LPP TVRI Memasuki Babak Baru dengan Pelantikan Direktur Utama
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI memasuki babak baru dalam sejarahnya. Tubagus Fiki Chikara Satari resmi dilantik sebagai Direktur Utama Pengganti Antarwaktu (PAW) LPP TVRI periode 2023-2028 dalam sebuah seremoni yang digelar di Gedung Penunjang Operasional (GPO) TVRI, Jakarta, Senin 8 Juni 2026.
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi TVRI yang saat ini tengah bersiap menghadapi salah satu agenda siaran terbesar dalam sejarah penyiaran nasional, yakni Piala Dunia FIFA 2026, yang akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI, Agus Sudibyo, menegaskan bahwa terpilihnya Fiki Chikara merupakan hasil proses seleksi yang dilakukan secara terbuka, objektif, profesional, dan berdasarkan pertimbangan kapasitas kepemimpinan yang dibutuhkan TVRI ke depan.
Menurut Agus, TVRI membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga mampu menjawab tantangan transformasi industri media yang semakin dinamis.
“Pada akhirnya, kami yakin hari ini kami tidak salah memilih. Saudara Tubagus Fiki Chikara Satari adalah pilihan terbaik untuk menakhodai kapal besar LPP TVRI mulai hari ini,” ujar Agus Sudibyo saat pelantikan.
TVRI Hadapi Momentum Emas Piala Dunia 2026
Pelantikan Fiki terjadi di saat TVRI sedang berada dalam posisi strategis sebagai official broadcaster Piala Dunia 2026 di Indonesia.
Agus menilai momentum ini menjadi ujian sekaligus peluang besar bagi TVRI untuk menunjukkan kualitasnya sebagai media publik nasional yang mampu menghadirkan siaran kelas dunia kepada masyarakat.
Selain menyajikan pertandingan sepak bola terbesar di dunia, TVRI juga diharapkan mampu memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan keterlibatan publik, memperluas jangkauan layanan, serta memperkuat eksistensi media publik di tengah persaingan platform digital.
“Kami melihat kapasitas, pengalaman, integritas, serta visi Saudara Fiki sebagai titik pijak untuk membawa TVRI mampu menghadapi berbagai persoalan sekaligus memanfaatkan berbagai peluang yang ada di depan mata, termasuk menyelenggarakan siaran Piala Dunia secara baik,” kata Agus.
Ia menambahkan bahwa TVRI membutuhkan pemimpin yang mampu menjadi problem solver sekaligus motor perubahan untuk menghadirkan inovasi dan pembaruan organisasi.
Menurutnya, TVRI tidak hanya memerlukan administrator yang mengelola birokrasi, tetapi seorang pemimpin yang mampu menggerakkan seluruh elemen organisasi agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumsi media masyarakat.
Fokus Pertama Fiki: Pastikan Siaran Piala Dunia Berjalan Sukses
Usai dilantik, Fiki Chikara langsung mengungkap prioritas utama yang akan dikerjakannya dalam waktu dekat.
Ia menegaskan bahwa fokus pertama kepemimpinannya adalah memastikan seluruh proses penyiaran Piala Dunia 2026 berjalan lancar dan dapat dinikmati masyarakat Indonesia tanpa hambatan.
Menurut Fiki, Piala Dunia bukan sekadar tayangan olahraga, melainkan pesta rakyat yang memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas.
“Kita akan memfokuskan ke penyiaran Piala Dunia. Siaran ini tidak hanya dinikmati melalui jalur digital platform, tetapi juga bisa menjadi perayaan masyarakat sampai dengan aktivasi ekonomi kerakyatan. Ini yang kita harapkan dan bisa dirasakan seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Fiki melihat perhelatan akbar tersebut dapat menjadi momentum yang mendorong aktivitas ekonomi masyarakat mulai dari sektor UMKM, industri kreatif, pariwisata, hingga berbagai kegiatan komunitas yang tumbuh di sekitar euforia sepak bola dunia.
TVRI Pastikan Siaran Menjangkau Daerah Terpencil
Salah satu perhatian utama Fiki adalah memastikan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk yang berada di wilayah pelosok, dapat menikmati tayangan Piala Dunia 2026.
Ia menjelaskan bahwa TVRI telah menyiapkan berbagai infrastruktur distribusi siaran, baik melalui televisi terestrial, layanan digital, hingga platform OTT (Over The Top) yang dimiliki TVRI.
Menurutnya, secara teknis sistem distribusi saat ini sudah berada dalam kondisi siap.
Namun demikian, pihaknya tetap akan melakukan pemetaan kualitas jangkauan siaran di sejumlah daerah untuk memastikan tidak ada masyarakat yang kehilangan akses terhadap siaran pertandingan.
“Terkait dengan layanan distribusi jangkauan kita, semua platform saya rasa kalau dari fitur sudah tidak ada masalah. Tapi kita tetap memastikan mana kualitas daerah yang kuat dan bagaimana nanti solusi untuk wilayah yang masih terkendala. Terkait digital kita juga sudah memiliki OTT,” jelasnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen TVRI sebagai media publik yang memiliki mandat memberikan layanan informasi dan hiburan secara merata kepada seluruh rakyat Indonesia.
Dihadiri Sejumlah Menteri dan Tokoh Nasional
Pelantikan Direktur Utama PAW TVRI berlangsung dengan kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh nasional.
Turut hadir Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang bertindak sebagai saksi pelantikan bersama Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria.
Selain itu hadir pula Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Komisaris InJourney Ni Luh Puspa, mantan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, serta jajaran pimpinan lembaga penyiaran nasional seperti LPP RRI dan LKBN Antara.
Kehadiran berbagai tokoh tersebut menunjukkan besarnya perhatian pemerintah terhadap peran strategis TVRI dalam mendukung ekosistem penyiaran nasional, khususnya menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Dengan kepemimpinan baru dan momentum siaran global terbesar tahun ini, TVRI kini berada di persimpangan penting untuk memperkuat transformasi digital, meningkatkan kualitas layanan publik, dan memperluas jangkauan siaran kepada seluruh masyarakat Indonesia.







