Ringkasan Berita
Pada 21 Agustus 2026, dua teks khutbah Jumat mengangkat tema “Makna Maulid Nabi di Kehidupan Modern”. Maulid Nabi menjadi pengingat bahwa kehadiran Rasulullah membawa cahaya bagi umat manusia, membebaskan dari kegelapan menuju jalan yang terang. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, umat Islam harus tetap menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama agar kehidupan dunia tidak melalaikan tujuan akhir: meraih ridha Allah SWT dan kebahagiaan di akhirat.
Maulid Nabi adalah pengingat bahwa kehadiran Rasulullah membawa cahaya bagi umat manusia, membebaskan dari kegelapan menuju jalan yang terang. Di era modern yang penuh dengan arus globalisasi, teknologi, dan perubahan sosial, makna Maulid Nabi semakin relevan sebagai pedoman moral, spiritual, dan sosial bagi umat Islam.
Khutbah ini menekankan bahwa Rasulullah SAW adalah teladan universal. Beliau bukan hanya pemimpin agama, tetapi juga pemimpin masyarakat yang menegakkan keadilan, menumbuhkan kasih sayang, dan membangun peradaban. Dalam kehidupan modern, umat Islam dituntut untuk meneladani sifat-sifat beliau: kejujuran dalam bekerja, amanah dalam memegang tanggung jawab, kesederhanaan dalam gaya hidup, serta kepedulian terhadap sesama.
Meneladani akhlak Nabi, umat Islam dapat menghadapi tantangan modern seperti krisis moral, individualisme, dan materialisme dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam. Selain itu, khutbah Jumat 21 Agustus 2026 mengingatkan bahwa memperingati Maulid Nabi harus diisi dengan amal nyata. Membaca shalawat, memperdalam ilmu agama, memperkuat ukhuwah, serta berkontribusi bagi masyarakat adalah bentuk syukur atas kelahiran Rasulullah.
Maulid Nabi bukan hanya perayaan seremonial, tetapi momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat komitmen menjalankan sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari. Maka dengan demikian, khutbah ini mengajak jamaah untuk menjadikan Maulid Nabi sebagai sarana refleksi dan motivasi.
Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Makna Maulid Nabi Muhammad
الحمدُ للهِ الذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ اْلحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ اْلمُشْرِكُوْنَ أَشْهَدُ أنْ لَااِلَهَ إلااللهُ وَحْدَهُ لاشرِيْكَ لَهُ اْلحَقُّ اْلمَلِكُ اْلمُبِينُ وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَسُولٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِاْلُمْؤمِنِينَ رَؤُوفٌ بِاْلمُؤمِنِينَ صَلاَةُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَاِبِه وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إلَى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ
Amma ba’du, hadirin yang dimuliakan Allah. Marilah kita meningkatkan takwa kepada Allah dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Hanya dengan takwa dan Iman yang benar dan sahih, kita akan menjadi manusia yang sa’adah fiddaroin (beruntung di dunia dan di akhirat).
Hadirin sidang Jumat yang berbahagia… Bulan Rabiul Awal yakni bulan Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Nabi yang mengeluarkan kita dari kemusyrikan, Nabi yang telah memberi petunjuk terhadap jalan yang benar, perilaku-prilaku yang terpuji, sifat-sifat yang elok dan satu-satunya nabi yang bisa memberi syafaatul udzma kelak di hari kiamat, saat tiada seorangpun yang dapat memberi pertolongan kecuali Allah.
Sebagai umat yang baik, sudah sepatutnya kita introspeksi, apa saja petunjuk-petunjuk Nabi Muhammad yang telah kita lakukan? Apa saja sunah-sunah nabi yang telah kita kerjakan? Perilaku Nabi Muhammad yang mana, yang telah dapat kita tiru, padahal Allah telah berfirman pada surat Al-Hasyr ayat 7 yang berbunyi:
وَمَا أتَاكُمْ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوْا
“Apapun yang datang dari Rosul, ambillah, amalkan, dan apapun yang telah dicegah dan ditinggalkan Rasul, jauhilah”.
Ayat ini dengan jelas memberi pengertian kepada kita bahwa apapun yang diajarkan Nabi Muhammad pada kita, apapun yang dilakukan oleh nabi maka sebagai umatnya kita diperintahkan Allah untuk ikut melakukannya, ikut mengamalkannya dan sebaliknya, apapun yang nabi tidak melakukan bahkan nabi melarang melakukannya maka kita diperintahkan Allah agar meninggalkan dan tidak mengerjakannya.
