Penelusuran Lokasi Viral di Surabaya Ternyata Tidak Menemukan Bukti Kebenaran
Sebuah foto yang viral di media sosial (medsos) menunjukkan sosok pocong membawa parang di kawasan Kalisosok, Surabaya, akhirnya terungkap setelah dilakukan pengecekan langsung oleh warga dan aparat kepolisian. Hasil penelusuran tersebut memastikan bahwa informasi yang beredar tidak benar.
Foto tersebut mulai menyebar sejak sepekan lalu melalui WhatsApp dan medsos, disertai narasi peringatan bagi warga yang melintas di kawasan Surabaya Utara. Sosok yang muncul dalam foto tersebut tampak seperti pocong berdiri di tikungan jalan sambil memegang benda mirip parang. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan langsung di lokasi, tidak ditemukan bukti adanya keberadaan sosok tersebut.
Lokasi Viral Ternyata Kawasan Aktivitas Gudang
Berdasarkan penelusuran di lokasi, titik yang disebut dalam foto viral berada di Jalan Kalisosok Kidul, tepat di depan area pergudangan dan perusahaan produk rumah tangga. Pada siang hari, kawasan ini dipenuhi aktivitas kendaraan logistik, mobil boks, forklift, hingga pekerja yang melakukan bongkar muat barang.
Petugas keamanan setempat, berinisial DO, mengaku mengetahui kabar viral tersebut sejak Sabtu (23/5/2026). Meski demikian, ia meragukan kebenarannya karena saat isu mulai beredar dirinya sedang bertugas jaga malam hingga pagi.
“Itu sudah menyebar sejak seminggu. Saya pas malam duduk di sini sampai pagi jaga, tidak ada apa-apa,” ujarnya. DO juga mengaku, selama sekitar satu setengah tahun bekerja di kawasan tersebut tidak pernah menemukan kejadian yang mengarah pada kemunculan sosok misterius seperti yang ramai dibicarakan.

Ojol Telusuri Lokasi, Hasilnya Nihil
Rasa penasaran juga mendorong seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Putra (45) melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Ia bahkan merekam video penelusuran yang kemudian diunggah melalui akun TikTok pribadinya.
Pengecekan dilakukan dua kali, yakni pada siang dan malam hari. Fakta hasil penelusuran menunjukkan bahwa lokasi yang disebut dalam foto memang ada di kawasan Kalisosok. Jalanan relatif lengang pada malam hari. Tidak ditemukan sosok pocong maupun aktivitas mencurigakan.
“Kami samperin sampai kedua kalinya, tetap tidak ada apa-apa,” kata Putra. Menurutnya, konten semacam itu berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat apabila dipercaya tanpa verifikasi.

Polisi Turun Tangan Lakukan Pengecekan
Menindaklanjuti viralnya foto tersebut, anggota Polsek Bubutan bersama Bhabinkamtibmas dan personel piket fungsi melakukan patroli serta pengecekan langsung ke lokasi pada Jumat (29/5/2026) malam. Hasilnya, polisi tidak menemukan indikasi keberadaan sosok pocong bersenjata seperti yang beredar di medsos.
“Menindaklanjuti adanya temuan yang viral tersebut, kami melakukan patroli. Sampai saat ini pocong yang viral itu tidak ada,” ujar Aipda Ronnie dalam dokumentasi patroli yang disebarkan Humas Polsek Bubutan.
Polisi Imbau Warga Tidak Mudah Percaya
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, mengingatkan masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi yang viral di medsos. Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini memungkinkan seseorang membuat gambar atau foto yang tampak realistis menggunakan aplikasi pengeditan maupun kecerdasan buatan (AI).
Karena itu masyarakat diminta melakukan prinsip “check and recheck” terhadap setiap informasi yang diterima.
Tips Menyikapi Informasi Viral
- Periksa sumber unggahan.
- Pastikan informasi berasal dari akun resmi atau terpercaya.
- Jangan langsung membagikan informasi yang belum terverifikasi.
- Bandingkan dengan informasi dari media kredibel.
- Laporkan kejadian mencurigakan melalui layanan darurat kepolisian.
Suroto juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan kepolisian melalui Hotline 110, apabila menemukan kejadian darurat atau aktivitas mencurigakan.
Kasus viral pocong membawa parang di Surabaya menjadi pengingat penting, bahwa informasi yang beredar di medsos perlu diverifikasi sebelum dipercaya, terutama di tengah maraknya penggunaan teknologi AI dan manipulasi digital.





