominasi kondisi berawan disertai hujan petir pada waktu tertentu menunjukkan karakteristik masa peralihan musim. Pada periode ini, suhu udara cenderung panas pada siang hari, tetapi pembentukan awan hujan dapat terjadi cukup cepat pada sore hingga malam. Kondisi tersebut umum terjadi di wilayah perkotaan seperti Surabaya yang memiliki tingkat panas permukaan cukup tinggi.
Karena itu, perubahan cuaca mendadak masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan meski pagi hingga siang terlihat cerah atau berawan.
Perda Penanggulangan Bencana Jawa Timur
Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penanggulangan Bencana sebagai pengganti Perda Nomor 3 Tahun 2010. Regulasi baru ini menitikberatkan pada penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan agar dampak bencana bisa ditekan sejak awal.
BPBD Jatim bekerja sama dengan Program Siap Siaga secara khusus menyosialisasikan Perda Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penanggulangan Bencana dengan mengundang stakeholder dan relawan di Bappeda Jatim, Selasa (26/5/2026). Sosialisasi ini ditekankan sebagai hal yang penting terutama karena Jawa Timur merupakan daerah di ring of fire yang memiliki risiko bencana tinggi.
Mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, kekeringan hingga erupsi gunung api. Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, menegaskan, paradigma penanggulangan bencana kini tidak lagi hanya fokus pada respons saat bencana terjadi. Namun lebih diarahkan pada kesiapsiagaan dan mitigasi untuk mengurangi risiko korban maupun kerugian.







