Prestasi Miftah Khatulistiwa FC Menjadi Tanda Bahagia bagi Sepak Bola Putri Kalimantan Barat
Keberhasilan yang diraih oleh tim putri Miftah Khatulistiwa FC Pontianak dalam ajang Sijang Accord Women Cup 2026 menjadi momen penting dalam sejarah sepak bola putri Kalimantan Barat. Dengan rata-rata usia pemain yang masih sangat muda, gelar juara tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga ini di wilayah tersebut.
Tim Miftah Khatulistiwa FC menjuarai turnamen yang digelar di Lapangan Gabsis, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada bulan Mei hingga Juni 2026. Pencapaian ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga membuktikan bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan selama beberapa tahun terakhir memberikan hasil yang nyata.
Tim dengan Usia Muda yang Menggebrak
Yang menarik dari kemenangan ini adalah komposisi pemain yang mayoritas masih berusia dini dan remaja. Sebagian besar anggota tim berasal dari siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Meskipun begitu, mereka mampu bersaing dan mengalahkan tim-tim yang lebih tua dan memiliki pengalaman lebih matang.
Pada laga final, Miftah Khatulistiwa tampil dominan dengan mengalahkan tuan rumah Sijang Accord CF dengan skor meyakinkan 4-0. Empat gol kemenangan dicetak oleh Astrid Anggraini pada menit ke-40 dan 57, serta Zahara Aprilliya pada menit ke-48 dan 55. Performa yang luar biasa ini menjadi bukti kuat bahwa para pemain muda mampu menjalankan strategi dan instruksi pelatih dengan disiplin.
Sebelum melaju ke partai puncak, tim asal Pontianak juga mencatat kemenangan telak 5-0 atas BMC Mensere di babak semifinal. Dalam pertandingan itu, Astrid Anggraini menyumbangkan dua gol, sementara tiga gol lainnya dicetak oleh Zahara Aprilliya, Mutia Najla Raudhatunnisa, dan Nurlaini melalui tendangan penalti. Di fase grup, Miftah Khatulistiwa juga menunjukkan dominasi dengan kemenangan besar 9-0 atas Gladiator FC Women.
Pembinaan yang Berkelanjutan
Pelatih Kepala Miftah Khatulistiwa FC, Miftah Hurrahman, ST, M.Ling, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan selama beberapa tahun terakhir. Ia menilai bahwa mental bertanding para pemain muda sangat kuat meski menghadapi lawan-lawan yang lebih tua dan berpengalaman.
“Anak-anak bermain sangat baik sepanjang turnamen. Mereka tidak takut menghadapi pemain senior dan mampu menjalankan instruksi dengan disiplin. Gelar ini merupakan hasil dari proses latihan yang panjang,” ujarnya.
Miftah juga menjelaskan bahwa dalam proses pembinaan, para pemain putri sering dipertandingkan melawan pemain laki-laki seusianya untuk meningkatkan kemampuan teknik, kecepatan bermain, dan mental bertanding. Metode ini pernah didiskusikan langsung dengan pelatih Timnas Putri Indonesia, Coach Timo Scheunemann, saat berkunjung ke Malang tahun lalu.
Prestasi yang Menjadi Awal Bagi Masa Depan
Prestasi yang diraih pada Sijang Accord Women Cup 2026 menjadi kelanjutan dari keberhasilan pembinaan yang telah dilakukan sebelumnya. Pada tahun 2025, dua pemain Miftah Khatulistiwa, yakni Nurlaini dan Qinar, berhasil tampil pada ajang Piala Pertiwi U-16 Seri Nasional di Kudus.
Karena itu, Miftah berharap semakin banyak pemain muda Kalimantan Barat yang mendapatkan kesempatan untuk tampil di level nasional. “Kami berharap ada dukungan yang lebih besar dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan stakeholder olahraga, agar pembinaan sepak bola putri usia dini bisa terus berjalan. Potensi anak-anak ini sangat besar dan perlu mendapat perhatian bersama,” ujarnya.
Daftar Pemain yang Berkontribusi
Tim Miftah Khatulistiwa FC Women 2026 terdiri dari sejumlah pemain yang masih berusia sangat muda, seperti Assifa Islam Maulana (2013), Zahara Aprilliya (2013), Desiya Amelia (2013), Mikhayla Alifa Rahman (2013), Aulia Safitri (2013), Putri Tanzila Zahra (2012), Nayla Thaqinar Sabhara Putri (2012), Mutia Najla Raudhatunnisa (2012), Delisya Alma Naura (2012), Nurlaini (2011), Nazwa Khairunnisa (2011), Era Fajira (2011), Khumayrah (2010), Keyla Calvina Nabila (2010), Astrid Anggraini (2008), dan Citra (2007).
Mereka didampingi lima pemain senior yakni Siti Maisaroh, Pelagia Anggi Seran, Fransiska Betty Ardianti, Hairuni Sarah, dan Meri Riana yang menjadi penyeimbang sekaligus pembimbing bagi pemain-pemain muda di dalam maupun luar lapangan.
Selain para pemain, keberhasilan tim juga didukung jajaran ofisial yang terdiri dari Moh. Ilham Al Ghozali sebagai asisten pelatih berlisensi D PSSI, Hardinata sebagai pelatih kiper berlisensi D PSSI, serta Arief Ramadhani, S.Pd. yang bertugas sebagai Ketua Tim Media.