Lantas, apa saja yang dapat kita contoh dari prilaku-prilaku Nabi? Jawabannya banyak sekali. Seluruh kitab-kitab hadis, semuanya memuat perilaku, ucapan dan ketetapan-ketetapan Nabi Muhammad. Semua perilaku, semua sisi-sisi dalam kehidupan telah dicontohkan oleh nabi, mulai dari hal-hal sepele yang bersifat pribadi dan harian, hingga hal yang besar, menyangkut bangsa dan negara telah dicontohkana oleh Nabi Muhammad.
Salah satu contoh kecil, berkenaan dengan bagaimana tata-cara hidup bermasyarakat, Nabi telah memberi petunjuk dengan mengatakan:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمَ الأخِرَ فَاليُكْرِمْ جَارَهُ
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Qiyamat maka Muliaikan Tetangga”.
Dawuh Nabi ini dengan jelas memberi pengertian bahwa siapapun yang beriman kepada Allah dan percaya dengan adanya hari qiyamat maka diperintahkan Allah agar memuliakan tetangga. Memuliakan tetangga bukan karena atas nama servis melainkan atas nama perintah Allah.
Hadirin jamaah jumat yang dimuliakan Allah. Perlu diketahui bahwa mengerjakan apa yang telah dikerjakan Nabi Muhammad, melaksanakan apa yang diperintahkan nabi, sebagaimana keterangan di atas, merupakan wujud dari cinta kepada Nabi Muhammad. Dalam Islam, cinta nabi tidak cukup hanya dengan ucapan lisan saja, tapi cinta nabi adalah dengan cara mengamalkan apa yang diperintahkan dan dikerjakan Nabi.
Hal ini didawuhkan langsung oleh Nabi Muhammad sebagaimana berikut (hadis marfu’):
مَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي اْلجَنَّةِ
“Barangsiapa mengerjakan sunah-sunahku maka dia mencintaiku dan barang siapa mencintaiku maka dia bersamaku di surga”.
Jamaah jumat yang berbahagia, cinta nabi, selain dengan cara mengamalkan sunah-sunahnya dan perintah-perintahnya, cinta nabi dapat diekspresikan pula dengan cara banyak membaca salawat pada nabi. Bahkan Nabi Muhammad telah bersabda:
مَنْ كَانَ أَكْثَرُهُمْ عَليَّ صَلَاةً كَانَ أَقْرَبُهُمْ مِنِّي مَنْزِلَةً
“Barangsiapa paling banyak membaca salawatnya kepadaku niscaya dia adalah orang paling dekat dengan aku”.
Di dalam hadis lain Nabi Muhammad bersabda:
أَوْلَى النَّاسِ بِيْ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ أكْثَرُهُمْ عَليَّ صَلَاةً
“Manusia yang paling berhak menerima syafaatku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak membaca salawatnya padaku”.
Hadirin yang dirahmati Allah… Sebagai penutup khutbah ini, dan sebagai wujud cinta pada kanjeng nabi, mari, kita melaksanakan dan mengamalkan apa yang telah didawuhkan dan dicontohkan oleh khulafaurrasyidin yakni sahabat Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali dalam hal memuliakan maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam kitab اَلنِّعْمَةُ اْلكُبْرَى عَلَى اْلعَالَمِ yang dikarang oleh ulama terkenal yaitu Imam Ibnu Hajar Al-Haitami, halaman 7-8 disebutkan bahwa:
قال أبو بكر الصديق رضي الله عنه مَنْ أَنْفَقَ دِرْهَمًا عَلَى قِرَاءَةِ مَوْلِدِ النَّبِي صلى الله عليه وسلم كَانَ رَفِيْقِي فِي الجَنَّةِ
Sahabat Abu Bakar berkata: “Barangsiapa berinfaq satu dirham untuk pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW maka dia akan menjadi temanku di surga”.
وقال عمر رضي الله عنه مَنْ عَظَّمَ مَوْلِدِ النبيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَدْ أَحْيَا اْلإِسْلَامَ
Sahabat Umar berkata: “Barangsiapa memuliakan Maulid Nabi Muhammad SAW maka sama halnya dengan telah menghidupkan agama Islam”.
وقال عثمان رضي الله عنه مَنْ أَنْفَقَ دِرْهَمًا عَلَى قِرَاءَةِ مَوْلِدِ النبِي صلى الله عليه وسلم فَكأنَّمَا شَهِدَ غَزْوَةِ بَدْرٍ وَحُنَيْنٍ
Sahabat Usman berkata: “Barangsiapa berinfaq satu dirham untuk pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW maka seakan-akan dia telah ikut perang Badar dan perang Hunain”.
