Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan dengan Teknologi Modern
Di tengah upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, sejumlah inovasi teknologi modern mulai diterapkan di sektor pertanian. Salah satunya adalah penggunaan drone untuk penyebaran benih maupun pupuk serta rice transplanter untuk menanam padi. Kegiatan ini digelar di Desa Kebalan, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada hari Sabtu (30/5/2026). Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Pertanian Ad Interim Sudaryono dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.
Teknologi Pertanian: Solusi Efisiensi dan Produktivitas
Penggunaan alat dan mesin pertanian seperti rice transplanter dan drone bertujuan untuk mempercepat proses tanam serta meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan. Hal ini sangat penting mengingat keterbatasan tenaga kerja yang sering dihadapi petani. Dengan teknologi ini, target peningkatan luas tanam dan produktivitas pertanian dapat tercapai lebih cepat.
Menurut Mentan RI Ad Interim Sudaryono, Kabupaten Lamongan menjadi salah satu daerah percontohan keberhasilan pembangunan pertanian di Indonesia. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat petani setempat yang berkontribusi besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Target Luas Tanam yang Menjanjikan
Lamongan memiliki target luas tambah tanam sebesar 233.000 hektare. Hingga saat ini, telah terealisasi tanam seluas 168.000 hektare. Produksi padi juga mengalami peningkatan, dari sebelumnya 7 ton per hektare kini meningkat menjadi 7,3 ton per hektare. Angka ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian mulai menunjukkan hasil yang positif.
Kebijakan Pemerintah yang Mendukung Petani
Sudaryono menekankan bahwa keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan produksi pangan tidak lepas dari kerja keras para petani. Pemerintah terus berupaya memperkuat produksi dalam negeri agar kebutuhan pangan nasional dapat dipenuhi oleh hasil petani sendiri. Selain beras, pemerintah juga menargetkan pengurangan impor untuk berbagai komoditas pangan lainnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah melakukan beberapa langkah seperti meningkatkan produksi, memperbaiki infrastruktur pertanian, memperlancar distribusi pupuk, dan memastikan harga hasil panen tetap menguntungkan petani. Saat ini, penggunaan pupuk secara nasional mengalami peningkatan hingga sekitar 38 persen. Kondisi ini menjadi indikator meningkatnya aktivitas tanam petani di berbagai daerah.
Kepastian Harga Hasil Panen
Optimisme petani juga didorong oleh adanya kepastian harga hasil panen yang dijamin pemerintah. Untuk komoditas jagung, pemerintah telah menetapkan harga pembelian minimum guna menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Sementara untuk gabah, pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.
Sudaryono menegaskan bahwa jika produksi meningkat, kesejahteraan petani akan meningkat. Jika petani sejahtera, ketahanan pangan nasional akan semakin kuat. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh petani Lamongan yang selama ini dinilai menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
Peran Menteri PPN/Bappenas
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy juga hadir dalam kegiatan Gerakan Tanam Padi di Kabupaten Lamongan. Ia mengajak petani untuk terus mendukung berbagai program pemerintah yang berpihak pada sektor pertanian dan kesejahteraan petani.
Dalam arahannya, Rachmat meminta para petani untuk mengikuti arahan pemerintah mulai dari Presiden, Menteri Pertanian, Wakil Menteri Pertanian hingga kepala daerah yang selama ini berupaya meningkatkan kesejahteraan petani. Ia menegaskan bahwa kenaikan harga gabah yang ditetapkan pemerintah merupakan bentuk keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada petani.
Rachmat juga menyampaikan bahwa kondisi pertanian saat ini menunjukkan perkembangan positif. Ia menilai para petani mulai merasakan hasil dari berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah, baik dalam hal produksi maupun jaminan harga hasil panen.
Penilaian Bupati Lamongan
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan bahwa pertanian di negeri ini pasti akan berhasil. Menurutnya, itu bisa dilihat dari wajah optimisme Wamentan, Sudaryono. Ia juga menyebutkan bahwa meskipun Lamongan tidak memiliki lahan pertanian yang cukup luas, namun memiliki luas panen yang paling besar di Jatim.
Target luas tambah tanam di Lamongan awalnya 192.000 hektare menjadi 193.000 hektare, dan kini akan berkembang dengan target luas tambah tanam seluas 233.000 hektare. Dengan upaya yang dilakukan, Lamongan diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam meningkatkan produksi pertanian.






