Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Temuan Emas di Bangka Tengah Beri Harapan Baru, ESDM Babel Minta Kajian Mendalam

    28 Juni 2026

    Susno Duadji Buka Rahasia Keterlambatan Kasus Ijazah Jokowi, Rakyat Tidak Percaya Aparat Hukum

    28 Juni 2026

    Brasil bangkit, Vinicius percaya Selecao melaju jauh di Piala Dunia 2026

    28 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 28 Juni 2026
    Trending
    • Temuan Emas di Bangka Tengah Beri Harapan Baru, ESDM Babel Minta Kajian Mendalam
    • Susno Duadji Buka Rahasia Keterlambatan Kasus Ijazah Jokowi, Rakyat Tidak Percaya Aparat Hukum
    • Brasil bangkit, Vinicius percaya Selecao melaju jauh di Piala Dunia 2026
    • Warga Batuampar Serbu BPN Buleleng, Desak Pembatalan HPL
    • Pendaftar SPMB SMA/SMK 2026 Melebihi Kuota di Denpasar Bali
    • Opini: Matahari NTT dan Jalannya Kesejahteraan dari Garam
    • Sibuk kejar medali, warga terlupakan: kekurangan fasilitas olahraga di Indonesia
    • Komisi XII Minta Permasalahan Batubara dan PLN Ditinjau Secara Menyeluruh
    • 1.000 kursi SD negeri tak diminati, kepala sekolah Yogyakarta terdorong inovasi
    • Belanja Pegawai APBD Enrekang 2026 Tembus 61 Persen, Melebihi Batas Ideal Pemerintah
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Olahraga»Sibuk kejar medali, warga terlupakan: kekurangan fasilitas olahraga di Indonesia

    Sibuk kejar medali, warga terlupakan: kekurangan fasilitas olahraga di Indonesia

    adm_imradm_imr28 Juni 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kebijakan Olahraga Indonesia yang Masih Berfokus pada Prestasi Atlet

    Kebijakan olahraga di Indonesia masih cenderung fokus pada prestasi atlet, bukan pada akses olahraga publik. Banyak warga masih kesulitan menemukan fasilitas olahraga yang mudah diakses, bahkan ruang terbuka hijau semakin sedikit. Meskipun Indonesia tetap membutuhkan stadion, pusat pelatihan, dan atlet berprestasi, penting untuk menciptakan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur olahraga dan partisipasi masyarakat.

    Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar untuk pembinaan atlet, memberikan bonus prestasi dalam jumlah miliaran rupiah, serta menyediakan barang mewah bagi atlet sepak bola. Selain itu, ada juga pembangunan stadion dan penyelenggaraan ajang olahraga internasional. Investasi ini memang penting untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional. Namun, apakah aspek pemerataan akses bagi masyarakat Indonesia untuk berolahraga sudah cukup baik?

    Agar prestasi olahraga nasional bisa sejajar dengan negara-negara penguasa olimpiade seperti Amerika Serikat dan Tiongkok, Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan pusat pelatihan nasional atau kompetisi besar. Fondasinya justru dimulai dari kebiasaan masyarakat bergerak sejak dini dan mudah digapai.

    Olahraga Belum Dipandang sebagai Kebutuhan Publik

    Contoh nyata dari minimnya ruang olahraga publik adalah Car Free Day (CFD) yang selalu dipadati masyarakat. Hal serupa terjadi di banyak daerah karena pemerintah lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur megah atau memberikan reward kepada atlet berprestasi. Kepentingan olahraga sering terkalahkan oleh agenda pembangunan lain. Hal ini terlihat dari penurunan ruang terbuka hijau dari tahun ke tahun.

    Artinya, membangun budaya olahraga tidak cukup hanya dengan mengajak masyarakat hidup sehat. Negara perlu menyediakan ruang agar ajakan tersebut bisa disambut masyarakat. Semakin mudah dan masif warga berolahraga, semakin besar potensi bakat bertumbuh.

    Prestasi Olahraga Tidak Hanya Terlahir dari Pelatnas Saja

    Pemangku kebijakan seharusnya tidak memandang olahraga prestasi dan olahraga rekreasional sebagai dua hal yang terpisah. Partisipasi olahraga yang luas dapat menciptakan populasi yang lebih sehat sekaligus memperbesar peluang munculnya talenta baru. Contohnya adalah Yuto Horigome, atlet skateboard Jepang yang menjadi emas Olimpiade. Sebelum menjadi atlet profesional, ia mengembangkan kemampuannya melalui ruang skateboard publik di lingkungan tempat tinggalnya.

