Pendirian Universitas Panca Wahana (UNIPA) sebagai Solusi Konflik di UNUBA
Konflik yang berkepanjangan di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA) di Pasuruan, Jawa Timur, akhirnya mendorong Yayasan Pancawahana Bangil untuk mengambil langkah baru. Dengan alasan bahwa konflik tidak memberikan solusi yang jelas, yayasan memutuskan untuk mendirikan kampus baru bernama Universitas Panca Wahana (UNIPA). Keputusan ini diambil setelah berbagai upaya penyelesaian melalui dialog dan musyawarah dinilai belum membuahkan hasil.
Pendirian UNIPA bukan dimaksudkan untuk mengambil alih atau merebut lembaga yang menjadi objek sengketa, melainkan sebagai upaya untuk fokus pada pengembangan pendidikan. Menurut KH Moh Najib Syafi’i, pendiri sekaligus Pembina Yayasan Pancawahana Bangil, energi yang selama ini tersita dalam konflik akan lebih bermanfaat jika diarahkan pada pembangunan pendidikan.
Tiga Program Studi yang Disiapkan
Sebagai langkah awal, UNIPA disiapkan membuka tiga program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Ketiga program tersebut dipilih karena dinilai memiliki kebutuhan tinggi di masyarakat serta sesuai dengan fokus pengembangan yayasan.
Meski proses pendirian kampus masih berlangsung, antusiasme masyarakat terhadap UNIPA cukup besar. Yayasan mengungkapkan bahwa lebih dari 100 calon mahasiswa telah mendaftarkan diri untuk mengikuti perkuliahan perdana yang dijadwalkan dimulai pada September 2026. Seluruh mahasiswa yang telah mendaftar merupakan peserta didik baru dan bukan berasal dari perpindahan mahasiswa UNUBA.
Perkuliahan Dimulai September, Kampus Permanen Disiapkan
Perkuliahan di UNIPA direncanakan dimulai pada awal September mendatang. Sementara menunggu pembangunan kampus permanen, kegiatan akademik sementara akan dilaksanakan di salah satu gedung sekolah yang berada di bawah naungan yayasan. Gus Najib menjelaskan bahwa pihak yayasan sengaja memilih menyiapkan fasilitas sendiri agar proses pendidikan dapat berjalan tanpa memunculkan polemik baru terkait penggunaan aset.
Ia juga menyatakan bahwa yayasan telah menyiapkan lahan yang nantinya akan dikembangkan menjadi kampus permanen Universitas Panca Wahana. Tujuan utamanya adalah memastikan proses pendidikan berjalan dengan tenang dan bebas dari konflik.
Prihatin dengan Konflik, Tetap Buka Ruang Klarifikasi
Di tengah proses pendirian kampus baru, Gus Najib mengaku prihatin terhadap situasi yang berkembang selama konflik berlangsung. Ia menyebut beberapa dosen yang berada di lingkungannya dikabarkan tidak diperkenankan memasuki kawasan Graha PCNU Bangil. Informasi tersebut sempat beredar di sejumlah grup aplikasi percakapan.
Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin memperpanjang polemik. Fokus utama yayasan saat ini adalah memastikan proses pendirian UNIPA berjalan sesuai ketentuan dan mampu menjadi alternatif pendidikan bagi masyarakat.
Terkait rencana Pusat Bantuan Hukum (PBH) DPC Peradi Bangil yang akan melakukan tabayun menyusul adanya pengaduan mahasiswa UNUBA, Gus Najib menyatakan siap memberikan penjelasan apabila diperlukan.
Mahasiswa UNUBA Suarakan Aspirasi ke Pusat Bantuan Hukum (PBH) DPC Peradi Bangil
Sebelumnya, keresahan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA) selama ini dipendam akhirnya kembali disuarakan. Bukan turun jalan, kali ini mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Sudut Kampus mendatangi kantor Pusat Bantuan Hukum (PBH) DPC Peradi Bangil, Rabu (17/6/2026).
Mereka meminta pendampingan hukum terkait berbagai persoalan yang mulai berdampak terhadap kepastian akademik dan masa depan mahasiswa. Bagi mahasiswa, persoalan yang terjadi di lingkungan kampus bukan lagi sekadar dinamika internal kelembagaan.
Ketidakjelasan yang berlarut-larut justru menimbulkan kegelisahan karena berpotensi memengaruhi hak-hak akademik mahasiswa, mulai dari administrasi perkuliahan hingga legalitas ijazah setelah lulus nanti.
Pusat Bantuan Hukum (PBH) DPC Peradi Bangil Memastikan Akan Menindaklanjuti Pengaduan
Pusat Bantuan Hukum (PBH) DPC Peradi Bangil memastikan akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan sejumlah mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen mengawal hak-hak mahasiswa sekaligus memberikan kepastian hukum atas berbagai persoalan yang mereka keluhkan.
Ketua DPC Peradi Bangil Suryono Pane membenarkan pihaknya telah menerima surat permohonan bantuan hukum dari sejumlah organisasi mahasiswa tersebut. Menurutnya, PBH Peradi Bangil akan melakukan kajian hukum secara menyeluruh sebelum menentukan langkah lanjutan.
Kesiapan untuk Tabayun dan Klarifikasi
Sebagai tindak lanjut, PBH Peradi Bangil berencana melakukan tabayun dan klarifikasi kepada berbagai pihak terkait untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai persoalan yang diadukan mahasiswa. Selain itu, Pane juga mendorong seluruh pihak untuk mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi.
Menurutnya, penyelesaian secara kekeluargaan akan jauh lebih baik dibanding membiarkan konflik terus berlarut-larut. Ia juga menyayangkan munculnya langkah-langkah yang berpotensi memperkeruh suasana, termasuk adanya saling somasi di antara pihak-pihak yang berselisih.







