Pengoperasian Pabrik Kendaraan Listrik Saige di Karawang
Grup Saige resmi mengoperasikan pabrik kendaraan listrik keduanya di Indonesia. Pabrik ini berlokasi di kawasan industri Surya Cipta, Karawang, Jawa Barat. Fasilitas yang berdiri di atas lahan seluas lima hektare itu menjadi bagian dari ekspansi perusahaan di pasar Asia Tenggara sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai produksi global Saige.
Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga satu juta unit kendaraan per tahun dengan kapasitas penyimpanan mencapai 1,25 juta unit. Pabrik ini akan memproduksi beragam kendaraan listrik, mulai dari sepeda listrik, motor listrik, hingga kendaraan roda tiga untuk kebutuhan penumpang maupun angkutan barang.
Peresmian pabrik pada Sabtu (30/5/2026) siang ini juga dibarengi dengan peluncuran lima produk baru. Empat di antaranya merupakan sepeda listrik, yakni Latte Pro, Macha, Luna Mini, dan Vintage. Sementara satu produk lainnya adalah motor listrik SG Apex yang menggunakan baterai litium 60V24Ah berdaya 1.500 watt, dengan kecepatan maksimum 75 kilometer per jam dan jarak tempuh hingga 70 kilometer dalam sekali pengisian daya.
General Manager International Saige Jordan Lee mengatakan, pembangunan pabrik tersebut merupakan hasil dari perkembangan bisnis perusahaan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Menurut dia, dukungan jaringan pemasaran, mitra bisnis, dan konsumen menjadi faktor yang mendorong perusahaan meningkatkan investasinya di Tanah Air.
“Dukungan Anda telah memperkuat fondasi merek Saige dan semakin menetapkan keputusan kami untuk berinvestasi serta membangun fasilitas produksi di Indonesia,” kata Jordan saat peresmian pabrik di Karawang.
Jordan menambahkan, Indonesia dipilih sebagai pusat pengembangan pasar Asia Tenggara. Karena itu, perusahaan menerapkan standar produksi dan pengendalian mutu yang sama dengan fasilitas Saige di China.
“Kami akan menerapkan sistem pengendalian kualitas yang sama dengan kantor pusat, mulai dari proses produksi, standar pengujian hingga sistem manajemen. Dengan demikian kendaraan listrik yang diproduksi di Indonesia memiliki kualitas yang setara dengan produk yang diproduksi di China,” ujarnya.

Seremoni peresmian pabrik kedua Saige di Indonesia, Sabtu (30/5/2026). – (Infomalangraya.com/Israr Itah)
Menurut Jordan, dalam beberapa tahun ke depan Saige Indonesia akan berfokus pada tiga strategi utama, yakni memperluas lokalisasi rantai pasok, mengembangkan produk berbasis teknologi, dan membangun ekosistem layanan yang lebih lengkap. Perusahaan menargetkan dapat menjadi salah satu merek kendaraan listrik yang diperhitungkan di pasar Indonesia dalam tiga hingga lima tahun mendatang.
Selain memperkuat kapasitas produksi, Saige juga menggandeng sejumlah lembaga pembiayaan untuk memperluas akses konsumen terhadap produk-produknya. Perusahaan menyebut telah menjalin kerja sama dengan Bank BCA dan Bank BRI untuk penyediaan fasilitas pembiayaan kendaraan listrik.
Direktur Pemasaran Saige Group Tony Tang menambahkan, keberadaan pabrik di Karawang merupakan bagian dari strategi global perusahaan yang kini mulai beralih dari sekadar mengekspor produk menjadi membangun basis produksi di luar negeri.
“Ini merupakan langkah penting dalam tata letak globalisasi Saige yang menandai transisi kami dari ekspor produk menuju operasi produksi yang dilokalkan di luar negeri,” kata Tony.
Ia menilai Indonesia memiliki posisi strategis untuk mendukung pengembangan pasar internasional. Menurut Tony, fasilitas produksi di Karawang akan membantu perusahaan memperkuat kapasitas manufaktur global sekaligus memperluas jangkauan pasar di luar China.

Milestone Saige di luar China. – (Infomalangraya.com/Israr Itah)
Tony mengatakan Saige memiliki sistem riset dan pengembangan serta manufaktur yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Pengalaman tersebut menjadi modal perusahaan untuk menjaga kualitas produk di seluruh fasilitas produksinya.
“Seluruh basis produksi kami di seluruh dunia menerapkan standar manufaktur cerdas dan sistem pengendalian kualitas yang sama. Mulai dari proses produksi hingga pengujian produk akhir, semuanya mengacu pada standar yang seragam guna menjamin kualitas produk yang konsisten,” ujarnya.
Menurut Tony, pengembangan produk Saige juga disesuaikan dengan karakter pasar Indonesia. Untuk kendaraan komersial dan perjalanan jarak jauh, perusahaan menitikberatkan pada daya tahan, tenaga, dan jarak tempuh. Sementara untuk kebutuhan mobilitas harian, kendaraan dirancang agar mudah dikendarai serta dilengkapi fitur keselamatan dan kenyamanan yang lebih sesuai dengan kondisi penggunaan sehari-hari.
Ke depan, Saige berencana memperluas lini produk dan meningkatkan investasi teknologi untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik. “Mobilitas ramah lingkungan merupakan tren utama industri ini. Kami akan terus memperdalam penelitian dan pengembangan teknologi serta penyempurnaan produk untuk mendukung pertumbuhan pasar di dalam maupun luar negeri,” kata Tony.





