Pasar Djadoel Grissee Hadirkan Rasa Tradisional di Tengah Kota Gresik
Pasar Djadoel Grissee kembali digelar di Atrium Gressmall Kabupaten Gresik, Kamis (20/8/2026), dengan menghadirkan beragam makanan dan minuman khas Gresik tempo dulu. Gelaran kuliner tersebut berlangsung selama empat hari, mulai Kamis (20/8/2026) hingga Minggu (23/8/2026). Acara ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk menikmati hidangan tradisional yang semakin langka.
Berikut beberapa jajanan yang bisa ditemukan di Pasar Djadoel Grissee:
- Jongkong Kowi
- Leket Jagung
- Putri Mandi
- Bikang Siram
- Arang-arang Kambang
- Pindang Bentoel
- Kupat Ketheg
- Bonggolan
- Bongko Kopyor
Selain jajanan, sejumlah makanan khas Gresik seperti Sego Mener, Karak Tempe, Gule Obos, dan Harisah juga tersedia di Pasar Djadoel Grissee. Tak hanya makanan, aneka minuman tradisional turut meramaikan gelaran tersebut. Pengunjung dapat menikmati Es Dawet Siwalan, Es Legen, Pokak Giri, hingga Es Puter Nostalgia.
Beragam kerupuk dan keripik juga dijajakan di sejumlah stan. Nuansa tempo dulu tidak hanya ditampilkan melalui kuliner. Stan para pedagang dibuat dengan konsep tradisional menggunakan bambu dan beratapkan jerami di dalam Atrium Gressmall. Nuansa khas Gresik semakin terasa dengan kehadiran Damar Kurung yang menghiasi area Pasar Djadoel.
Ada pula sistem pembayaran khusus. Pengunjung yang ingin membeli makanan harus terlebih dahulu menukarkan uang dengan koin yang tersedia di tempat penukaran, tepat di samping gapura masuk.
Pembukaan yang Meriah
Pembukaan Pasar Djadoel Grissee dihadiri oleh beberapa tokoh penting. Di antaranya adalah Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir, Founder Omah Dhuafa Syaikhu Busiri, General Manager Gressmall Erich Bangun, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparekrafbudpora Khurin In Noviarani, serta Direktur Sales and Marketing PT Dharma Graha Utama Ika Putri Widyaningtyas.
M. Syahrul Munir bahkan mendatangi satu per satu stan dan memborong dagangan para pedagang. “Kami sangat mengapresiasi, mudah-mudahan tahun-tahun mendatang bisa terselenggara pasar Djadoel yang diinisiasi oleh Omah Dhuafa, jajan macam-macam ini jajanan yang jarang keluar, kalau tidak pas ada yang pesan, jajanan tradisional ini jarang keluar,” ujar Syahrul.
Ruang bagi Pedagang Tanpa Lapak Permanen
Pendiri Omah Dhuafa Syaikhu Busiri mengatakan, para pedagang yang berjualan di Pasar Djadoel merupakan pelaku usaha yang sehari-hari berjualan secara keliling atau di pinggir jalan. Mereka umumnya tidak memiliki warung, depot, maupun lapak permanen. Karena itu, Pasar Djadoel menjadi ruang bagi para pedagang tersebut untuk memasarkan produk mereka.
“Tidak punya warung, tidak punya depot, itulah yang kita tampung di sini. Memang, ini adalah mereka tidak ada punya lapak permanen,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Cak Cu itu berharap kegiatan tersebut dapat membantu meningkatkan perekonomian pedagang sekaligus menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat kecil. “Ingin meningkatkan perekonomian mereka, pemberdayaan masyarakat kecil, Insya Allah ini banyak memberikan manfaat kepada UMKM-UMKM yang ada,” tukasnya.
Dukungan dari Pihak Gressmall
General Manager Gressmall Erich Bangun mengatakan, gelaran Pasar Djadoel memiliki semangat yang sejalan dengan perhatian perusahaan terhadap pelaku UMKM, khususnya di Gresik. “Kami juga ikut andil dalam mensejahterakan UMKM, terutama Gresik dulu, karena Gresik juga cukup banyak. Ya, ini makanan-makanan. Alhamdulillah, bisa menampilkan yang tradisional. Cukup banyak variasi makanan, mungkin puluhan,” jelasnya.
Kesempatan untuk Menikmati Kuliner Tradisional
Pasar Djadoel Grissee masih berlangsung hingga Minggu (23/8/2026), sehingga masyarakat Gresik dan sekitarnya masih memiliki kesempatan untuk berburu kuliner tradisional sekaligus menikmati suasana tempo dulu.







