Penghargaan sebagai Role Model Pengelolaan Pariwisata Hijau
InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menerima penghargaan sebagai Role Model Pengelolaan Pariwisata Hijau dari Tribun Bali, atas komitmen ITDC dalam mengimplementasikan praktik green tourism di kawasan yang dikelola. Penghargaan ini diberikan karena adanya upaya terus-menerus dalam menjaga keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Kawasan-kawasan tersebut adalah The Nusa Dua, Bali; The Mandalika, Nusa Tenggara Barat; dan The Golo Mori, Nusa Tenggara Timur.
Penghargaan diserahkan di Dharma Negara Alaya Lumintang. Ini menjadi pengakuan atas konsistensi perusahaan yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui pengelolaan destinasi. Hal ini sejalan dengan target pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) Indonesia tahun 2060.
Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menyampaikan bahwa pengelolaan pariwisata hijau tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan menjadi fondasi penting untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan destinasi wisata di masa depan. Baginya, pariwisata hijau bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk memastikan keberlanjutan destinasi di masa depan.
Pihaknya meyakini bahwa pembangunan dan operasional kawasan pariwisata harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan dan budaya, serta pemberdayaan masyarakat lokal agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Karena itu, melalui implementasi di The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori, ITDC terus memperkuat praktik green tourism melalui berbagai inisiatif yang mendorong efisiensi sumber daya, konservasi lingkungan, dan keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pariwisata.
Praktik Pengelolaan Berkelanjutan di The Nusa Dua
Di The Nusa Dua, Bali, praktik pengelolaan berkelanjutan diterapkan melalui sistem utilitas terpadu yang mendukung efisiensi sumber daya dan pengurangan dampak lingkungan. The Nusa Dua menggunakan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), reclaim water, sistem pengolahan air limbah, serta distribusi Liquefied Natural Gas (LNG).
Upaya tersebut diperkuat melalui pengelolaan sampah terpadu dan fasilitas composting kawasan yang dikelola oleh Strategic Business Unit (SBU) The Nusa Dua sebagai bagian dari implementasi Integrated Waste Management System.
Green Tourism di The Mandalika
Sementara itu, di The Mandalika, Nusa Tenggara Barat, green tourism diwujudkan melalui konservasi ekosistem pesisir, pengembangan ruang terbuka hijau, program penghijauan, penanaman pohon dan mangrove, hingga kegiatan beach clean-up yang melibatkan masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Berbagai inisiatif tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Sebagai bagian dari penguatan ekowisata, ITDC merencanakan pengembangan kawasan konservasi mangrove seluas 47,8 hektar di The Mandalika yang akan difungsikan sebagai Mandalika Mangrove Sanctuary, pusat konservasi sekaligus edukasi lingkungan berbasis pariwisata berkelanjutan.
Pengembangan di The Golo Mori
Adapun di The Golo Mori, Nusa Tenggara Timur, ITDC mengembangkan kawasan yang berbasis sustainable marine-based and ecotourism destination. Yakni dengan mengedepankan keseimbangan antara konservasi alam dan pengembangan pariwisata premium berbasis Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE). Pendekatan ini diarahkan untuk menciptakan nilai ekonomi baru tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem kawasan.
Ahmad Fajar menambahkan bahwa penghargaan yang diraih, menjadi dorongan bagi ITDC untuk terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui inovasi pengelolaan destinasi yang bertanggung jawab. Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi ITDC untuk terus memperkuat implementasi prinsip green tourism secara konsisten di seluruh destinasi yang kami kelola.
Fokus kami bukan hanya menghadirkan destinasi berkelas dunia dari sisi infrastruktur dan pengalaman wisata, tetapi juga memastikan pengelolaannya memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan sektor pariwisata nasional melalui pendekatan yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Sejalan dengan komitmen itu, ITDC akan terus memperkuat praktik pengelolaan destinasi yang berorientasi pada keberlanjutan melalui inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat guna menciptakan destinasi yang berdaya saing, inklusif, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, serta pertumbuhan sektor pariwisata nasional.





