Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI Berikan Penjelasan Terkait Aksi Demonstrasi
Massa aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia hingga kini masih tertahan di UOB Plaza dan belum bisa menembus ke Bundaran HI yang menjadi titik utama aksi demonstrasi mereka pada hari ini, Selasa (18/8/2026). Meskipun dihadang oleh aparat, massa aksi akan terus berusaha maju perlahan untuk mencapai Bundaran HI.
“Sayangnya belum (sampai di Bundaran HI), saat ini kami masih tertahan di depan UOB, kurang lebih di titik aksi yang kemarin di tanggal 12 (Juni 2026), jadi tidak jauh berbeda titik tertahannya.”
“Cuma kami berusaha untuk tetap maju perlahan, hingga harapannya bisa mencapai bundaran HI,” kata Mora, Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI.
Bundaran HI Tidak Termasuk Objek Vital
Mora menegaskan bahwa sebelum memilih Bundaran HI sebagai titik aksi, pihaknya telah mengecek berbagai peraturan perundang-undangan. Hasilnya ditemukan bahwa Bundaran HI tidak termasuk dalam objek vital, sehingga seharusnya bisa digunakan untuk lokasi aksi.
Sebelum melakukan aksi, BEM UI juga telah memberikan pemberitahuan kepada Mabes Polri tentang agenda aksi demonstrasi hari ini. “Kami mengecek dalam peraturan perundang-undangan, baik mengenai UU tentang kebebasan berpendapat, baik mengenai Pergub DKI Jakarta (tentang) objek-objek vital, Bundaran HI tidak masuk di dalamnya.”
“Sehingga seharusnya demi nama hukum kami dapat dan bisa melakukan aksi. Kami juga sudah melakukan kesesuaian prosedur dalam melakukan aksi ke Mabes Polri, h-3 kemarin, dan rasanya membingungkan mengapa kami masih ditahan,” jelas Mora.
Alasan Polisi Larang Massa BEM UI Demo di Bundaran HI
Menurut Mora, alasan polisi tidak memperbolehkan massa BEM UI melakukan aksi di Bundaran HI yakni karena polisi ingin mahasiswa bisa memikirkan juga pihak lain sebelum menggelar aksi. Namun Mora justru mempertanyakan, pihak mana sebetulnya yang harus dipikirkan lagi.
“Alasannya pikirkan pihak lain, disebutkan seperti itu. Alasan yang sama yang dikatakan pada 12 Juni 2026, tapi kita melihat sendiri pihak mana sebetulnya yang mau dipikirkan. Guru yang sampai sekarang anggarannya masih dipotong alokasi MBG, atau buruh tani yang masih terlantar dalam kemiskinan.”
“Apakah itu rakyat miskin kota yang sampai sekarang itu masih tercekik, apakah yang perlu dipikirkan adalah pihak-pihak penguasa yang ada di atas sana yang tidak suka ketika mereka dikritik,” jelas Mora.
Untuk itu Mora menegaskan pihaknya menolak untuk mundur dan akan tetap maju ke Bundaran HI untuk menyampaikan aspirasinya. Karena menurut Mora, tidak ada dasar hukumnya soal pelarangan aksi demo di Bundaran HI.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Klaim Ada Komplain dari Warga
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung mengklaim bahwa ada komplain dari warga sekitar terkait aksi demonstrasi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Dukuh Atas, Selasa (18/8/2026). Hal itu disampaikan Reynold saat berdebat dengan Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra.
Peristiwa bermula ketika Reynold datang ke lokasi aksi buntut adanya dugaan penyerangan oleh polisi terhadap peserta aksi yang tengah menyiapkan mobil untuk kebutuhan orasi. Lalu, Fathimah dan peserta aksi lainnya menyatakan protes terhadap tindakan polisi tersebut kepada Reynold. Selain itu, mereka juga menanyakan landasan dari tindakan polisi itu kepada peserta aksi.
“Coba pak, apa aturan yang kami langgar?” tanya salah satu mahasiswa.
“Silahkan kalian menyampaikan aspirasi, kami akan jaga. Saya akan menjamin untuk itu,” jawab Reynold, dikutip dari YouTube Tribunnews.
Perwira menengah itu lantas meminta agar massa berpindah lokasi untuk melakukan aksi. Dia mengklaim bahwa aksi demonstrasi ini telah mengganggu kenyamanan. Ia menyebut telah menerima komplain dari masyarakat buntut demonstrasi ini.
“Dengan suara yang keras, akan mengganggu gedung-gedung perkantoran di sini. Saya baru berjalan dari pagi. Semua lingkungan di sini menyatakan ‘Pak, ada apa?’. Mereka tidak nyaman saat ini,” jelasnya.
Tuntutan Aksi Demo BEM UI di Bundaran HI
Berikut adalah delapan tuntutan yang akan dibawa BEM UI saat aksi #MerebutKemerdekaan pada Selasa besok:
- Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
- Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
- Wujudkan reforma agraria sejati.
- Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
- Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP.
- Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah.
- Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
- Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP.







