Beasiswa Kalla: Jembatan Mimpi bagi Putra Putri Indonesia Timur
Beasiswa Kalla terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemerataan akses pendidikan bagi mahasiswa di Sulawesi. Program ini menjadi salah satu upaya pengembangan sumber daya manusia yang menyasar generasi muda di kawasan Indonesia Timur melalui dukungan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Program Bincang Kampus bertema ‘Beasiswa Kalla: Jembatan Mimpi bagi Putra Putri Indonesia Timur’ menjadi wadah untuk membahas komitmen program ini. Diskusi ini menghadirkan Program Manager Educare LAZ Hadji Kalla, Sitti Nurkaya Basri, serta awardee Beasiswa Kalla 2022 dari Unismuh Makassar, Amra Aeni. Host Tribun Timur, Iluh Devi Sania, memandu diskusi ini.
Fokus pada Perguruan Tinggi di Pulau Sulawesi
Nurkaya menjelaskan bahwa Beasiswa Kalla berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di empat provinsi di Pulau Sulawesi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Karena itulah program ini dikenal sebagai salah satu upaya untuk mendukung lahirnya generasi unggul di kawasan Indonesia Timur.
Dalam pelaksanaannya, Beasiswa Kalla mengedepankan prinsip inklusivitas. Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di empat provinsi tersebut. Tidak ada batasan minimum akreditasi kampus, sehingga seluruh mahasiswa yang memenuhi syarat memiliki peluang sama menjadi penerima beasiswa.
Kebijakan ini menjadi salah satu pembeda Beasiswa Kalla dengan sejumlah program beasiswa lainnya, umumnya mensyaratkan kampus dengan akreditasi tertentu, misalnya minimal akreditasi B atau setara. Di Beasiswa Kalla, kami ingin memastikan akses pendidikan yang lebih merata tanpa membedakan latar belakang perguruan tinggi.
Pengembangan Program Beasiswa Kalla
Beasiswa Kalla juga diberikan kepada putra-putri asal empat provinsi tersebut yang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi terbaik nasional. Mahasiswa yang kuliah di kampus-kampus unggulan seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan berbagai perguruan tinggi yang masuk jajaran kampus terbaik nasional juga berkesempatan mendapatkan dukungan beasiswa ini.
Program Beasiswa Kalla sebenarnya sudah hadir cukup lama dalam lingkungan Kalla Group. Namun, secara resmi dan lebih dikenal luas sebagai salah satu program unggulan, beasiswa ini mulai berkembang sejak 2011. Pada masa itu, program tersebut masih berada di bawah naungan Yayasan Hadji Kalla dan belum dikelola oleh Laz Hadji Kalla seperti saat ini.
Yayasan Hadji Kalla sendiri telah berdiri sejak era 1990-an, tetapi fokus yang lebih kuat pada program beasiswa mulai dilakukan pada 2011. Sejak saat itu, banyak penerima manfaat atau awardee yang telah merasakan dampaknya, bahkan sebagian di antaranya kini menempati posisi strategis dan menjadi pimpinan di berbagai unit usaha Kalla Group.
Jenis Beasiswa yang Dijalankan
Jenis beasiswa yang pernah dijalankan sebenarnya cukup beragam. Selain program untuk mahasiswa sarjana, Beasiswa Kalla juga pernah membuka kesempatan bagi jenjang pascasarjana. Namun, setelah melalui evaluasi dan pengembangan program dalam beberapa tahun terakhir, khususnya dalam lima tahun terakhir, fokus utama beasiswa diarahkan pada mahasiswa jenjang S1, D4, dan D3.
Adapun untuk program Pascasarjana atau studi profesi, peluangnya masih terbuka dalam skema tertentu, biasanya berdasarkan rekomendasi atau kebutuhan khusus. Hal ini penting disampaikan karena hingga kini masih banyak masyarakat menanyakan apakah Beasiswa Kalla juga mencakup jenjang magister maupun pendidikan profesi.
Untuk periode yang sedang berjalan, program yang dibuka secara umum adalah beasiswa bagi mahasiswa D3, D4, dan S1.
Pengalaman Awardee Beasiswa Kalla
Amra, awardee Beasiswa Kalla 2022 dari Unismuh Makassar, menjelaskan bahwa ia mengetahui informasi mengenai Beasiswa Kalla melalui media sosial, khususnya Instagram. Ia aktif mencari berbagai informasi beasiswa yang dapat membantu melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Dari situlah ia menemukan informasi tentang Beasiswa Kalla dan kemudian memutuskan untuk mengikuti proses seleksinya.
Ia mulai menjadi penerima Beasiswa Kalla sejak semester 2. Saat itu proses pendaftaran dan seleksi memang dibuka pada semester 2, tetapi manfaat beasiswa yang ia terima mencakup biaya pendidikan sejak semester 1 hingga menyelesaikan studi di semester akhir.
Amra juga merekomendasikan program ini kepada teman-teman lainnya. Pada tahun ia mengikuti seleksi, tahapannya terdiri atas seleksi administrasi dan wawancara. Setelah melalui proses tersebut, ia dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa Kalla. Beberapa teman yang juga ia ajak untuk mengikuti seleksi turut berjuang bersama dan akhirnya berhasil lolos.
Program Pengembangan Diri dan Kepemimpinan
Beasiswa Kalla tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan kepada para awardee, tetapi juga menghadirkan berbagai program pengembangan diri dan kepemimpinan. Salah satunya melalui kelas Change Maker yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, serta kepekaan sosial para penerima beasiswa.
Selain itu, awardee juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mengikuti program magang di berbagai unit usaha Kalla, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan program yang diselenggarakan oleh Kalla.
Proses Seleksi dan Sosialisasi
Sejauh ini, seluruh proses pendaftaran dan seleksi Beasiswa Kalla difokuskan secara daring atau online. Namun, untuk memperkenalkan program kepada calon peserta, tim Beasiswa Kalla tetap melakukan sosialisasi dan kunjungan langsung ke berbagai daerah di provinsi sasaran.
Selain kanal digital, ada juga program sosialisasi tatap muka untuk memperkenalkan Beasiswa Kalla kepada mahasiswa. Nurkaya menjelaskan bahwa mereka memberdayakan para awardee Beasiswa Kalla untuk menjadi duta informasi di daerah asal masing-masing. Mereka di dorong untuk mengajak dan memperkenalkan Program Beasiswa Kalla kepada adik-adik pelajar, sekaligus memberikan motivasi tentang pentingnya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kuota dan Jangkauan Informasi
Jumlah pendaftar Beasiswa Kalla terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Tidak hanya dari sisi kuantitas, sebaran peserta juga semakin luas dengan keterwakilan kabupaten/kota yang semakin beragam di berbagai daerah.
Saat ini, Beasiswa Kalla telah membangun jejaring dengan 73 perguruan tinggi yang tersebar di empat provinsi di Pulau Sulawesi serta sejumlah kampus di Pulau Jawa. Selain itu, mereka juga telah menjalin kerja sama resmi dengan 24 perguruan tinggi di kawasan Indonesia Timur sebagai bagian dari upaya memperluas akses dan penguatan program beasiswa.





