Veda Ega Pratama kembali menunjukkan kemampuan yang luar biasa di Moto3 2026 setelah finis di posisi kedua pada sesi Practice Moto3 Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park, Jumat (5/6). Hasil ini membawanya langsung lolos ke Q2. Veda Ega Pratama mencatatkan rekor unik dengan enam kali masuk sesi kualifikasi kedua dari delapan seri yang telah berlangsung musim ini.
Performa Veda Ega Pratama semakin menarik karena sebelumnya dia mengalami kesulitan besar pada sesi Free Practice 1 (FP1). Pada FP1, pembalap asal Gunungkidul tersebut hanya mampu menempati posisi ke-26 atau urutan terakhir saat pertama kali menjajal karakter Sirkuit Balaton Park. Namun, dalam waktu singkat, ia berhasil bangkit dan tampil kompetitif.
Bagaimana Veda Ega Pratama Bangkit dari Posisi Buncit di FP1?
Veda Ega Pratama mampu bangkit hanya dalam hitungan jam setelah terdampar di posisi terakhir pada FP1 Moto3 Hungaria 2026. Pada sesi Practice yang menjadi penentu kelolosan langsung ke Q2, dia melesat hingga posisi kedua. Perubahan drastis ini tidak lepas dari proses adaptasi terhadap lintasan baru. Balaton Park menjadi sirkuit yang belum pernah dirasakan sebelumnya oleh Veda sehingga dia membutuhkan waktu untuk memahami karakter trek dan mencari setelan terbaik motor Honda Team Asia.
“Hari ini adalah hari yang sangat positif bagi saya. Jujur saja, pagi ini saya cukup kesulitan karena trek terasa sangat licin dan saya tidak nyaman dengan sensasi motor,” ujar Veda Ega Pratama. “Karena ini adalah pertama kalinya saya balapan di sini, saya membutuhkan beberapa putaran untuk memahami sirkuit dan di mana saya bisa meningkatkan performa,” imbuh dia.
Setelah menemukan ritme yang tepat, Veda langsung tampil kompetitif dan hanya kalah dari pembalap Spanyol, Maximo Quiles, pada daftar waktu tercepat Practice Moto3 Hungaria 2026.
Mengapa Catatan Ini Menjadi Rekor Unik Veda Ega Pratama?
Hasil di Hungaria membuat Veda Ega Pratama kembali mengamankan tiket langsung menuju Q2. Catatan ini memperpanjang tren positif yang sudah berlangsung sepanjang musim Moto3 2026. Dari delapan seri yang telah berlangsung, Veda berhasil mencapai Q2 sebanyak enam kali. Menariknya, sebagian besar tiket Q2 diraih secara langsung melalui sesi Practice tanpa harus melewati Q1.
Konsistensi tersebut menjadi indikator penting perkembangan pembalap berusia muda itu. Di kelas Moto3 yang terkenal sangat ketat dengan selisih waktu tipis antar pembalap, kemampuan rutin masuk Q2 menunjukkan kecepatan satu lap yang semakin matang. Jika dibandingkan dengan awal musim, performa Veda juga terlihat terus meningkat. Dia semakin sering berada di kelompok depan dan mampu bersaing dengan para pembalap papan atas sejak hari pertama akhir pekan balapan.
Rincian Kelolosan Veda Ega Pratama ke Q2 Musim 2026
Perjalanan Veda Ega Pratama menuju Q2 sepanjang Moto3 2026 menunjukkan grafik yang cukup stabil. Berikut rinciannya:
- Thailand: Langsung Q2
- Brasil: Q2
- Amerika Serikat: Q2
- Spanyol: Q2 lewat Q1
- Prancis: Q2
- Catalunya: Q1
- Italia: Q2
- Hungaria: Q2
Dari data tersebut, hanya dua seri di mana Veda tidak berhasil langsung menembus Q2 melalui sesi Practice. Salah satunya terjadi di Catalunya, sementara pada GP Spanyol dia masih mampu menyelamatkan peluang dengan lolos lewat Q1 sebelum melanjutkan perjuangan ke Q2. Catatan enam kali lolos ke Q2 dari delapan seri menjadi bukti Veda kini semakin konsisten dibandingkan awal karirnya di Moto3. Kemampuan beradaptasi cepat dengan berbagai karakter sirkuit juga menjadi salah satu kekuatan utamanya musim ini.
Peluang Besar di Kualifikasi dan Balapan Hungaria
Keberhasilan menempati posisi kedua pada Practice membuka peluang besar bagi Veda Ega Pratama menghadapi sesi kualifikasi. Posisi tersebut menunjukkan kecepatan yang cukup untuk bersaing memperebutkan barisan depan grid start. Modal positif ini menjadi semakin penting karena Balaton Park merupakan lintasan baru bagi sebagian besar pembalap. Mereka yang mampu menemukan ritme lebih cepat memiliki keuntungan besar untuk mendapatkan posisi start ideal.
Veda Ega Pratama kini memiliki kesempatan melanjutkan momentum positif yang sudah ditunjukkan sejak GP Italia. Jika mampu mempertahankan performa seperti pada sesi Practice, pembalap Honda Team Asia itu berpeluang kembali bersaing di kelompok depan saat balapan Moto3 Hungaria 2026 berlangsung. Konsistensi lolos ke Q2 dalam enam dari delapan seri menjadi sinyal bahwa Veda bukan lagi sekadar pembalap pendatang baru yang mengandalkan kejutan. Musim 2026 mulai menunjukkan dirinya sebagai salah satu nama yang layak diperhitungkan dalam persaingan Moto3.






