Yudo Anak Menteri Purbaya Dituduh Main Judi Bola, Ini Penjelasannya
Yudo Sadewa, putra dari Menteri Purbaya, kini menjadi sorotan setelah dituduh terlibat dalam permainan judi bola. Tudingan ini muncul setelah ia mengunggah sebuah tangkapan layar dari platform Polymarket, yang diketahui sebagai situs perjudian yang telah diblokir oleh Komisi Pengawas Perdagangan Digital (Komdigi). Unggahan tersebut menampilkan hasil pertandingan sepak bola antara Brasil melawan Norwegia dengan skor akhir 0-1.
Unggahan Yudo di akun Instagram @bc.8a41121a memicu reaksi beragam dari warganet. Beberapa netizen menduga bahwa Yudo ikut bermain judi bola berdasarkan isi postingan yang dibagikannya. Sejumlah orang juga menyebut bahwa unggahan tersebut bisa saja terkait dengan praktik taruhan olahraga yang dilarang di Indonesia.
Penjelasan Yudo Mengenai Tuduhan Judi Bola
Menanggapi tudingan tersebut, Yudo akhirnya memberikan penjelasan. Ia membantah tudingan bahwa dirinya terlibat dalam permainan judi bola. Menurut Yudo, ia tidak memiliki akun di platform judi tersebut. Alasan ia mengunggah soal judi di Polymarket adalah untuk memantau aktivitas orang-orang yang bermain di sana.
“Kita tidak benar-benar membenarkan yang salah, tapi gw punya akun aja kagak gitu loh. Gw cuman pantau orang-orang aja,” kata Yudo dalam akun Instagram-nya.
Lebih lanjut, Yudo menjawab tudingan bahwa dirinya blunder. Ia menjelaskan bahwa saat ini ia tinggal di Amerika Serikat dan tidak terikat hukum di Indonesia. Karena itu, jika ia terlibat dalam permainan judi bola, hal tersebut tidak akan dikenai hukuman karena di Amerika Serikat, perjudian diizinkan.
“Wah lo blunder lah di Amerika legal bro. Bahkan di Amerika aja lo mau ngapain aja legal. Gw umur 21 dan tinggal di Amerika, pake uang sendiri. Kecuali kalo gw di Indonesia baru gw bisa minta maaf,” ungkap Yudo.
Ia juga menambahkan bahwa di Amerika, selama permainan judi dilakukan di negara yang legal, maka hal itu tidak masalah. “Ibarat gini dah ada selebgram terkenal, dia main judi di Las Vegas. Dia orang Indonesia dan followersnya orang Indonesia. Dia tinggal di Amerika, apakah hukumnya hukum Indonesia? Ya kan enggak. Selama dia tidak mempromosikan ya aman,” pungkas Yudo.
Sindiran Yudo Terhadap Kasus Tumbler Hilang
Sebelumnya, Yudo juga sempat menyindir kasus tumbler hilang milik Anita Dewi. Ia mengatakan bahwa harga tumbler yang hilang setara dengan penghasilannya per menit. Hal ini disampaikan Yudo melalui akun Instagramnya, di mana ia merasa permasalahan tumbler sampai membuat keributan yang besar.
“Tumbler hilang di kereta aja ributnya minta ampun, padahal itu penghasilan gue permenit sambal rebahan,” tulis Yudo.
Kasus tumbler hilang ini awalnya viral setelah Anita Dewi, seorang penumpang KRL, mengunggah cerita tentang tumbler yang hilang. Akibatnya, seorang petugas PT KAI bernama Argi dikabarkan dipecat. Namun, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, membantah bahwa pemecatan tersebut terjadi sesuai narasi yang beredar.







