Mengenal Kecelakaan Highside dan Lowside di MotoGP
Balapan MotoGP dikenal dengan tingkat kecepatan yang sangat tinggi dan risiko kecelakaan yang tidak bisa sepenuhnya dihindari. Salah satu insiden yang sering terjadi adalah saat pembalap kehilangan kendali di tikungan. Kecelakaan ini bisa berupa dua jenis, yaitu highside dan lowside. Meski sama-sama mengancam keselamatan, kedua jenis kecelakaan ini memiliki penyebab dan dampak yang berbeda.
Apa Itu Kecelakaan Highside?
Highside adalah kecelakaan yang terjadi saat ban belakang motor kehilangan traksi dan tiba-tiba kembali mendapat cengkeraman dalam waktu singkat. Akibatnya, motor bisa menendang balik dan membuat pembalap terlempar. Kecelakaan ini sangat berbahaya karena potensi kerusakan yang bisa menyebabkan cedera parah atau bahkan kematian.
Contoh nyata dari kecelakaan highside terjadi pada tahun 2020 di Prancis. Saat itu, Luca Marini yang sedang menjalani sesi latihan bebas Moto2 terlempar hingga beberapa meter dari trek. Insiden tersebut dijuluki sebagai monster highside karena dampaknya yang sangat mengerikan.
Apa Itu Kecelakaan Lowside?
Berbeda dengan highside, lowside terjadi saat ban depan atau belakang motor kehilangan cengkeraman. Kecelakaan ini umumnya menyebabkan motor tergelincir dan pembalap terjatuh. Secara umum, kecelakaan ini lebih ringan dibandingkan highside karena pembalap tidak terpental ke udara. Namun, dalam beberapa kasus, lowside tetap bisa menyebabkan cedera serius, terutama jika terjadi di kecepatan tinggi atau pembalap mengalami benturan dengan motor, gravel, atau pembatas lintasan.
Cara Mencegah Kecelakaan Highside dan Lowside
Pencegahan kecelakaan highside dan lowside bisa dilakukan oleh pembalap atau tim. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
- Pembalap harus memanfaatkan pengalamannya untuk mencegah kecelakaan, memahami sirkuit, dan menyesuaikan diri dengan kondisi balapan.
- Pembalap harus memiliki kemampuan yang baik dalam menaikkan gas, mengontrol rem, menyeimbangkan diri di motor, dan melewati tikungan.
- Kontrol traksi elektronik yang dipasang di motor bisa membantu mencegah kecelakaan.
- Motor harus dalam kondisi prima, terutama terkait ban dan pengereman.
- Pembalap harus menggunakan teknik pengereman yang baik untuk menghindari kecelakaan.
- Pastikan ban motor dalam suhu yang optimal agar tidak kehilangan cengkeraman di sirkuit.
Faktor yang Memicu Kecelakaan Highside dan Lowside
Kecelakaan highside dan lowside juga bisa dipicu oleh beberapa faktor, seperti:
- Terjadi slip antara ban dengan aspal saat balapan sedang berlangsung sehingga motor terjatuh.
- Ban kehilangan cengkeraman dengan aspal ketika balapan sehingga motor kehilangan keseimbangan.
- Pembalap tidak bisa mengendalikan motor dan tak mampu menyeimbangkan diri.
- Pembalap tidak melakukan pengereman secara optimal sehingga motor kurang seimbang dan terjatuh.
- Adanya masalah pada ban, sistem elektronik, atau komponen motor yang mempengaruhi gerakan.
- Pembalap tidak bisa melakukan kontrol gas dengan baik.
- Kondisi lingkungan, cuaca, dan lintasan yang kurang mendukung untuk balapan.
- Set up suspensi motor yang kurang optimal seperti rebound belakang terlalu cepat.
FAQ Seputar Kecelakaan Highside dan Lowside di MotoGP
Apa itu kecelakaan highside dan lowside di MotoGP?
Kecelakaan highside terjadi saat ban kehilangan traksi dan tiba-tiba mendapat cengkeraman. Sementara itu, kecelakaan lowside terjadi ketika ban kehilangan cengkeraman.
Apakah kecelakaan highside dan lowside berbahaya bagi pembalap?
Iya, kecelakaan highside dan lowside berbahaya karena bisa menyebabkan luka luar, patah tulang, rasa sakit yang luar biasa, cedera, hingga kematian.
Siapa pembalap MotoGP yang pernah mengalami kecelakaan highside dan lowside?
Beberapa pembalap MotoGP yang pernah mengalami kecelakaan highside dan lowside adalah Marc Marquez, Valentino Rossi, Jorge Martin, Alex Marquez, Marco Bezzecchi, Veda Ega, dan Guido Pini.






