Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Homeschooling di Malang: Merancang Pembelajaran Personal Sesuai Kebutuhan Anak

    13 Juni 2026

    Hotel dekat Masjid Nabawi, jemaah diminta ingat nama dan sektornya

    13 Juni 2026

    Ernando Ari Jadi Sorotan Netizen! Kiper Persebaya yang Suka Memancing di Laut

    13 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 13 Juni 2026
    Trending
    • Homeschooling di Malang: Merancang Pembelajaran Personal Sesuai Kebutuhan Anak
    • Hotel dekat Masjid Nabawi, jemaah diminta ingat nama dan sektornya
    • Ernando Ari Jadi Sorotan Netizen! Kiper Persebaya yang Suka Memancing di Laut
    • 4 Tipu Muslihat Psikologis Saat Pasar Saham Turun, Catat Ini!
    • BNN ungkap peran dua WNA sebagai kurir narkoba 7,8 kg dari Jakarta ke Bali
    • 50 Soal Ujian Muhammadiyah dengan Kunci Jawaban Lengkap
    • Siapa Saja Perlu Konsumsi Obat Kolesterol?
    • Twibbon Hari Keamanan Pangan Sedunia 2026, Unduh Gratis!
    • 13 tempat pernikahan luar ruangan di Bali dengan pemandangan menakjubkan
    • Gempa Dahsyat Guncang Sulut Pagi Ini, Warga Minut Lari Pakai Handuk: Sangat Menegangkan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Siapa Saja Perlu Konsumsi Obat Kolesterol?

    Siapa Saja Perlu Konsumsi Obat Kolesterol?

    adm_imradm_imr13 Juni 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peran Obat Penurun Kolesterol dalam Pencegahan Penyakit Jantung

    Perubahan gaya hidup, seperti pola makan yang lebih sehat dan rutin berolahraga, dapat membantu mencegah atau mengobati kadar kolesterol yang tidak sehat bagi sebagian orang. Namun, untuk beberapa individu dengan kondisi tertentu, penggunaan obat penurun kolesterol (statin) mungkin diperlukan sebagai bagian dari perawatan medis.

    Berikut adalah kelompok individu yang direkomendasikan untuk menggunakan statin berdasarkan pedoman dari American College of Cardiology (ACC) dan American Heart Association (AHA). Tujuan utama penggunaan statin adalah menurunkan kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein/kolesterol jahat) hingga mencapai target yang ditetapkan.

    1. Pasien ASCVD Klinis

    Individu dengan atherosclerotic cardiovascular disease (ASCVD) atau penyakit kardiovaskular aterosklerotik klinis—termasuk mereka yang telah mengalami serangan jantung, stroke iskemik, atau penyakit arteri perifer—direkomendasikan untuk mengonsumsi obat kolesterol. Tujuannya adalah pencegahan sekunder, yaitu mencegah kejadian ulang yang bisa mematikan.

    Kelompok ini direkomendasikan untuk menjalani terapi statin intensitas tinggi guna menurunkan kadar kolesterol LDL sebesar ≥50 persen. Jika kadar LDL tetap ≥70 mg/dL meskipun sudah menjalani terapi statin maksimal, dokter mungkin akan mempertimbangkan penambahan obat lain.

    2. Individu dengan Kadar Kolesterol Sangat Tinggi

    Individu dengan hiperlipidemia primer berat—kondisi ketika kadar lemak dalam darah, terutama kolesterol dan trigliserida, sangat tinggi akibat faktor genetik atau bawaan—dengan kolesterol LDL ≥190 mg/dL juga direkomendasikan untuk mengonsumsi obat kolesterol. Tujuannya adalah pencegahan primer agresif sebelum timbul gejala atau kejadian jantung.

    Orang dengan LDL ≥190 mg/dL memiliki risiko kejadian jantung lebih tinggi dibanding populasi normal jika tidak diobati. Terapi statin dapat menurunkan kadar kolesterol LDL hingga ≥50 persen dan secara signifikan mengurangi risiko jangka panjang. Jika kadar kolesterol LDL tetap ≥100 mg/dL setelah terapi statin, dokter mungkin akan mempertimbangkan penambahan obat lain.

