Perubahan Perilaku Hidup Sehat sebagai Fondasi Pembangunan Kesehatan Nasional
BPJS Kesehatan terus berupaya memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat sebagai dasar dari pembangunan kesehatan nasional. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah melalui kegiatan Masoem Run 2026 di Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat dengan langkah-langkah kecil, seperti lebih aktif bergerak, rutin berolahraga, serta menjaga pola makan dan istirahat yang seimbang.
Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Umum dan Komunikasi Kedeputian Wilayah V BPJS Kesehatan, Ropik Patriana menyampaikan bahwa kesehatan merupakan investasi yang dimulai dari langkah kecil. Ketika masyarakat membiasakan diri untuk hidup sehat, aktif bergerak, dan menjaga keseimbangan hidup, maka kualitas hidup dan produktivitas bangsa akan meningkat.
Program Prolanis Muda sebagai Upaya Promotif dan Preventif
Selain itu, BPJS Kesehatan juga hadir dengan program Prolanis Muda sebagai salah satu Quick Wins yang ditujukan pada generasi produktif. Program ini dirancang untuk menangani tantangan meningkatnya penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus, yang kini juga banyak dialami oleh masyarakat usia di bawah 45 tahun.
“Penerapan gaya hidup sehat perlu menjadi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat. Melalui kegiatan berbasis komunitas seperti ini, kami berharap semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk aktif bergerak dan menjaga kesehatannya,” ujar Ropik.
Menurutnya, penyakit kronis kini semakin banyak ditemukan pada usia produktif, sehingga upaya promotif dan preventif harus dilakukan lebih awal dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter masyarakat saat ini.
Pencapaian Kepesertaan Program JKN
Per 1 Mei 2026, kepesertaan Program JKN telah mencapai lebih dari 284,4 juta jiwa atau setara 98 persen lebih penduduk Indonesia. Selain itu, BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan 23.623 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), serta 3.206 rumah sakit dan klinik utama.
“Membangun masyarakat yang sehat harus dimulai dari kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak dini. Setiap kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten akan memberikan manfaat besar di masa depan,” tambah Ropik.
Layanan BPJS Keliling untuk Mempermudah Akses Administrasi
Dalam kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan juga menghadirkan layanan BPJS Keliling guna mempermudah akses layanan administrasi bagi masyarakat secara langsung. Kehadiran layanan BPJS Keliling ini merupakan bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam mendekatkan pelayanan kepada peserta Program JKN agar semakin mudah dan cepat.
“BPJS Kesehatan mengapresiasi Masoem University atas terselenggaranya kegiatan ini serta dukungan berbagai pihak. Ke depan, BPJS Kesehatan akan terus mendorong penguatan ekosistem JKN melalui inovasi layanan dan pendekatan promotif preventif guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing,” ujar Ropik.
Sinergi dan Kolaborasi dalam Membangun SDM Berkualitas
Ketua Yayasan Al Masoem, Ceppy Nasahi Masoem, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi dan kolaborasi antara Masoem University, BPJS Kesehatan, serta berbagai stakeholder dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Menurutnya, investasi pada sumber daya manusia tidak hanya dilakukan melalui pendidikan, tetapi juga melalui penguatan kesehatan masyarakat sebagai fondasi utama untuk menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Olahraga merupakan salah satu sarana penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat didorong untuk membiasakan pola hidup sehat yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas serta kualitas hidup,” tegas Ceppy.
Harapan untuk Kegiatan Berkelanjutan
Ceppy juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari gerakan bersama dalam menciptakan masyarakat yang tidak hanya maju secara pendidikan, tetapi juga kualitas kesehatan masyarakatnya.
“Pada akhirnya, kualitas suatu bangsa ditentukan oleh kualitas manusianya. Karena itu, membangun masyarakat yang sehat merupakan langkah strategis untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” tutup Ceppy.







