Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Dzikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu 5 Waktu Lengkap

    3 Juni 2026

    Dandhy Laksono: Tim Pesta Babi Hormati Laporan Mama Sinta, Minta Publik Berhenti Menghakimi

    3 Juni 2026

    Motif Pembunuhan Ayu Puspita Sari di Muara Enim, Mantan Pacar Bakar Jasad untuk Hilangkan Jejak

    3 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 3 Juni 2026
    Trending
    • Dzikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu 5 Waktu Lengkap
    • Dandhy Laksono: Tim Pesta Babi Hormati Laporan Mama Sinta, Minta Publik Berhenti Menghakimi
    • Motif Pembunuhan Ayu Puspita Sari di Muara Enim, Mantan Pacar Bakar Jasad untuk Hilangkan Jejak
    • Pandangan: Mengenal Orthoebolavirus, Ancaman Kesehatan Global yang Nyata
    • 14 Makanan Mengurangi Mual Saat Hamil, Tenangkan Perut
    • 5 Tips Pemula untuk Memilih Asuransi Kesehatan Murni
    • Bos Hanania Tawarkan Pengembalian Uang Korban Penipuan Dicicil 2 Tahun, Kini Jadi Tersangka
    • Ahmad Dhani Bantah Dikaitkan dengan Maia, Pamer Selera Seni Kelas A dan Wariskan ke Anak-anak
    • Prabowo Kembali ke Indonesia Usai Kunjungan ke Prancis
    • Aliansi tetangga RI kembangkan senjata bawah laut lawan China
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»Aliansi tetangga RI kembangkan senjata bawah laut lawan China

    Aliansi tetangga RI kembangkan senjata bawah laut lawan China

    adm_imradm_imr3 Juni 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Infomalangraya.com.CO.ID, JAKARTA — Amerika Serikat, Inggris, dan Australia mempercepat kerja sama pengembangan kendaraan bawah laut tanpa awak (uncrewed underwater vehicles/UUV) sebagai bagian dari pakta pertahanan trilateral AUKUS. Langkah tersebut dinilai memperkuat kemampuan militer ketiga negara di tengah meningkatnya rivalitas strategis dengan China di kawasan Indo-Pasifik.

    Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan pengiriman sistem drone bawah laut itu akan dimulai pada 2027 sebagai bagian dari agenda pengembangan teknologi pertahanan canggih AUKUS. Menurut pernyataan bersama ketiga negara, kendaraan bawah laut tanpa awak tersebut akan meningkatkan kemampuan pengintaian, serangan, peperangan anti-kapal selam, peperangan anti-kapal permukaan, penanggulangan ranjau laut, peperangan elektronik, hingga operasi di wilayah pesisir yang diperebutkan.

    “Proyek unggulan ini akan menghadirkan serangkaian muatan UUV multi-misi yang sangat mudah beradaptasi yang dirancang untuk mendukung operasi bawah laut dan mempertahankan keunggulan kolektif kita di domain maritim,” kata Hegseth di sela-sela Dialog Shangri-La di Singapura, Sabtu.

    Program tersebut berada di bawah skema “Pilar Dua” AUKUS yang berfokus pada pengembangan teknologi militer generasi baru, termasuk kecerdasan buatan, komputasi kuantum, teknologi bawah laut, sistem hipersonik, dan kemampuan siber. AUKUS dibentuk pada 2021 oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Australia sebagai bagian dari upaya memperkuat keseimbangan kekuatan di Indo-Pasifik. Namun, Beijing berulang kali mengkritik pakta tersebut dan menilai AUKUS berpotensi memicu perlombaan senjata baru di kawasan.

    Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengatakan kerja sama tersebut akan mempercepat penyebaran teknologi tempur mutakhir bagi angkatan bersenjata ketiga negara. “Hal ini akan dengan cepat memberikan pasukan kita teknologi medan perang tercanggih karena bersama-sama kita memproduksi berbagai sensor dan sistem senjata mutakhir untuk drone bawah laut,” ujarnya.

    Menurut Healey, sistem baru itu juga akan meningkatkan kemampuan ketiga negara dalam menghadapi ancaman terhadap infrastruktur bawah laut, termasuk kabel komunikasi dan jaringan pipa energi yang menjadi bagian penting ekonomi global. Healey mengakui implementasi AUKUS selama ini berjalan lebih lambat dari yang diharapkan. Karena itu, pengembangan drone bawah laut diproyeksikan menjadi salah satu proyek paling konkret dalam memperlihatkan kemampuan pakta tersebut menghasilkan teknologi militer operasional.

