Perubahan Pemimpin di Badan Gizi Nasional
Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Penunjukan ini dilakukan setelah sejumlah perubahan terjadi di jajaran pimpinan BGN. Mayjen Trenggono kini mengisi posisi yang sebelumnya kosong, dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan pengumuman tersebut dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa malam.
Selain Mayjen Trenggono, beberapa pejabat lain juga mengalami perubahan jabatan. Dadan Hindayana, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BGN, dicopot dari posisinya. Begitu pula dengan Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan Sonny Sanjaya yang juga diangkat sebagai Wakil Kepala BGN. Nanik S. Deyang kini menjadi Kepala BGN yang baru, sementara Agustina Arumsari diangkat sebagai Wakil Kepala BGN.
Mayjen TNI Trenggono adalah seorang perwira tinggi di TNI Angkatan Darat. Sebelum menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, ia pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama (Wadirut) PT Agrinas Pangan Nusantara. Penunjukan ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo memilih sosok yang memiliki latar belakang administratif dan manajerial untuk menjalankan tugas di BGN.
Alasan Pencopotan Kepala BGN
Penyebab pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN disampaikan oleh Mensesneg Prasetyo Hadi. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada proses monitoring dan evaluasi selama hampir satu setengah tahun terakhir. Beberapa catatan penting muncul, termasuk masalah kedisiplinan dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) tata kelola makanan.
Dadan Hindayana dilantik sebagai Kepala BGN sejak Agustus 2024. Setelah periode evaluasi, Presiden Prabowo memutuskan untuk mengganti tiga pimpinan BGN, termasuk dirinya sendiri. Dengan adanya pergantian ini, diharapkan ada peningkatan dalam kualitas dan efektivitas kerja di BGN.
Kasus Love Scamming di Jawa Tengah
Di wilayah Sukoharjo dan Surakarta, Jawa Tengah, polisi mengungkap kasus dugaan penipuan berkedok hubungan asmara (love scamming). Dalam kasus ini, seorang perempuan berinisial F diduga terlibat dalam sindikat penipuan yang menyeret korban dari luar negeri. Berdasarkan ciri fisik seperti tato salib di leher dan tato di tangan, diperkirakan F adalah Fabiola Elizabeth, mantan istri dari Reza Smash.
Fabiola Elizabeth diketahui pernah menikah dengan Reza Smash pada September 2018, namun perceraian terjadi pada 2020. Dalam kasus ini, F bertugas melakukan panggilan video dengan para korban untuk memperkuat keyakinan mereka bahwa orang yang mereka ajak komunikasi adalah nyata. Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti seperti ponsel, komputer, dan buku panduan percakapan yang digunakan dalam skenario penipuan ini.
Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih, menjelaskan bahwa peran F sangat penting dalam skema penipuan ini. Ia bertugas tampil langsung saat korban meminta verifikasi identitas melalui panggilan video. Tim pemasaran mencari korban, sedangkan F memperkuat hubungan emosional yang sudah dibangun agar korban mudah terjebak dalam skenario yang disusun pelaku.
Penutup
Perubahan di jajaran BGN dan pengungkapan kasus love scamming di Jawa Tengah menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat hukum terus berupaya meningkatkan kualitas layanan serta memberantas tindakan kriminal yang merugikan masyarakat. Informasi lengkap mengenai berita-berita terbaru dapat ditemukan di berbagai sumber terpercaya.






