Pemkab Lamongan Berhasil Turunkan Genangan Banjir Bengawan Jero
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan berhasil menurunkan genangan banjir di wilayah Bengawan Jero setelah membuka Pintu Air (Sluis) Kuro sejak Minggu (25/1/2026). Penurunan ini berdampak pada penurunan tinggi muka air sekitar 4 sentimeter di wilayah terdampak yang mencakup 44 desa di lima kecamatan.
Pembukaan pintu air ini efektif tanpa memerlukan penggunaan pompa, karena permukaan air Bengawan Solo lebih rendah dibandingkan Bengawan Jero. Hal ini memungkinkan air mengalir keluar secara alami dan mempercepat surutnya genangan di permukiman, tambak, serta lahan pertanian.
Upaya Pemkab Lamongan dalam Menangani Banjir
Pemkab Lamongan terus berupaya menangani banjir di wilayah Bengawan Jero yang menggenangi 44 desa di lima kecamatan. Upaya ekstra pemerintah daerah ini menunjukkan perkembangan positif hingga mampu mengurangi ketinggian air yang menggenangi rumah, lahan tambak, dan jalan desa.
Sluis Kuro atau pintu air Kuro menjadi kunci pembuangan air di wilayah tersebut. Diketahui bahwa pintu air ini telah dibuka sejak pagi hari Minggu (25/1/2026).
Berdasarkan data teknis di lapangan, pembukaan pintu air ini langsung berdampak pada penurunan tinggi muka air (peil) di kawasan pembuangan Blawi. Hal ini disebabkan oleh permukaan air Bengawan Solo yang lebih rendah dari Bengawan Jero. Situasi ini menjadi sinyal hijau bagi warga di beberapa kecamatan terdampak seperti Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Glagah, dan Deket, yang kerap mengalami kendala luapan air saat intensitas hujan tinggi.
Pengeluaran Air Tanpa Pompa
Pengeluaran air dari Bengawan Jero dilakukan tanpa menggunakan pompa air di Sluis Kuro. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan, Mohammad Nalikan, menyampaikan rasa syukurnya atas kondisi teknis yang memungkinkan pintu air tersebut dioperasikan secara maksimal pada hari ini.
“Alhamdulillah pagi ini pintu kuro sudah dapat dibuka buang, dan terlihat kecepatan turunnya genangan di Bengawan Jero. Kemarin 76, pagi ini 72 turun 4 sentimeter semoga tetap berlanjut sampai tidak ada genangan di Bengawan Jero,” ujar Nalikan Minggu (25/1/2026) pagi.
Nalikan juga berharap agar kondisi tinggi air di bagian hilir tetap stabil sehingga pintu air dapat terus dibuka untuk mengalirkan sisa genangan menuju laut.
“Semoga (Pintu Air Kuro) bisa terus dibuka agar debit air di kawasan permukiman dan lahan pertanian warga bisa segera normal kembali,” tambahnya.
Pemantauan Intensif oleh Petugas
Di lokasi, pintu air yang terletak di Desa Jatirenggo, Kecamatan Glagah, tersebut terus dipantau secara intensif oleh petugas dari Dinas Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Lamongan.
Penurunan elevasi air sebesar 4 sentimeter ini dianggap cukup signifikan untuk mempercepat pengeringan lahan jika tidak disertai hujan deras dalam waktu dekat.
Nalikan memastikan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dalam menangani banjir Bengawan Jero. Perhatian untuk warga terdampak juga terus diusahakan dan distribusi bantuan telah dilakukan.







