Lowongan Pekerjaan di SPPG Pemurus Luar 002 Banjarmasin
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pemurus Luar 002 Banjarmasin sedang membuka peluang kerja untuk posisi Koki dan Staf Administrasi. SPPG merupakan unit pelayanan atau dapur modern yang berada di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN). Tugas utama dari SPPG adalah memproduksi dan mendistribusikan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi yang higienis dan bernutrisi seimbang kepada kelompok prioritas, seperti anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Bagi lulusan SMA dan sederajat, ada kesempatan untuk bergabung dengan SPPG Pemurus Luar 002.
Persyaratan untuk Koki:
- Pria/Wanita usia maksimal 35 tahun
- Pendidikan minimal SMA/SMK
- Berpengalaman di dunia F&B, rumah makan/restoran/hotel minimal setahun
- Memiliki attitude bagus, disiplin, rajin, kreatif, inovatif, dan cepat belajar
Persyaratan untuk Staf Administrasi:
- Pria usia maksimal 30 tahun
- Pendidikan minimal SMA/SMK
- Memahami Microsoft office
- Memahami stock opname barang dan rekap laporan
- Memiliki attitude bagus, teliti, cepat belajar, rajin dan disiplin
- Kemampuan menggunakan Canva & Capcut menjadi nilai plus
Berkas lamaran harus dikirim ke email dapurmbgbanjarmasin@gmail.com dalam satu file PDF yang berisi CV, foto KTP, foto KK, ijazah terakhir, transkrip nilai, dan pas foto terbaru. Lokasi alamatnya adalah Kompleks Bunyamin Permai 1 KM. 6,5, Banjarmasin.
Capaian Program Makan Gizi Gratis di Kabupaten Banjar
Program Makan Gizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banjar telah menembus sekitar 51,4 persen dari total sasaran penerima manfaat. Dengan penambahan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekumpul 005 Martapura, capaian sasaran akan semakin meningkat.
Wakil Bupati (Wabup) Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, saat meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekumpul 005 Martapura, Senin (1/6/2026) di Jalan Sekumpul Ujung Gang Hijrah Jaya No.2 Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, menyampaikan apresiasi terhadap langkah nyata Yayasan Albasia Graha ACID dan seluruh pengelola yang telah mewujudkan dapur ini sebagai bagian dari program nasional Makan Bergizi Gratis.
Menurut Wabup, program MBG merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi penerus yang sehat dan berkualitas. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari peresmiannya, tetapi juga dari konsistensi pengelolaan yang dilakukan setiap hari. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga standar kebersihan dan kualitas makanan yang diproduksi.
Dampak Ekonomi dan Kesehatan dari SPPG
Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, menambahkan bahwa kehadiran dapur SPPG di kawasan Sekumpul merupakan langkah strategis dalam mendukung program pemerintah pusat, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat dan penurunan angka stunting.
Selain manfaat kesehatan, ia menilai keberadaan dapur SPPG juga akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi lokal. Minimal dari tenaga kerja yang terserap dan sirkulasi perekonomian yang bergerak di sekitar dapur ini tentu akan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Yudi mengaku optimistis dengan kesiapan fasilitas yang telah dibangun. Berdasarkan hasil peninjauan, dapur dinilai telah memenuhi standar yang ditetapkan dan siap beroperasi. Saat ini terdapat 38 dapur SPPG yang telah terdaftar dan beroperasi di Kalimantan Selatan. Dengan diresmikannya SPPG Sekumpul 005, jumlah tersebut bertambah menjadi 39 unit.
Cakupan dan Target Program MBG di Kabupaten Banjar
Adapun, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Banjar, Shinta Aulia Armeynda, menyampaikan bahwa cakupan program MBG mencapai sekitar 51,4 persen dari total sasaran penerima manfaat. Detail jumlahnya sudah mencapai 70 ribu peserta didik.
Total sasaran sekitar 136 ribu peserta didik yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta lembaga pendidikan lainnya di Kabupaten Banjar, sehingga masih perlu perluasan dan percepatan sasaran. Selain peserta didik, program MBG juga menyasar kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang menjadi prioritas dalam upaya peningkatan gizi masyarakat.
Shinta menjelaskan bahwa saat ini fokus pada perluasan pelayanan kepada kelompok 3B, yaitu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Insya Allah mulai besok akan ada sekitar 11.250 penerima manfaat dari kelompok tersebut.
Dari total 36 SPPG yang telah memperoleh Surat Keputusan (SK), sementara dapur SPPG yang baru diresmikan menjadi unit ke-37 di Kabupaten Banjar. Dari total tersebut, sebanyak 30 SPPG sudah beroperasi dan tujuh lainnya masih dalam tahap persiapan operasional.
Disampaikan Shinta, Kecamatan Martapura menjadi wilayah dengan jumlah SPPG terbanyak di Kabupaten Banjar. Diuraikannya, saat ini terdapat 11 SPPG yang telah berjalan dan 10 unit lainnya masih dalam tahap persiapan. Untuk Kecamatan Martapura sendiri saat ini sudah ada 11 SPPG yang beroperasi. Kemudian akan ada tambahan 10 SPPG lagi yang sedang dipersiapkan, sehingga total nantinya mencapai 21 SPPG.







