Destinasi Wisata Bendungan Pammukulu yang Menarik Minat Wisatawan
Bendungan Pammukulu di Desa Kale Ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, terus menarik perhatian wisatawan lokal maupun luar daerah. Saat Infomalangraya.com berkunjung pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 14.00 Wita, kawasan ini tampak ramai dengan pengunjung yang datang untuk menikmati berbagai fasilitas yang tersedia.
Wisatawan dapat menikmati panorama waduk yang indah, mencoba kuliner khas daerah, serta mencoba berbagai wahana yang disediakan. Berikut adalah beberapa rute yang bisa ditempuh oleh wisatawan dari berbagai daerah:
- Dari Kabupaten Jeneponto: Pengunjung dapat melalui jalur Canrego dengan jarak sekitar 23 kilometer. Rute ini melewati Kelurahan Bontokadatto, Kelurahan Bulukunyi, Desa Su’rulangi, Desa Cakura, Desa Lantang, hingga Desa Kale Lantang sebelum tiba di Desa Ko’mara.
- Dari pusat Kota Takalar: Jalan yang bisa dipilih adalah jalur Kalampa dengan jarak sekitar 21 kilometer. Jalur ini melintasi kawasan samping Kantor PDAM Tirta Panrannuangku, Kelurahan Maredekaya, Desa Moncongkomba, Desa Lantang, dan Kale Lantang.
- Dari Makassar maupun Gowa: Pengunjung dapat menggunakan jalur utara melalui pertigaan samping Polsek Polongbangkeng Utara. Rute tersebut melewati Kelurahan Palleko, Desa Pa’rapunganta, Desa Massamaturu, dan Desa Timbuseng dengan jarak tempuh sekitar 17 kilometer menuju Kale Ko’mara.
Setibanya di lokasi, wisatawan langsung disambut gerbang megah Bendungan Pammukulu. Hamparan waduk yang luas berpadu dengan perbukitan hijau menghadirkan panorama yang memanjakan mata. Saat cuaca cerah, pengunjung dapat menikmati keindahan matahari terbit maupun matahari terbenam dari balik perbukitan yang mengelilingi waduk. Pemandangan inilah yang membuat Bendungan Pammukulu semakin populer, terutama di kalangan pemburu konten media sosial.
Selain menikmati panorama waduk, wisatawan juga dapat melanjutkan perjalanan sekitar sembilan kilometer menuju Air Terjun Timurung yang menjadi salah satu destinasi favorit di kawasan Kale Ko’mara. Di sepanjang tepian bendungan, berjejer warung dan kios milik warga yang menawarkan aneka makanan dan minuman. Salah satu menu favorit pengunjung adalah ikan nila segar hasil tangkapan nelayan setempat dari perairan Bendungan Pammukulu.
Tersedia pula kopi, sarabba, pisang goreng, serta beragam kuliner tradisional khas daerah. Salah satu lokasi yang ramai dikunjungi wisatawan adalah Warung Sunset Pammukulu yang berada di tepi waduk. Selain menyediakan kuliner, tempat ini juga mengelola wahana mobil ATV yang bisa digunakan untuk menjelajahi kawasan wisata sekitar bendungan.
Pemilik Warung Sunset Pammukulu sekaligus pengelola ATV, Jumardi Daeng Ngalle, mengatakan kendaraan tersebut merupakan aset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang disewakan kepada wisatawan. “Tarif sewanya Rp60 ribu per jam. Kalau setengah jam Rp30 ribu. Waktu penggunaan juga bisa disesuaikan dengan permintaan pengunjung,” ujarnya. Saat ini tersedia delapan unit ATV yang siap digunakan wisatawan.
Menurut Jumardi, jumlah pengunjung pada hari biasa rata-rata mencapai 20 orang per hari. Namun saat akhir pekan atau hari libur, jumlah pengunjung bisa meningkat hingga ratusan orang. “Kalau akhir pekan atau hari libur, jumlah pengunjung bisa mencapai ratusan orang,” katanya.
Salah seorang wisatawan asal Jeneponto, Siska, mengaku mengetahui keberadaan Bendungan Pammukulu melalui media sosial. Ia tertarik datang karena dalam satu kawasan terdapat berbagai pilihan destinasi wisata yang bisa dinikmati sekaligus. “Saya sudah mengunjungi bendungan, air terjun, dan sekarang mencoba wahana ATV. Tempatnya bagus dan banyak pilihan wisatanya,” ujarnya.
Siska mengaku kunjungannya kali ini merupakan yang kedua dalam dua hari terakhir. “Hari pertama saya datang ke Air Terjun Timurung lalu pulang. Hari ini datang lagi untuk menikmati suasana bendungan dan mencoba ATV,” katanya. Ia memperkirakan perjalanan dari kampung halamannya di Jeneponto menuju Kale Ko’mara memakan waktu sekitar tiga jam.
Kepala Desa Kale Ko’mara, Parawangsa, mengatakan kawasan wisata tersebut menawarkan perpaduan wisata alam, kuliner, dan rekreasi yang dapat dinikmati seluruh kalangan. “Pengunjung bisa menikmati panorama Bendungan Pammukulu, mencicipi ikan nila segar hasil tangkapan warga, mengunjungi air terjun, hingga menjelajahi kawasan wisata menggunakan ATV,” jelasnya.
Menurut Parawangsa, jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama keluarga juga beberapa kali berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Kale Ko’mara. “Beliau baru-baru ini berkunjung ke Air Terjun Timurung dan sejumlah titik wisata lainnya di Kale Ko’mara,” katanya.
Parawangsa berharap potensi wisata yang dimiliki desanya semakin berkembang. Karena itu, pihaknya membuka peluang bagi investor yang ingin berkontribusi dalam pengembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut. “Kami membuka ruang bagi investor yang ingin berinvestasi dan bersama-sama mengembangkan potensi wisata Desa Kale Ko’mara agar semakin maju dan dikenal luas,” tutupnya.







