Keterlibatan Mahasiswa PNJ dalam Insiden Mesum di Perpustakaan
Sebuah insiden yang melibatkan seorang mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) berinisial ARM dan seorang pria luar kampus, AW, membuat heboh media sosial. Kejadian tersebut terjadi di perpustakaan PNJ dan menarik perhatian banyak orang.
Identitas Pelaku Terungkap
Dari informasi yang diperoleh, pelaku pertama adalah seorang mahasiswa PNJ semester dua berinisial ARM. Sementara itu, pelaku kedua adalah seseorang yang tidak terdaftar sebagai mahasiswa PNJ dengan inisial AW. Seorang saksi mata, R, mengungkapkan bahwa dua pemuda tersebut tertangkap basah sedang berciuman mesra di belakang perpustakaan.
Pengakuan dari Pelaku
Setelah ketahuan, ARM dan AW langsung dibawa ke pos security untuk diinterogasi oleh dosen dan kampus. Mereka kemudian diarak ke tengah halaman kampus dan dikelilingi oleh para mahasiswa. ARM akhirnya memberikan pengakuan tentang awal mula pertemuan dengan AW.
ARM mengatakan bahwa mereka awalnya bertemu melalui Twitter. Ia tidak menyangka bahwa AW akan datang ke kampusnya. “Saya hanya ingin membantu dia mencari makan, dan tiba-tiba dia ada di sini,” ujar ARM. Ia juga mengaku terbawa suasana hingga melakukan aksi tersebut di perpustakaan.
AW menjelaskan bahwa mereka pertama kali bertemu di Twitter sekitar 1,5 bulan yang lalu. Ia juga menyebutkan bahwa ia memiliki rencana untuk eksplorasi kampus, termasuk ke perpustakaan.
Tanggapan Ayah Pelaku
Di tengah momen ini, ayah ARM hadir dan memohon maaf atas kelakuan putranya. Ia bahkan bersujud di depan mahasiswa lainnya karena merasa malu. Ayah ARM menyampaikan bahwa ia selalu mengajak putranya ke masjid agar lebih memahami jalan yang benar.
Ia juga menyatakan bahwa jika pihak kampus memutuskan untuk melakukan sanksi terberat seperti DO (Drop Out), ia tidak akan menolak. “Kembalikan kepada kami untuk mendidik dia,” kata ayah ARM.
Pernyataan Pihak Kampus
Pihak kampus PNJ akhirnya memberikan pernyataan resmi mengenai insiden ini. Humas PNJ, Soraya Aldina, membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi di lingkungan kampus. Ia menegaskan bahwa PNJ menentang keras tindakan asusila yang dilakukan oleh pelaku.
Meski begitu, pihak kampus tetap menjaga privasi terduga pelaku. Soraya menyampaikan bahwa sanksi terberat yang bisa diberikan adalah DO, namun keputusan akhir akan ditetapkan setelah meninjau aturan-aturan yang berlaku.
Tindakan Lanjutan
Pihak kampus PNJ masih dalam proses mendalami kasus ini. Mereka akan mengevaluasi apakah ARM layak menerima sanksi atau tidak. Dengan adanya insiden ini, PNJ diharapkan dapat memberikan contoh yang baik bagi mahasiswanya.






