Serangan Militer Israel ke Iran dan Respons Iran
Israel dilaporkan meluncurkan serangan terhadap target militer di Iran, hanya beberapa jam setelah mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menunda pembalasan atas serangan rudal Iran. Serangan ini terjadi setelah Iran menembakkan rudal balistik ke Israel sebagai respons atas serangan sebelumnya terhadap infrastruktur Hizbullah di Beirut selatan.
Menurut laporan dari militer Israel, serangan tersebut dilakukan di wilayah barat dan tengah Iran pada hari Senin (8/6/2026). Informasi ini disampaikan melalui unggahan resmi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di platform X pada pukul 08.27 WIB. Sementara itu, televisi pemerintah Iran melaporkan suara ledakan yang terdengar di kota Teheran, Isfahan, dan Tabriz.
Beberapa jam sebelum serangan Israel, Trump dikabarkan telah berbicara dengan Netanyahu melalui telepon. Menurut laporan Associated Press, pejabat AS mengonfirmasi bahwa Trump menelepon Netanyahu dan meminta agar tidak langsung merespons serangan rudal Iran. Meskipun tidak ada rincian lebih lanjut tentang percakapan tersebut, pejabat tersebut menyatakan bahwa Trump berhasil meyakinkan Netanyahu untuk menunda respons militer sementara waktu.
Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari kantor Netanyahu mengenai hal ini.
Pemicu Serangan Iran: Israel Serang Lebanon di Tengah Gencatan Senjata
Serangan rudal Iran terjadi setelah Israel melancarkan serangan ke wilayah Beirut, yang merupakan pertama kalinya sejak AS mengumumkan rencana gencatan senjata di Lebanon. Garda Revolusi Iran (IRGC) kemudian mengklaim menargetkan Pangkalan Udara Ramat David milik Israel yang berada di dekat Nazareth. Militer Israel menyatakan bahwa mereka berhasil mencegat rudal yang diluncurkan dari Iran.
Donald Trump, yang sedang berada di klub golfnya di Bedminster, New Jersey, melakukan percakapan selama sekitar 30 menit dengan Netanyahu. Informasi ini didapatkan dari laporan Reuters, meskipun tidak ada detail tambahan yang diberikan oleh pejabat Israel.
Militer Israel juga mengeluarkan pernyataan singkat setelah tengah malam waktu setempat. Dalam pernyataan tersebut, Kepala Staf Eyal Zamir menyatakan bahwa pasukannya belum diperintahkan untuk menyerang Iran, tetapi akan melaksanakan tindakan tegas jika diperlukan.
Analisis: Iran Berupaya Membangun Efek Tangkal terhadap Serangan ke Lebanon
Trita Parsi, pendiri Quincy Institute for Responsible Statecraft di AS, memberikan analisis mengenai serangan Iran ke Israel. Ia mengatakan bahwa tujuan serangan tersebut adalah untuk mencegah serangan Israel lebih lanjut ke Lebanon. “Iran telah membangun kembali efek tangkal dalam hal serangan terhadap dirinya sendiri,” katanya kepada Al Jazeera.
Parsi menjelaskan bahwa Iran mencoba membangun efek tangkal terhadap serangan apa pun terhadap Lebanon. “Siapa yang tahu apakah mereka akan mencoba melakukan hal yang sama untuk Gaza dan wilayah Palestina lainnya. Namun, yang mereka lakukan sekarang setidaknya adalah mencoba menegaskan efek tangkal untuk Lebanon juga.”
Ia juga menyebutkan bahwa serangan Iran bertujuan untuk memastikan bahwa kesepakatan apa pun dengan AS mencakup Lebanon. “Iran telah menegaskan dengan sangat jelas bahwa gencatan senjata harus mencakup seluruh wilayah, dan khususnya termasuk Lebanon. Mereka juga telah menegaskan dengan sangat jelas bahwa tidak akan ada penyelesaian yang berkelanjutan untuk perang ini jika Israel diizinkan untuk terus membombardir Lebanon dan selanjutnya merebut atau menduduki wilayahnya.”
Menurut Parsi, awalnya AS tidak menganggap serius garis merah Iran. Namun, selama lima hari terakhir, tampaknya Iran benar-benar serius tentang isu tersebut dan bahkan bersedia mempertaruhkan seluruh kesepakatan dengan AS demi isu tersebut.







