Program IVLP: Momentum Pembelajaran untuk Penguatan Ekosistem Olahraga Indonesia
Komite Olimpiade Nasional (NOC) Indonesia menjadikan partisipasi dalam International Visitor Leadership Program (IVLP) di Amerika Serikat sebagai momentum penting untuk memperkuat ekosistem olahraga. Program ini memberikan kesempatan bagi delegasi NOC Indonesia untuk belajar dari sistem olahraga yang sudah terbukti sukses, seperti yang diterapkan oleh Amerika Serikat.
Pendekatan Terintegrasi dalam Pembinaan Atlet
Salah satu hal utama yang dipelajari selama program adalah pentingnya pendekatan terintegrasi dalam pembinaan atlet sejak usia muda. Amerika Serikat memiliki sistem yang sangat terstruktur, mulai dari pencarian bakat (scouting), pengembangan di tingkat remaja hingga menjadi atlet elite. Sistem ini didukung oleh berbagai sektor, termasuk kampus, pengelolaan organisasi, pendanaan, industri, pemasaran olahraga, anti-doping, ilmu olahraga, dan kewirausahaan.
Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mengatakan bahwa AS menjadi salah satu rujukan dalam pembinaan olahraga. Dengan populasi terbesar ketiga di dunia, AS konsisten menempati tiga besar klasemen Olimpiade, bersaing dengan China dan Inggris Raya. Indonesia, dengan populasi keempat terbesar, memiliki potensi besar untuk mencapai prestasi serupa melalui pembelajaran dari sistem yang ada di AS.
Kolaborasi dan Pertukaran Pengetahuan
Okto bersama sembilan delegasi dari NOC Indonesia, termasuk Bendahara Tommy Hermawan Lo, anggota Komite Eksekutif Josephine Tampubolon, Krisna Bayu, Greysia Polii, Wakil Sekretaris Jenderal Cresida Mariska, Direktur Tim Indonesia Richard Sam Bera, Safeguarding Officer Tabitha Charmaine Sumendap, Project Strategist Tara Talitha, serta Konsultan Media dan Public Relations Brigitha Sesilya, mengikuti IVLP pada 18–29 Juni 2026.
Selama program, mereka menyambangi empat negara bagian di AS, yaitu Chicago, Indianapolis, Colorado Springs, dan Los Angeles. Di Chicago, delegasi NOC Indonesia terlibat dalam penyelenggaraan Indonesian American Games yang diinisiasi oleh diaspora Indonesia. Di Indianapolis, mereka berdiskusi dengan Kepala Pelatih Renang Indiana University Ray Looze, mengunjungi Indiana University, fasilitas olahraga kampus, serta Indiana Sports Corp.
Di Colorado Springs, yang dikenal sebagai Olympic City, delegasi melakukan diskusi intensif dengan United States Olympic & Paralympic Committee (USOPC) dan United States Anti-Doping Agency (USADA). Mereka juga mengunjungi U.S. Olympic & Paralympic Museum.
Model Pendanaan yang Berkelanjutan
Dari USOPC, delegasi NOC Indonesia mendapat banyak masukan positif, salah satunya model pendanaan yang didukung oleh berbagai sumber, mulai dari sponsorships, broadcasting rights, licensing, donations, hingga commercial partnerships dan private fundraising melalui foundation. Pendekatan ini membantu menciptakan fondasi financial sustainability yang kuat dalam mendukung Team USA.
Program berakhir di Los Angeles, di mana NOC Indonesia mengunjungi Universitas California Los Angeles yang akan digunakan sebagai athletes village penyelenggaraan Olimpiade 2028. Okto menilai peran kampus dalam sistem olahraga AS menjadi pembelajaran penting bagi Indonesia. Universitas tidak hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga pusat pembinaan atlet, riset, sport science, kompetisi, dan pengembangan karakter.
Harapan untuk Kolaborasi yang Lebih Erat
Okto menyampaikan apresiasi kepada U.S. Department of State, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, serta seluruh institusi yang telah menerima delegasi NOC Indonesia dengan hangat selama program berlangsung. Ia berharap IVLP tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengetahuan, tetapi juga menjadi fondasi kolaborasi yang lebih erat antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam memperkuat olahraga, pendidikan, kepemimpinan, dan people-to-people diplomacy.
Olahraga, menurut Okto, adalah instrumen pembangunan bangsa, diplomasi, dan investasi jangka panjang bagi generasi muda. Dengan ekosistem yang kuat, tata kelola yang baik, pendanaan yang berkelanjutan, dan pembinaan yang konsisten, Indonesia dapat membangun fondasi yang lebih kokoh menuju prestasi dunia dan Olimpiade.
Peran Olahraga dalam Hubungan Diplomasi
Juru Bicara Kedutaan Besar Amerika Serikat Jamie Ravetz menyampaikan bahwa IVLP merupakan bagian dari komitmen AS untuk memperkuat kerja sama dan pertukaran pengetahuan dengan Indonesia melalui berbagai bidang, termasuk olahraga. “Amerika Serikat senang bisa menjadi tuan rumah program International Visitor Leadership Program bagi delegasi NOC Indonesia. Olahraga selalu menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat kedua negara kita,” ujarnya.
Ia percaya bahwa wawasan serta hubungan yang terjalin selama program ini akan memperkuat masa depan olahraga Indonesia sekaligus memperkokoh kemitraan yang telah lama terjalin antara kedua negara.







