Pendistribusian Bantuan Sosial di Kecamatan Dukun
Pendopo Kantor Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada hari Kamis (20/8/2026) pagi, dipenuhi oleh ratusan warga yang antusias menghadiri acara pendistribusian bantuan sosial. Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik dan melibatkan berbagai pihak seperti PT Pos Indonesia dan Perum Bulog Surabaya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani secara langsung memimpin penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) senilai Rp900 ribu kepada 263 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Selain itu, sebanyak 9.932 warga menerima paket bantuan beras seberat 30 kg. Acara ini dihadiri oleh beberapa pejabat penting seperti Kepala Dinas Pertanian Eko Anindito Putro, Pimpinan Perum Bulog Cabang Surabaya Nur Fuad Indra Mitra, serta Pimpinan PT Pos Indonesia Cabang Gresik Johan Riyadi bersama jajarannya.
Sinergi untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan
Bupati Gresik, yang akrab disapa Gus Yani, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dengan instansi terkait untuk memperkuat jaring pengaman sosial. Ia menekankan bahwa langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan bagi masyarakat desil 1 sampai desil 4 di Kabupaten Gresik.
Menurutnya, DBHCHT bukan hanya sekadar angka dalam APBD, tetapi juga manifestasi keadilan ekonomi yang disalurkan secara terarah. Ia menyampaikan harapan agar bantuan tersebut dapat meringankan beban hidup warga, memperkuat ketahanan keluarga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal khususnya di wilayah produktif seperti Kecamatan Dukun.
Rincian Bantuan yang Diterima
Dalam acara tersebut, Bupati Yani memberikan rincian bantuan yang diterima masyarakat. BLT DBHCHT sebesar Rp900 ribu diberikan kepada 263 KPM dalam satu kali pencairan. Selain itu, bantuan pangan berupa beras 30 kg juga diberikan kepada 9.932 warga.
Ia menjelaskan bahwa penerima BLT DBHCHT telah dipetakan secara presisi berdasarkan tingkat kerentanan ekonomi dan kontribusinya. Sasaran utama penerima manfaat mencakup buruh pabrik rokok, buruh tani tembakau, serta kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Apresiasi untuk Para Pekerja Sektor Tembakau
Gus Yani memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada para pekerja sektor tembakau atas kontribusi besar mereka terhadap perekonomian. Ia menyebutkan bahwa bantuan ini merupakan bentuk apresiasi dan perlindungan pemerintah atas kerja keras saudara-saudara mereka dalam menopang perekonomian keluarga.
Ia memastikan bahwa warga kurang mampu yang terdata dalam basis data Gresik Soya maupun data desil tidak akan terlewat dari jangkauan bantuan. “Pemerintah daerah tidak melupakan warga kurang mampu, lansia, maupun penyandang disabilitas yang terdaftar dalam basis data Gresik Soya maupun desil namun belum terjangkau oleh bantuan sosial lainnya,” tambahnya.
Jangkau Petani Tembakau dan Warga Belum Tersentuh Bansos
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Umi Khoiroh menyampaikan laporan rinci terkait pendistribusian dua jenis bantuan tersebut. Ia menerangkan bahwa bantuan DBHCHT disalurkan kepada 263 KPM yang terdiri dari buruh tani tembakau, penyandang disabilitas, serta warga yang belum pernah tersentuh bansos.
Umi mengungkapkan bahwa wilayah Kecamatan Dukun memiliki potensi pertanian tembakau yang cukup signifikan. “Perlu diketahui di Kecamatan Dukun ada enam hektare lebih lahan tembakau yang dikelola. Selain DBHCHT, pemerintah juga menyalurkan bantuan kedua berupa bantuan pangan beras. Dalam program ini, sebanyak 9.932 warga masing-masing menerima alokasi bantuan beras seberat 30 kilogram (kg),” terang Kepala Dinas Sosial Umi Khoiroh.






