Warga Baturaja Menggunakan Sungai Ogan untuk Mandi dan Mencuci Akibat Kekeringan Sumur
Selama musim kemarau, warga Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami kesulitan dalam memperoleh air bersih. Sebagian dari mereka yang belum memiliki akses air dari Perumda Tirta Raja kini beralih ke Sungai Ogan untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Aktivitas ini terlihat semakin ramai menjelang sore hari, terutama di area bawah Jembatan Ogan III.
Aktivitas Warga di Sekitar Sungai Ogan
Pada pukul 15.30 WIB, banyak warga mulai berdatangan ke Sungai Ogan. Di sekitar area tersebut, terdapat tempat yang sangat strategis dan nyaman, seperti di belakang Mal Ramayana. Lokasi ini dipilih karena jalan menuju bibir sungai telah dibangun oleh pemerintah daerah dengan fasilitas taman dan tempat duduk yang memadai.
Di sepanjang pinggiran sungai juga terdapat pedagang makanan ringan yang menawarkan jajanan kepada anak-anak setelah mereka selesai bermain di air. Pantauan di lapangan menunjukkan ibu-ibu sibuk mencuci pakaian sambil berbincang-bincang, sementara anak-anak berenang dengan riang gembira di bawah pengawasan orang tua.
“Kami harus selalu mengawasi anak-anak yang ingin mandi di Sungai Ogan, meskipun airnya dangkal, tapi kami takut jika tidak didampingi,” ujar salah seorang warga yang tinggal di kompleks RSS Helindo Baturaja Permai.
Tidak hanya untuk mandi dan mencuci, banyak juga anak muda yang menggunakan waktu libur untuk bersantai dan membuat konten di sekitar sungai.
Imbauan Dinas Kesehatan OKU
Kepala Dinas Kesehatan OKU melalui Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan OKU Andi Prapto SKM MM mengimbau warga agar tidak buang air besar (BAB) di Sungai Ogan. Hal ini dilakukan guna mencegah pencemaran air, yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
Menurut Andi, debit air Sungai Ogan menurun selama musim kemarau, namun tingkat pencemaran tetap sama. Ia menjelaskan bahwa pemerintah tidak bisa melarang warga turun ke sungai karena sumur-sumur warga banyak yang sudah kering. Namun, ia tetap mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan air.
“BAB di sungai akan membawa mikroorganisme patogen, menurunkan kadar oksigen, dan merusak estetika lingkungan. Air Sungai Ogan masih sangat dibutuhkan sebagai sumber air, bahkan banyak warga yang masih menggunakannya untuk dikonsumsi,” katanya.
Akses Sanitasi Layak di Kabupaten OKU
Dalam laporan tahun 2026, akses sanitasi layak di Kabupaten Ogan Komering Ulu telah mencapai 94,3 persen. Hal ini berarti meskipun beberapa warga belum memiliki jamban di rumah pribadi, mereka masih memiliki akses ke jamban umum atau jamban bersama dalam satu keluarga besar.
Andi menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan warga untuk bergantian menggunakan fasilitas sanitasi yang tersedia. Meski begitu, ia tetap mengajak warga untuk menjaga kebersihan dan menghindari tindakan yang dapat merusak lingkungan.







