Kinuyo Tanaka: Sutradara Perempuan yang Mengubah Perspektif Sinematik Jepang
Skena film Jepang memang selalu menarik untuk ditelusuri. Namun, terkadang adegan-adegan dalam film-film tersebut bisa membuat penonton merasa tidak nyaman, khususnya jika menggambarkan tubuh dan otonomi perempuan secara eksploitatif. Sebagai alternatif dari narasi dominan dalam dunia sinematik Jepang, kita bisa melirik film-film karya sutradara perempuan. Salah satu tokoh penting di sini adalah Kinuyo Tanaka.
Kinuyo Tanaka aktif pada dekade 1950 hingga 1960-an. Ia sering diklaim sebagai sutradara film perempuan pertama Jepang. Awalnya ia adalah seorang aktris, namun ketika mulai menua, ia merasa kehilangan relevansinya. Untuk tetap berkontribusi dalam industri film, Tanaka kemudian beralih menjadi sutradara. Ini merupakan langkah yang luar biasa saat itu, mengingat industri sinema Jepang masih didominasi oleh para sutradara pria.
Film-film Tanaka mungkin terkesan klasik, tetapi relevansinya masih terasa hingga hari ini. Melalui lensa kameranya, ia berhasil menangkap dunia dari perspektif perempuan yang sering kali terabaikan oleh sutradara pria. Berikut empat film terbaik Kinuyo Tanaka yang layak ditonton:
1. Girls of the Night (1961)
Girls of the Night mengangkat isu-isu sosial Jepang pasca-perang dunia II, terutama nasib para pekerja seks yang terdampak oleh kebijakan baru yang melarang prostitusi. Banyak dari mereka, yang sebagian besar adalah perempuan, ditempatkan di semacam panti rehabilitasi agar bisa kembali berintegrasi dengan masyarakat dan mendapatkan pekerjaan layak lainnya.
Namun, proses ini tidak mudah. Dengan perspektifnya sebagai sesama perempuan, Tanaka menciptakan film yang seimbang dan penuh empati. Ia juga berhasil menyampaikan kompleksitas dari kebijakan tersebut, seperti munculnya prostitusi ilegal yang kembali mengorbankan perempuan.
- Genre: Drama, Realisme
- Pemain: Chisako Hara, Akemi Kita
- Sutradara: Kinuyo Tanaka
2. Forever a Woman (1955)

Dalam Forever a Woman, Tanaka mengenalkan Fumiko, seorang ibu rumah tangga yang memutuskan untuk menceraikan suami egoisnya. Keputusan ini tidak mudah karena ia harus kehilangan hak asuh putranya dan hidup sederhana selama beberapa waktu. Sampai akhirnya, syair-syairnya melejit dan ia memiliki karier yang bisa dibanggakan.
Namun, ketika hidupnya tampak membaik, tragedi datang. Ia didiagnosis mengidap kanker payudara yang membuat gejolak batinnya semakin parah. Film ini berhasil memotret perjuangan perempuan di tengah tatanan sosial yang terus-menerus menguji ketabahan mereka.
- Genre: Drama, Romance
- Pemain: Yumeji Tsukioka, Ryoji Hayama
- Sutradara: Kinuyo Tanaka
3. Love Letter (1953)

Dalam Love Letter, Kinuyo Tanaka menguji literasi mediamu dengan menggunakan perspektif lelaki yang menghakimi perempuan di sekitarnya. Lelaki bernama Reikichi bekerja sebagai penerjemah dan penulis lepas untuk orang-orang yang ingin berkorespondensi melalui surat. Berlatar beberapa tahun setelah Perang Dunia II, banyak dari klien Reikichi adalah perempuan dan janda.
Reikichi awalnya menganggap ini sebagai kekonyolan, tetapi seiring waktu ia menyadari bahwa banyak dari kliennya dipaksa oleh keadaan. Ekonomi Jepang pasca-perang sedang bobrok dan perempuan lajang serta janda menjadi kelompok tersisih.
- Genre: Drama, Romance
- Pemain: Masayuki Mori, Yoshiko Kuga
- Sutradara: Kinuyo Tanaka
4. The Moon Has Risen (1955)

Film ini dibuat berdasarkan naskah garapan Ryosuke Saito dan Yasujiro Ozu. The Moon Has Risen menceritakan tentang tiga kakak beradik perempuan: Chizuru, Setsuko, dan Ayako. Memasuki usia 20-an, orang-orang di sekitar Ayako, si anak tengah, mulai resah dengan masa depannya. Mereka mencari jodoh ideal untuk Ayako.
Chizuru, sang kakak tertua, ogah-ogahan karena baru saja bercerai dan pesimistis terhadap pernikahan. Di sisi lain, Setsuko, si bungsu, melihat calon-calon yang ditawarkan kurang tepat. Ia punya calon sendiri yang lebih cocok. Namun, keterlibatannya justru menciptakan kerumitan baru. Dalam film ini, Tanaka memberikan agensi dan otonomi bagi setiap karakter perempuan.
- Genre: Romcom, Drama Keluarga
- Pemain: Mie Kitahara, Yoko Sugi
- Sutradara: Kinuyo Tanaka
Kinuyo Tanaka bukan tipe sutradara dengan daftar filmografi panjang. Selama aktif, ia hanya merilis enam film, tetapi pengaruhnya dalam skena film Jepang tak main-main. Ia menginspirasi lahirnya sineas perempuan Jepang di masa depan dan memberikan perspektif segar nan berimbang soal pengalaman perempuan. Tak ada kesan objektifikasi, apalagi eksploitasi, pesannya tersampaikan tanpa harus bikin penonton terganggu.