    Langkah terbaru AUKUS memperlihatkan semakin intensifnya persaingan geopolitik di Indo-Pasifik, terutama di wilayah maritim yang menjadi jalur perdagangan utama dunia. Bagi Washington dan sekutunya, penguasaan teknologi bawah laut dipandang sebagai elemen penting untuk mempertahankan keunggulan militer di tengah meningkatnya kemampuan angkatan laut China.

    Tetangga RI Makin Aktif dalam Persaingan Geopolitik

    Australia semakin memainkan peran penting dalam dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik. Sebagai salah satu sekutu utama Amerika Serikat di Asia-Pasifik, Canberra dalam beberapa tahun terakhir memperkuat kerja sama pertahanan dengan berbagai negara mitra, termasuk melalui pakta AUKUS bersama Amerika Serikat dan Inggris. Keterlibatan Australia dalam berbagai proyek pertahanan canggih menunjukkan bahwa negara tersebut tidak lagi sekadar berfokus pada keamanan nasional, tetapi juga berupaya menjadi salah satu aktor utama dalam menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan.

    Langkah ini sejalan dengan meningkatnya persaingan strategis antara Amerika Serikat dan China yang semakin terasa di Indo-Pasifik. Bagi Indonesia dan negara-negara ASEAN, perkembangan tersebut memiliki arti penting. Kawasan Asia Tenggara berada di persimpangan jalur perdagangan global sekaligus menjadi wilayah yang berdekatan dengan sejumlah titik ketegangan geopolitik, termasuk Laut China Selatan. Karena itu, setiap peningkatan kemampuan militer negara-negara besar maupun mitra regional berpotensi memengaruhi dinamika keamanan kawasan.

    Di satu sisi, penguatan kerja sama pertahanan Australia dapat dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas dan mencegah munculnya dominasi satu kekuatan tertentu di Indo-Pasifik. Namun di sisi lain, sebagian pihak khawatir meningkatnya persaingan militer dapat memperbesar risiko perlombaan senjata dan memperuncing rivalitas antarnegara. Dalam situasi tersebut, ASEAN menghadapi tantangan untuk tetap menjaga sentralitas dan stabilitas kawasan. Organisasi regional ini selama ini berupaya mempertahankan keseimbangan hubungan dengan seluruh kekuatan besar tanpa terjebak dalam rivalitas geopolitik yang semakin tajam.

    Bagi Indonesia, perkembangan tersebut menjadi pengingat bahwa keamanan kawasan tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan militer semata, tetapi juga oleh kemampuan diplomasi, kerja sama regional, dan pengelolaan hubungan dengan berbagai kekuatan global yang memiliki kepentingan di Indo-Pasifik.

    Drone Bawah Laut, Senjata yang Sulit Dideteksi

    Perkembangan teknologi militer modern tidak lagi hanya berfokus pada pesawat tempur, kapal perang, atau rudal jarak jauh. Salah satu inovasi yang semakin mendapat perhatian adalah kendaraan bawah laut tanpa awak atau drone bawah laut, yang dinilai mampu mengubah cara negara-negara besar menjalankan operasi militer di masa depan.

    Berbeda dengan kapal perang konvensional yang mudah dipantau melalui satelit atau radar, drone bawah laut memiliki keunggulan karena dapat bergerak secara senyap di kedalaman laut. Kemampuan tersebut membuatnya lebih sulit dideteksi dan memberi keuntungan besar dalam misi pengintaian maupun operasi rahasia.

    Dalam skenario peperangan modern, drone bawah laut dapat digunakan untuk memantau pergerakan kapal lawan, mengumpulkan data intelijen, memetakan dasar laut, hingga mengawasi jalur komunikasi strategis tanpa menarik perhatian. Kehadirannya memungkinkan sebuah negara memperoleh informasi penting tanpa harus mengerahkan kapal atau personel dalam jumlah besar.

    Selain fungsi pengintaian, teknologi ini juga dipandang memiliki peran penting dalam peperangan masa depan yang semakin mengandalkan sistem tanpa awak. Penggunaan kecerdasan buatan, sensor canggih, dan kemampuan operasi jarak jauh memungkinkan drone bawah laut menjalankan misi yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh kapal selam berawak dengan biaya jauh lebih besar.