وقال عليٌّ رضي الله عنه مَنْ عَظّمَ مَوْلِدِ النبِي صلى الله عليه وسلم وَكَانَ سَبَبًا لِقِرَاءَتِهِ لَايَخْرُجُ مِنَ الدُنْيَا إِلّا بِالإِيْمَانِ ويَدْخُلُ اْلجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Sayidina Ali berkata: “Barangsiapa memuliakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dan menjadi sebab dibacanya sejarah kelahiran nabi maka dia tidak akan meninggal kecuali dalam kondisi beriman dan masuk surga tanpa hisab”.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ بالقرأنِ العَظِيمِ وَنَفَعنِي وَإِيَاكم بِمَا فيهِ مِنَ الذِكْرِ اْلحَكيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَا ومِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إنّهُ هو السميعُ العليم أعوذ بالله من الشيطان الرجيم قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ ويَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكم واللهُ غفورٌ رحيمُ
Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Memaknai Maulid Nabi di Kehidupan Modern
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ. نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ. وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللّٰهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ
أما بعد، فيا أيها الناس، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فإنها وصية الله للمؤمنين، قال تعالى
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللّٰهِ أَتْقَاكُمْ الحجرات:13
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Di antara malam-malam yang mulia, banyak orang menyebut Lailatul Qadar, malam Isra’ Mi’raj, dan malam Jum’at. Namun, ada satu malam yang jauh lebih istimewa. Yakni malam kelahiran Nabi kita SAW, Nabi yang paling mulia, panutan seluruh umat. Malam itu adalah awal dari karunia Allah yang menuntun manusia menuju cahaya iman, dan darinya lahirlah wahyu yang membawa rahmat bagi alam semesta.
Tidak akan ada Isra’ Mi’raj tanpa kelahiran beliau, tidak akan ada Lailatul Qadar jika bukan karena rahmat yang Allah timpakan kepada umat Nabi Muhammad SAW. Malam kelahiran beliau menjadi malam paling mulia, membawa petunjuk dan manfaat seluas-luasnya bagi siapapun yang mengingat dan meneladani beliau.
Lahirnya Rasulullah SAW dan terutusnya beliau termasuk misi besar yang membawa peradaban dunia lebih baik. Memiliki akhlak yang mulia merupakan anugerah terindah Tuhan kepada umat beliau, seperti diriwayatkan:
وَمَا خَيَّرَ بَيْنَ أَمْرَيْنِ قَطُّ إِلَّا اخْتَارَ أَيْسَرَهُمَا إِلَّا أَنْ يَكُونَ فِيهِ إِثْمٌ أَوْ قَطِيعَةُ رَحِمٍ فَيَكُونُ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنْ ذَلِكَ
Beliau selalu memilih kemudahan selagi itu halal, bersikap lembut dan sabar terhadap orang lain, menyapa setiap yang bertemu dengan salam, menegakkan keadilan, dan selalu memulai pertemuan dengan senyum dan persahabatan. Bahkan ketika berada di majelis ibadah, beliau tetap menghormati orang lain dengan adab, tawadhu’, dan amanah.
Jamaah rahimakumullah, Inilah akhlak yang perlu kita teladani dalam kehidupan modern. Di tengah kesibukan, teknologi, dan arus globalisasi, akhlak Nabi SAW menjadi cahaya yang menuntun kita untuk tetap berbuat baik, menghormati sesama, dan bersabar menghadapi ujian hidup. Menyambut maulid Nabi SAW bukan sekadar merayakan hari lahir, tetapi meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari: sabar, jujur, ramah, dan adil.
Di era modern ini, akhlak menjadi fondasi utama agar hidup kita bermakna dan selamat dunia akhirat. Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
(HR. Ahmad dan Thabrani)
Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” Maka marilah kita junjung tinggi akhlak mulia, hormati sesama, dan sebarkan kebaikan di lingkungan kita. Jadikan setiap perbuatan sebagai wujud cinta kita kepada Nabi SAW dan pengabdian kepada Allah SWT.
Khutbah Kedua
الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه، كما يحب ربنا ويرضى، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلى الله على محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد
فيا أيها الناس، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فإنها وصية الله للمؤمنين
صلوا وسلموا على نبيكم محمد SAW، كما أمركم الله في كتابه، فقال
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وأصحابه أجمعين
اللهم اجعلنا من عبادك الصالحين، وارزقنا الفردوس الأعلى من الجنة، بغير حساب.
اللهم اغفر لنا ولوالدينا وللمسلمين والمسلمات، الأحياء منهم والأموات.
اللهم انصر الإسلام والمسلمين، وأعلِ بفضلك كلمتي الحق والدين، واجعل هذا البلد آمناً مطمئناً وسائر بلاد المسلمين.
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان
ثم أقيموا الصلاة







