Gangguan PLTU Tanjung Gundul Sebabkan Pembatasan Pasokan Listrik di Wilayah Sistem Khatulistiwa
Kebocoran pada boiler pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjung Gundul yang merupakan milik mitra PLN, GCL, menyebabkan gangguan dalam sistem pasokan listrik di wilayah Sistem Khatulistiwa. Akibatnya, PLN harus melakukan pembatasan beban untuk menghindari kerusakan lebih lanjut pada jaringan.
Yusrizal Ibrani, Manajer PLN UP3 Ketapang, menjelaskan bahwa saat gangguan terjadi, beban pada Sistem Khatulistiwa mencapai sekitar 600 megawatt. Pembangkit berkapasitas 100 megawatt tersebut keluar dari sistem, sehingga pembangkit lain tidak mampu menutupi kebutuhan daya. Hal ini memaksa PLN melakukan pemadaman sementara bagi pelanggan.
“Penyebabnya karena ada kebocoran boiler yang ada di pembangkit di Tanjung Gundul. Kebetulan pembangkit tersebut merupakan mitra PLN, yaitu GCL, dengan kapasitas sekitar 100 megawatt,” ujar Yusrizal saat berkunjung ke Kantor DPRD Kabupaten Ketapang, Selasa 7 Juli 2026.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada kendala pada pasokan energi primer seperti batu bara. “Sampai sejauh ini belum ada informasi mengenai adanya permasalahan di sisi energi primer. Jadi memang pemadaman yang ada saat ini semata-mata disebabkan karena gangguan yang ada di PLTU Tanjung Gundul,” tambahnya.
Untuk wilayah kerja PLN UP3 Ketapang, kebutuhan daya listrik di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara saat ini mencapai sekitar 55 megawatt. Berdasarkan informasi dari PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Kalimantan Barat, proses perbaikan pembangkit diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu pekan. Dengan target tersebut, seluruh proses perbaikan diharapkan rampung pada Sabtu, 11 Juli 2026.
“Harapannya pada Sabtu nanti kondisi sudah normal kembali. Semoga tidak ada kerusakan lain yang disebabkan dari peristiwa ini sehingga Sistem Khatulistiwa benar-benar pulih normal dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” harap Yusrizal.
Pengembangan Pembangkit untuk Meningkatkan Keandalan Pasokan Listrik
Keberadaan Sistem Khatulistiwa terus mengalami peningkatan kebutuhan daya akibat bertambahnya jumlah pelanggan. Untuk itu, PLN sedang menyiapkan pengembangan pembangkit guna meningkatkan keandalan pasokan listrik di Kalimantan Barat.
Salah satu proyek yang sedang disiapkan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Pagar Mentimun, Kabupaten Ketapang. “Salah satunya pembangunan PLTGU di Pagar Mentimun. Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan PLTGU ini dapat menambah keandalan pasokan listrik di Ketapang dan Kalimantan Barat. Yang saya ketahui kapasitasnya sekitar 250 megawatt,” ujarnya.
Penanganan Keluhan Rumah Sakit Akibat Pemadaman
Selain itu, Yusrizal mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima keluhan dari Rumah Sakit dr Agoesdjam Ketapang terkait dampak pemadaman listrik. Menindaklanjuti hal tersebut, PLN UP3 Ketapang telah menyampaikan surat kepada PLN UP2D Kalimantan Barat di Pontianak agar rumah sakit tersebut menjadi salah satu pelanggan prioritas selama pengaturan beban dilakukan.
“Seperti kemarin kami juga mendapat keluhan dari Rumah Sakit dr Agoesdjam Ketapang. Terkait keluhan tersebut kami sudah menindaklanjuti dengan menyampaikan surat ke UP2D di Pontianak agar Rumah Sakit dr Agoesdjam dapat diprioritaskan untuk tidak dipadamkan,” tambah Yusrizal.
Ia berharap permohonan tersebut dapat menjadi perhatian mengingat rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik yang membutuhkan pasokan listrik secara berkesinambungan untuk mendukung layanan kesehatan kepada masyarakat.
Kepatuhan terhadap Arahan PLN Pusat
Terkait kemungkinan adanya kompensasi bagi pelanggan yang terdampak pemadaman, Yusrizal mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dari PLN Pusat. “Terkait kompensasi tentunya kami sampai saat ini masih menunggu arahan dari PLN Pusat. Kalau memang ada kompensasi, tentunya akan ada informasi lebih lanjut yang akan kami sampaikan,” katanya.






