Penyakit Lupus: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah salah satu penyakit yang sulit untuk disembuhkan. Penyakit ini memengaruhi cara kerja sistem imun tubuh, sehingga sistem imun justru menyerang jaringan tubuh yang sehat. Hal ini menyebabkan berbagai gejala yang bisa sangat mengganggu kehidupan penderitanya.
Penyebab Lupus
Hingga saat ini, penyebab pasti dari lupus masih belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor dapat memicu terjadinya penyakit ini. Pertama, lingkungan tempat tinggal menjadi salah satu faktor utama. Paparan sinar matahari berlebihan, asap rokok, maupun bahan kimia tertentu seperti merkuri dan silika bisa meningkatkan risiko terkena lupus.
Selain itu, faktor genetik juga turut berperan. Jika orang tua menderita lupus, maka kemungkinan besar anaknya juga akan mengalami penyakit yang sama. Selain itu, infeksi dari penyakit tertentu yang memerlukan penggunaan obat-obatan tertentu juga bisa memicu lupus.
Sebagian besar penderita lupus adalah perempuan usia 15-45 tahun. Oleh karena itu, ada spekulasi bahwa hormon estrogen yang berlebihan bisa menjadi penyebab dari penyakit ini.
Gejala Lupus
Gejala yang dialami oleh setiap penderita lupus bisa berbeda-beda. Beberapa penderita mengalami nyeri yang parah, sementara yang lain tidak merasakan gejala sama sekali. Berikut beberapa gejala umum dari lupus:
- Kelelahan
- Demam
- Nyeri pada badan
- Kemerahan atau ruam di wajah bagian pipi dan hidung
- Jari-jari membiru atau memutih saat kedinginan atau stres
- Sesak napas
- Nyeri dada
- Pusing, kebingungan hingga amnesia
Gejala-gejala ini sering kali mirip dengan gejala penyakit lain, sehingga membuat diagnosis lupus menjadi lebih sulit.
Jenis-Jenis Lupus
Lupus dapat memengaruhi berbagai organ dalam tubuh, seperti kulit, darah, sendi, ginjal, otak, jantung, dan paru-paru. Tipe yang paling umum adalah SLE. Namun, ada beberapa jenis lupus lainnya, antara lain:
- Cutaneous lupus erythematous, yaitu jenis lupus yang hanya memengaruhi kulit.
- Lupus neonatal, yaitu kondisi yang terjadi pada bayi yang lahir dari orang tua dengan lupus. Namun, kemungkinan besar anak tidak mewarisi penyakit tersebut.
- Lupus akibat efek samping pengobatan, yaitu kondisi yang terjadi secara sementara dan biasanya hilang setelah pengobatan dihentikan atau diganti.
Diagnosis Lupus
Diagnosis lupus tidak mudah karena gejalanya sering kali mirip dengan penyakit lain. Dokter biasanya melakukan beberapa tes untuk memastikan apakah pasien menderita lupus. Tes darah dilakukan untuk mengetahui kondisi sistem imun melalui jumlah sel darah merah dan putih. Tes urin juga dilakukan untuk mencari adanya infeksi atau kondisi kesehatan lainnya.
Tes antibodi juga dilakukan untuk mengetahui apakah tubuh memiliki antibodi yang terlalu aktif. Dokter juga bisa menyarankan biopsi kulit atau jaringan ginjal untuk memastikan apakah sistem imun telah merusak jaringan tersebut.
Pengobatan Lupus
Pengobatan lupus bertujuan untuk meringankan gejala dan mencegah kerusakan pada jaringan tubuh. Dosis pengobatan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala. Obat malaria sering digunakan karena gejala lupus mirip dengan gejala malaria.
Pereda nyeri juga bisa digunakan untuk mengurangi peradangan, tetapi penggunaannya harus dibatasi agar tidak terlalu sering. Dokter juga bisa meresepkan steroid sebagai anti radang untuk mengurangi gejala. Selain itu, supresan imun juga bisa diberikan untuk mengurangi keaktifan sistem imun pasien.
Dengan pengobatan modern, penderita lupus dapat menjalani hidup dengan lebih baik. Namun, pengobatan tetap perlu dilakukan secara teratur dan sesuai arahan dokter.