    Kemampuan beroperasi secara diam-diam juga menjadikan teknologi ini relevan dalam perlindungan maupun pengawasan infrastruktur bawah laut. Kabel internet internasional, jaringan komunikasi global, serta pipa energi yang membentang di dasar laut kini menjadi aset strategis yang semakin mendapat perhatian negara-negara besar.

    Karena itu, persaingan dalam pengembangan drone bawah laut bukan sekadar perlombaan teknologi, melainkan bagian dari upaya menguasai domain maritim yang semakin penting dalam percaturan geopolitik global. Di era ketika informasi dan kecepatan respons menjadi faktor penentu, kemampuan melihat tanpa terlihat dapat menjadi salah satu keunggulan strategis yang paling berharga.

    China Kian Kuat, AUKUS Kian Solid

    Menguatnya kerja sama pertahanan antara Amerika Serikat, Inggris, dan Australia melalui AUKUS tidak dapat dilepaskan dari pesatnya modernisasi militer China dalam dua dekade terakhir. Seiring pertumbuhan ekonominya, Beijing secara konsisten meningkatkan anggaran pertahanan, memperkuat angkatan laut, mengembangkan rudal jarak jauh, serta mempercepat penguasaan teknologi militer generasi baru.

    Saat ini, China memiliki salah satu armada laut terbesar di dunia dan terus memperluas kemampuan operasionalnya di kawasan Indo-Pasifik. Modernisasi tersebut tidak hanya mencakup kapal perang dan kapal selam, tetapi juga teknologi siber, kecerdasan buatan, sistem hipersonik, hingga kemampuan tempur di ruang angkasa. Perkembangan itu membuat banyak negara mulai memperhitungkan perubahan keseimbangan kekuatan di kawasan.

    Bagi Amerika Serikat dan sekutunya, kebangkitan militer China dipandang sebagai tantangan strategis jangka panjang. Karena itu, Washington semakin memperkuat jaringan aliansi dan kemitraan keamanan di Indo-Pasifik. AUKUS menjadi salah satu instrumen utama dalam strategi tersebut dengan fokus pada pengembangan teknologi pertahanan mutakhir yang dinilai penting untuk mempertahankan keunggulan militer Barat.

    Inggris dan Australia juga memiliki kepentingan besar dalam menjaga stabilitas jalur perdagangan dan keamanan kawasan. Sebagian besar arus perdagangan global melintasi wilayah Indo-Pasifik, sehingga setiap perubahan keseimbangan kekuatan berpotensi memengaruhi kepentingan ekonomi dan keamanan negara-negara tersebut.

    Di sisi lain, Beijing menilai AUKUS sebagai langkah yang dapat meningkatkan ketegangan regional dan memicu perlombaan senjata baru. China berulang kali menyatakan kekhawatiran terhadap semakin eratnya kerja sama militer negara-negara Barat di kawasan yang dianggap sebagai lingkungan strategisnya.

    Hubungan sebab-akibat inilah yang membuat AUKUS dan modernisasi militer China berkembang secara paralel. Ketika kemampuan pertahanan China meningkat, negara-negara anggota AUKUS mempercepat integrasi teknologi dan kerja sama keamanan mereka. Sebaliknya, semakin solidnya AUKUS juga mendorong Beijing untuk terus memperkuat kemampuan militernya. Dinamika tersebut memperlihatkan bahwa persaingan geopolitik di Indo-Pasifik kini tidak lagi sekadar soal wilayah, tetapi juga perebutan pengaruh, teknologi, dan keseimbangan kekuatan pada abad ke-21.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Pandangan: Sekolah Jauhkan Siswa dari Layar

    By adm_imr3 Juni 20261 Views

    Galaxy AI Bawa Samsung Unggul? Xiaomi Jawab dengan Kejutan!

    By adm_imr3 Juni 20261 Views

    Samsung Rahasiakan HP Gaming Kencang, Fitur Baru Jadi Sorotan

    By adm_imr2 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Dzikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu 5 Waktu Lengkap

    3 Juni 2026

    Dandhy Laksono: Tim Pesta Babi Hormati Laporan Mama Sinta, Minta Publik Berhenti Menghakimi

    3 Juni 2026

    Motif Pembunuhan Ayu Puspita Sari di Muara Enim, Mantan Pacar Bakar Jasad untuk Hilangkan Jejak

    3 Juni 2026

    Pandangan: Mengenal Orthoebolavirus, Ancaman Kesehatan Global yang Nyata

    3 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?