    Tentu saja, partisipasi masyarakat tidak otomatis membuahkan trofi. Negara tetap membutuhkan sistem pembinaan atlet yang terstruktur. Namun, jalur prestasi membutuhkan fondasi berupa masyarakat yang aktif. Tanpa basis partisipasi yang luas, pencarian bibit atlet akan semakin terbatas.

    Dampak pada Kesehatan Publik

    Selain berdampak pada prestasi, budaya olahraga juga berkaitan dengan kesehatan publik. Studi kami menemukan bahwa sebanyak 80,4% dari total sampel generasi Z di Indonesia tergolong kurang berolahraga. Dampak jangka panjangnya tentu akan membebani APBN akibat tingginya penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.

    Investasi pada fasilitas olahraga komunitas bukan hanya kebijakan olahraga, tetapi juga berkaitan dengan kebijakan kesehatan publik. Aktivitas fisik dan olahraga adalah bagian dari kehidupan.

    Belajar dari Pengalaman Jepang

    Indonesia dapat belajar dari Jepang yang sejak 2011 memiliki Basic Act on Sport, yang memandatkan terciptanya lingkungan yang memungkinkan masyarakat bergerak aktif setiap hari. Hasilnya terlihat dari banyaknya fasilitas olahraga publik yang sederhana tetapi mudah diakses, mulai dari jalur lari di bantaran sungai, taman dengan fasilitas outdoor gym, kolam renang publik, jalur sepeda, ruang terbuka hijau, lapangan multifungsi, hingga akses air minum gratis.

    Di kawasan Sungai Arakawa, misalnya, ada jalur lari dan bersepeda tanpa kendaraan bermotor, serta berbagai fasilitas olahraga komunitas seperti lapangan sepak bola, basket, tenis, dan taman terbuka. Tokyo pun memiliki Tokyo Metropolitan Gymnasium yang menyediakan berbagai fasilitas olahraga untuk warga, mulai dari kolam renang, arena olahraga, hingga ruang kebugaran.

    Fasilitas-fasilitas tersebut tidak dibangun untuk kepentingan kompetisi, melainkan untuk memastikan masyarakat memiliki kesempatan untuk beraktivitas fisik dengan lebih mudah.

    Membangun Budaya Olahraga Nasional

    Indonesia tetap membutuhkan stadion, pusat pelatihan, dan dukungan bagi atlet berprestasi. Namun, arah kebijakan olahraga perlu lebih seimbang antara mengejar medali dan membangun partisipasi masyarakat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menjadikan fasilitas olahraga publik sebagai indikator keberhasilan pembangunan daerah. Jalur lari, ruang terbuka hijau aktif, lapangan multifungsi, dan fasilitas olahraga komunitas perlu dipandang sebagai layanan publik.

    Selain itu, infrastruktur olahraga perlu diintegrasikan ke dalam perencanaan tata ruang perkotaan. Ruang untuk aktivitas fisik seharusnya tidak menjadi proyek tambahan setelah kota dibangun, melainkan menjadi bagian dari desain kota sejak awal.

    Momentum reformasi regulasi olahraga melalui Permenpora Nomor 7 Tahun 2026 dapat menjadi titik awal perubahan tersebut. Jika dimanfaatkan secara optimal, regulasi ini dapat membantu menggeser fokus pembangunan olahraga dari sekadar mengejar medali menjadi penciptaan masyarakat yang aktif, sehat, dan produktif.

    Negara yang kuat dalam olahraga bukanlah negara yang hanya memiliki banyak stadion atau banyak medali, tetapi yang memberi kesempatan kepada warganya untuk aktif bergerak, berolahraga, dan menjalani hidup sehat setiap hari.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Brasil bangkit, Vinicius percaya Selecao melaju jauh di Piala Dunia 2026

    By adm_imr28 Juni 20261 Views

    32 Besar Piala Dunia 2026: Belanda vs Maroko, Brasil vs Jepang

    By adm_imr28 Juni 20263 Views

    Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Kalah, Apa Selanjutnya?

    By adm_imr27 Juni 20264 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Temuan Emas di Bangka Tengah Beri Harapan Baru, ESDM Babel Minta Kajian Mendalam

    28 Juni 2026

    Susno Duadji Buka Rahasia Keterlambatan Kasus Ijazah Jokowi, Rakyat Tidak Percaya Aparat Hukum

    28 Juni 2026

    Brasil bangkit, Vinicius percaya Selecao melaju jauh di Piala Dunia 2026

    28 Juni 2026

    Warga Batuampar Serbu BPN Buleleng, Desak Pembatalan HPL

    28 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?