    3. Orang Usia 40–75 Tahun dengan Diabetes Tipe 1 atau 2



    Dokter juga akan merekomendasikan statin untuk pasien dengan diabetes yang usianya 40–75 tahun. Alasannya, diabetes dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah secara sistemik, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Jadi, tujuan pemberian statin di sini adalah pencegahan primer intensif karena risiko jantung sangat tinggi meskipun tanpa gejala.

    Dokter biasanya merekomendasikan pasien ini terapi statin intensitas sedang. Jika ada faktor risiko tambahan (misalnya, durasi diabetes ≥10 tahun, retinopati, nefropati, neuropati, atau eGFR <60 ml/menit/1,73 m²), dokter mungkin akan mempertimbangkan terapi statin intensitas tinggi. Banyak penelitian menunjukkan bahwa statin menurunkan risiko kardiovaskular secara bermakna pada pasien diabetes, bahkan jika kadar LDL-nya tidak terlalu tinggi.

    4. Individu Tanpa Diabetes, Usia 40–75 Tahun, dengan Kolesterol LDL 70–189 mg/dL

    Rekomendasi penggunaan statin lainnya adalah untuk individu tanpa diabetes yang berusia 40–75 tahun, dengan kolesterol LDL 70–189 mg/dL, dengan risiko ASCVD ≥7,5 persen (berdasarkan kalkulator risiko). Tujuannya adalah pencegahan primer berbasis risiko sebelum kejadian jantung pertama.

    Kalkulator risiko ASCVD memperkirakan kemungkinan terkena serangan jantung atau stroke dalam 10 tahun ke depan. Jika risiko ≥7,5 persen, berarti peluang kejadian jantung dalam sepuluh tahun ke depan cukup tinggi dan layak diturunkan dengan terapi statin. Studi menunjukkan bahwa bahkan pada individu dengan kolesterol sedang namun risiko tinggi, statin dapat secara signifikan menurunkan kejadian kardiovaskular.

    5. Pilihan Obat Kolesterol

    Obat yang diberikan pilihan utamanya adalah golongan statin, contohnya atorvastatin dan rosuvastatin. Ini adalah obat yang penting untuk pengobatan LDL karena sudah terbukti dari banyak penelitian, bukan hanya menurunkan kadar LDL namun juga mencegah serangan jantung.

    Jika penggunaan statin tidak berhasil untuk menurunkan kolesterol LDL sesuai target, obat lain yang digunakan adalah ezetimibe. Obat ini bekerja dengan cara mencegah penyerapan kolesterol di usus. Terakhir, jika statin dan ezetimibe masih tidak berhasil untuk menurunkan kolesterol LDL sesuai target, maka obat suntik inhibitor PCSK9 dapat diberikan.

    Kesimpulan

    Kesimpulannya, obat penurun kolesterol, terutama statin, direkomendasikan bagi individu dengan risiko tinggi penyakit jantung, termasuk mereka yang sudah mengalami penyakit jantung, memiliki tingkat kolesterol yang sangat tinggi, memiliki diabetes, atau memiliki risiko 10 tahun terkena penyakit jantung. Prinsip umumnya adalah, makin rendah kadar kolesterol LDL, makin rendah risiko penyakit jantung.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Tidak Selalu Buruk, Ini 5 Manfaat Menghabiskan Waktu Kosong untuk Otak

    By adm_imr12 Juni 20261 Views

    7 Langkah Cegah Diabetes Saat Hamil

    By adm_imr12 Juni 20261 Views

    Daftar 144 Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan

    By adm_imr12 Juni 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Homeschooling di Malang: Merancang Pembelajaran Personal Sesuai Kebutuhan Anak

    13 Juni 2026

    Hotel dekat Masjid Nabawi, jemaah diminta ingat nama dan sektornya

    13 Juni 2026

    Ernando Ari Jadi Sorotan Netizen! Kiper Persebaya yang Suka Memancing di Laut

    13 Juni 2026

    4 Tipu Muslihat Psikologis Saat Pasar Saham Turun, Catat Ini!

    13 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?