Konsultasi Sarwendah dengan Komnas Perempuan
Sarwendah, mantan istri dari Ruben Onsu, baru-baru ini mengunjungi Komnas Perempuan untuk melakukan konsultasi terkait masalah yang sedang dihadapinya. Namun, hingga saat ini belum ada pengaduan resmi yang diajukan oleh Sarwendah ke lembaga tersebut.
Komisioner Komnas Perempuan, Irwan Setiawan, menjelaskan bahwa kedatangan Sarwendah hanya sebatas konsultasi. “Surat yang diterima tidak berisi pengaduan resmi, melainkan permintaan konsultasi,” ujarnya. Menurut Irwan, Komnas Perempuan terbuka menerima siapa pun yang ingin berkonsultasi, melakukan audiensi, atau menyampaikan pengaduan.
Dalam pertemuan tersebut, Sarwendah diterima langsung oleh dua komisioner Komnas Perempuan, yaitu Ibu Dr. Devi Rahayu dan Mbak Katarina. Meski demikian, Irwan enggan membeberkan materi yang dibahas dalam konsultasi tersebut.
Proses pengaduan resmi ke Komnas Perempuan, menurut Irwan, melalui beberapa tahapan. Pertama adalah penerimaan pengaduan, kemudian verifikasi, penyikapan, dan akhirnya rekomendasi. “Mandat kami berbeda dengan Komnas HAM. Kami tidak memiliki mandat untuk melakukan penyelidikan,” jelasnya.
Komnas Perempuan masih menunggu apakah Sarwendah akan mengajukan pengaduan resmi atau tidak. Saat ini, hanya konsultasi yang dilakukan oleh Sarwendah.
Konflik Pascaperceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah
Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah memanas setelah potongan video siaran langsung Sarwendah viral di media sosial. Dalam video tersebut, Sarwendah menyatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan uang nafkah Rp 200 juta dari mantan suaminya. Ia juga menggunakan kata-kata kasar yang dinilai tidak pantas oleh netizen.
Ruben Onsu merespons dengan keras melalui sindiran balik dan melibatkan tim hukumnya. Akibat perseteruan yang semakin meruncing, Ruben Onsu sempat menghentikan jatah nafkah bulanan untuk anak-anaknya. Pihak Ruben menegaskan langkah ini diambil sebagai bentuk gertakan karena merasa dipersulit dan dihalang-halangi oleh pihak Sarwendah untuk bertemu serta menghabiskan waktu bersama kedua putri kandungnya, Thalia dan Thania.
Respons dari Kuasa Hukum Ruben Onsu
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, memberikan respons terkait kunjungan Sarwendah ke Komnas Perempuan. Menurut Minola, langkah Sarwendah sah-sah saja dilakukan. “Itu sah-sah saja, artinya kan ini negara yang bebas,” ujarnya.
Minola juga mengungkapkan kebingungan terkait hak apa yang ingin diperjuangkan oleh Sarwendah. Ia menegaskan bahwa inti permasalahan dengan Ruben hanya ingin diberi waktu bertemu dengan kedua putrinya. Jika mempermasalahkan nafkah dari Ruben yang mandek, Minola menjelaskan hal tersebut ada sebab dan akibatnya.
Sejak bercerai pada 2024 lalu, Ruben telah memberikan nafkah sesuai kesepakatan. Minola mengaku tidak mengerti hak mana yang mereka bahas di Komnas Perempuan. “Kalau soal nafkah, beda loh tidak diberikan nafkah, belum memberikan nafkah, dan menunda memberikan nafkah.”
Rencana Pertemuan pada 11 Juli 2026
Pihak Ruben Onsu khawatir tentang ajakan bertemu dari pihak Sarwendah. Sesuai rencana, pertemuan akan dilaksanakan pada 11 Juli 2026. Durasi pertemuan hanya dua jam, membuat Minola ingin fokus pada masalah krusial saja.
“Kita nggak tahu mau bahas apa ini, soalnya kan masih umum. Waktu 2 jam tapi umum, kan saya khawatir kalau nggak ada framing atau pembingkainya (batasan topik).”
Minola juga mengimbau agar pihak Sarwendah menyusun 2-3 poin pembahasan saja agar pertemuan bisa efektif. Ia kembali menyenggol momen singkat saat Sarwendah legawa mengantarkan kedua putrinya bertemu Ruben. Minola berharap pertemuan tersebut bisa dilakukan sesuai kesepakatan awal yakni 2-3 hari dalam seminggu.
Pernyataan dari Kuasa Hukum Sarwendah
Sementara itu, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, membuka suara soal rencana pertemuan pada 11 Juli mendatang. Menurutnya, pertemuan akan dilangsungkan secara tertutup. “Kami akan melaksanakan menyelesaikan permasalahan ini secara tertutup ya.”
Chris juga mengungkap alasan awalnya tidak mencantumkan waktu dan tempat di surat pertama. “Kami sudah mengatur untuk pertemuan, ya masalah waktu dan tempat awal dalam undangan kami tidak menyampaikan soal waktu. Kenapa? Karena kami sangat menghormati kesibukan Bang Minola.”
Menurut Abraham Simon, kuasa hukum lainnya, pertemuan tersebut juga melibatkan Sarwendah dengan Ruben. Bahkan, kedua anaknya juga akan dibawa untuk bertemu Ruben. “Pertemuan itu dengan anak-anak, antara klien kami ataupun dengan Ruben, itu pasti akan terlaksana.”






